Skip to main content

Apa itu NFT dan Mengapa Sempat Viral Belakangan Ini

By Maret 21, 2022Agustus 15th, 2022Artikel, Edukasi
apa itu nft

Seiring perkembangan zaman, dunia teknologi menghadirkan banyak kemudahan dalam mendapatkan uang, termasuk salah satunya dengan investasi menggunakan Non-Fungible Token atau NFT. Sebenarnya apa itu NFT? Bagaimana cara menjalankan dan bisakah digunakan untuk mengumpulkan banyak uang secara global.

NFT termasuk aset dengan metadata yang unik dan dilampirkan pada token, dengan token tersebut bisa digunakan untuk koleksi digital. Selain itu juga bisa sebagai pemungutan suara dan bentuk lain dari aplikasi tata kelola dan dalam permainan, sementara istilah non fungible justru kebalikannya, meskipun pelakunya mendapatkan sesuatu yang sangat berbeda.

Apa Itu Non-Fungible Token (NFT)?

Perlu diketahui bahwa NFT sebenarnya sudah ada sejak 2014, pertama kali populer saat game NFT bernama CryptoKitties diluncurkan. Game ini berbasis blockchain Ethereum dengan pemain yang bisa mengadopsi, memelihara hingga memperdagangkan sesuatu misalnya kucing secara virtual hingga akhirnya pada 2021 peminat NFT semakin banyak.

Pengertian NFT adalah suatu produk investasi turunan crypto atau kripto, token NFT bisa ditukarkan ke blockchain yang merupakan teknologi yang fungsinya untuk menyimpan data digital dan terhubung dengan kriptografi. NFT juga merupakan karya seni atau barang koleksi yang statusnya sebagai aset digital dan bentuknya seperti foto, gambar, lagu, rekaman suara hingga video dan game.

Non-Fungible berasal dari kata Fungibility dan Token, Fungibility berarti kemampuan suatu aset untuk bisa ditukar atau diganti dengan aset serupa dengan nilai yang sama. Seperti misalnya, menukar uang kertas Rp10 ribu dengan dua lembar uang Rp5 ribu, nilai kedua barang yang ditukar tetap sama, sementara token adalah aset digital seperti yang disebutkan sebelumnya.

Baca juga: Manajemen Strategi: Pengertian, Proses, dan Tujuan

Perbedaan NFT dengan Aset Kripto Lainnya

Apabila dilihat dari segi esensi, NTF merupakan aset yang berkembang dari cryptocurrency tetapi tujuan, bentuk dan penggunaannya berbeda dari aset kripto lain, seperti Bitcoin. Masing-masing NFT dibuat satu kali dan tidak dapat ditukar atau diperdagangkan dengan NFT lain karena nilai yang dimiliki tidak sepadan.

Verifikasi kepemilikan NFT menggunakan data unik, seperti sidik jari atau juga pemilik bisa menyimpan informasi tertentu di dalamnya. Misalnya membuat tanda tangan dalam karya seni dan memasukkannya dalam metadata NFT. Selain itu kepemilikan NFT juga bersifat mutlak, artinya siapa saja bisa memiliki hak penuh.

Meskipun hak cipta untuk memperbanyak karya tetap berada di tangan pembuat, selain itu pemilik ini juga satu-satunya yang memiliki karya orisinil. NFT tidak bisa dibagi menjadi denominasi yang lebih kecil, seperti halnya pada BTC atau wei ETH, karya seni ini muncul secara eksklusif sebagai satuan keseluruhan.

Kenapa NFT Begitu Populer?

Terdapat beberapa faktor yang membuat NFT bisa begitu populer, seperti halnya yang dilakukan NFT Ghozali Everyday hingga membuat masyarakat Indonesia gempar setelah foto selfie NFT miliknya laku terjual sebagai NFT dan menghasilkan miliaran Rupiah keuntungan. Berikut ini beberapa faktor yang memengaruhi populernya NFT.

  • Keaslian

NFT mempunyai sebuah kode hash unik tertentu dan berbeda ketimbang yang lainnya, selain itu ada pula fitur smart contract sebagai pelindung tambahan. Hal ini menjadikan masing-masing token memiliki sebuah keunikan tersendiri. NFT juga tidak bisa disalin dan digandakan guna meminimalisir adanya tindak penipuan.

  • Ekslusifitas

Memiliki nilai kelangkaan yang lebih membuat NFT menjadi hal baru yang sangat populer hingga saat ini. Kolektor yang menemukan barang langka akan mendapatkan kepuasan karena koleksi yang dimiliki semakin bernilai tinggi. Hal itulah yang kemudian menjadi alasan beberapa orang bersedia membayar mahal.

  • Selebritas

Karena menarik, tak sedikit selebritis ternama dunia meramaikan NFT seperti salah satu contohnya adalah NBA Top Shot. Dimana situ sini memperjualbelikan momen-momen yang terjadi di basket, bahkan salah satunya laku mencapai angka 200 juta dolar AS.

NFT Digunakan untuk Apa Saja?

Non Fungible Token, Nft, Blockchain, Technology, Token

  • NFT dalam Karya Seni

Teknologi yang diberikan NFT dan blockchain memberi jaminan untuk seniman atas kepemilikan karya, foto NFT adalah salah satunya. Sebuah inovasi bagi seniman digital yang selalu kesulitan saat melawan plagiarisme dan pencurian karya kreatif. Dengan menggunakan sistem smart contract, seniman bisa menuliskan persentase royalti setiap karyanya berpindah tangan.

Karakteristik dan keunikan NFT merupakan alasan evaluasi terhadap sektor seni digital, NFT menawarkan keamanan yang dibutuhkan pada karya saat dipublikasikan secara online. Konten akan tersebar secara luas dan dapat diklaim oleh orang lain dengan mudah, tentunya hal ini membuat rugi para pembuat.

  • Digunakan untuk Bisnis

NFT bisa menghubungkan aset fisik, seperti buku kepemilikan rumah atau properti lain yang nantinya disimpan dengan lebih aman dalam blockchain menggunakan proses verifikasi cepat. Sertifikat berharga itu tidak akan hilang atau dicuri orang lain, karena data kepemilikan sebelumnya lebih dulu disimpan dalam blockchain.

NFT juga menyasar industri tiket serta keanggotaan, menawarkan solusi untuk mengatasi permasalahan saat beli tiket karena verifikasi dan identifikasi tidak bisa diubah. Sementara itu, dalam konteks keanggotaan digital NFT isa dimanfaatkan sebagai identifikasi yang menunjukkan keanggotaan seseorang, selain itu bisa juga mengarah ke industri olahraga dan fashion.

  • Hobi dan Hiburan

Sebagai barang koleksi, hal ini berkaitan dengan apa saja khususnya sesuatu atau momen-momen langka dalam kehidupan. Selain itu melalui game, seseorang dapat menemukan NFT seperti pada Axie Infinity di mana para pemain harus mengumpulkan hewan peliharaan digital berbasis NFT yang disebut dengan Axies.

Daftar Koin NFT Berdasarkan Kapitalisasi Pasar

Btc, Bitcoin, Cryptocurrency, Currency, Crypto, Gold

  • Axie Infinity (AXIS)

Game berbasis blockchain yang menggabungkan elemen NFT, game dan DeFL merupakan sebuah game yang terinspirasi dari Pokemon dan Tamagochi. Para pemain harus mengumpulkan membiakkan.

Dan memelihara hingga bertarung dengan memperdagangkan makhluk berbasis token dan dikenal sebagai Axies. Setiap Axies merupakan NFT yang memiliki atribut unik masing-masing, game ini memiliki kapitalisasi pasar senilai 8,9 juta dolar AS dengan harga per 1 AXS senilai 1,45,70 dolar AS.

  • Tezos (XTZ)

Merupakan satu cryptocurrency menggunakan sistem blockchain yang memakai proof-of-take (PoS) dengan menerapkan smart contract. Seperti Ethereum yang membuatnya memiliki ekosistem DeFi dan Dapps yang dimiliki.

Ekosistem NFT Tezos bisa dibilang cukup besar karena sistem yang dipakai, dampaknya membuat transaksi menjual dan membeli NFT lebih mudah ketimbang Ethereum. Kapitalisasi Tezos di pasar senilai 5 miliar dolar AS dengan harga 5,78 dolar AS per 1 XTZ.

  • The Sandbox (SAND)

Game berbasis blockchain yang fokusnya memanfaatkan penggunaan NFT dalam berbagai macam aset game tersebut. Pemain akan dibawa ke dunia metaverse dan melakukan interaksi dengan ribuan pemain lain, Sandbox memiliki kerja sama dengan banyak perusahaan besar.

  • May Neighbour Alice (ALICE)

Merupakan game berbasis multiplayer builder, meski demikian siapa saja dapat melakukan aktivitas jual-beli, membuat barang hingga bertemu dengan pemain lain. Token ALICE digunakan untuk berbagai aktivitas di dalam game, termasuk membeli barang dan aset pasar dunia.

Cara Membuat dan Menjual NFT

Cara membuat NFT, hal pertama yang harus dilakukan adalah membuat akun di marketplace, memiliki aset kripto yang sesuai dengan platform yang dipakai dalam menjual dan membeli NFT. Biasanya ada aturan transaksi yang harus ditaati, seperti pasar CryptoPunks dan Rarible yang hanya menerima transaksi menggunakan ETH dan dollar.

Usai memilih marketplace langkah selanjutnya cara jual foto di NFT adalah membuat akun dengan menautkan dompet cryptocurrency yang mendukung. Seperti memakai MetaMask yang kemudian dihubungkan dengan marketplace OpenSea. Kemudian daftarkan aset NFT dan dijual ke pasar dengan memberi opsi transfer dan jual NFT di pasar lain.

Marketplace yang digunakan akan menghitung biaya gas fees atau jaringan blockchain Ethereum dalam mencatat transaksi yang diproses, Biaya penanganan untuk proses ini biasanya bervariasi dan tergantung pada sibuk atau tidaknya jaringan blockchain. Mencoba hal baru menggunakan NFT untuk mengeruk keuntungan tidak ada salahnya ketimbang tidak mencobanya sama sekali.

Demikian penjelasan singkat mengenai NFT, sejarah hingga cara membuat dan menjualnya di pasaran. Bakat dan ketekunan calon mahasiswa dalam menghasilkan karya akan semakin terasah bersama Sampoerna University. Tak hanya pembelajaran materi namun juga fasilitas lengkap yang diberikan Fakultas Teknik dan Teknologi akan semakin membantu.

Fakultas Teknik dan Teknologi Universitas Sampoerna berkomitmen untuk turut membangun kompetensi STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts and Math) pada siswa didik kami. Demi menghasilkan mahasiswa yang siap berjuang mencari pekerjaan serta menghasilkan karya-karya terbaik, termasuk karya seni NFT.

Pendekatan kami menumbuhkan kualitas lulusan yang memiliki kemampuan beradaptasi, kolaborasi, kreativitas, dan keterampilan komunikasi yang kuat. Pendekatan kami, menurut pakar industri, menjadikan lulusan kami yang paling kompetitif di Indonesia. Sampoerna University menerapkan kurikulum standar internasional di Indonesia.

Referensi
Finance.detik.com – Apa itu NFT?
Cnbcindonesia.com – Apa itu NFT

X