Skip to main content

Pengertian Break Even Point, Dasar, Elemen dan Cara Hitung

By Juli 4, 2022Agustus 15th, 2022Artikel, Artikel - FOB, Edukasi
break even point adalah

Dalam mempelajari ilmu ekonomi, sudah pasti mengenal istilah break even point atau BEP, break even point adalah salah satu indikator yang dipakai para investor dalam melakukan investasi modal ke dalam suatu perusahaan. Meski begitu, BEP lain dari balik modal dan karena itu banyak orang salah dalam mengartikannya.

Bidang ilmu ekonomi, akuntansi tepatnya menyebutkan balik modal sebagai ROI atau return of investment. Modal yang dikeluarkan saat bisnis dijalankan serta memberi keuntungan yang bisa didapat dalam periode tertentu. Bagi pebisnis awam tentu menjadi suatu kendala dalam memahami berita keuangan disertai dengan bisnis yang terkait BEP.

Pengertian BEP (Break Even Point) Secara Umum

Menjadi titik keseimbangan terhadap hasil yang dihasilkan dari pendapatan serta modal keluar, kondisi yang memungkinkan minimalnya kerugian atau keuntungan. Keseluruhan keuntungan dan kerugian dihasilkan pada posisi O atau disebut dengan titik break even point. Kemudian titik perusahaan tidak mengalami kerugian atau sebaliknya.

Lantas apa itu break even point? sebagai operasional pada perusahaan dalam memakai biaya tetap dan volume penjualan yang hanya digunakan untuk menutup biaya tetap dan variabel (fixed cost dan variable cost). Bila perusahaan mengalami rugi, bisa terjadi hanya saat penjualan cukup untuk menutup biaya variabel hingga sebagian biaya tetap.

Hal ini juga berlaku untuk sebaliknya alias dalam memperoleh keuntungan, sehingga penjualan melebihi biaya variabel dan biaya tetap yang keluar dari perusahaan. Perhitungan mengenai saham memakai metode BEP bisa menjadikan investor sebagai pelaku kegiatan jual beli saham, menentukan kapan waktu yang tepat untuk memberi dan menjual.

Pengertian BEP (Break Even Point) Menurut Para Ahli

  • Garrison dan Noreen

Diartikan bahwa BEP adalah total penjumlahan dari yang akan dicapai guna menutup keseluruhan biaya operasional yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan. Pencapaian dari BEP dapat dilihat dari berkumpulnya nilai jual produk dengan tujuan mendapatkan keuntungan dari laba bersih, nilai yang muncul sebanding dengan biaya yang sudah dikeluarkan untuk produksi.

  • Abdullah

Keputusan harga jual menurut Abdullah setelah melakukan pengkajian disebutkan adanya beberapa hal terkait, di antaranya seperti penentuan dari angka paling minim pada produksi dilakukan agar harga jual ditentukan perusahaan tidak menyebabkan kerugian, ketika permintaan pasar yang tidak tinggi, penentuan jumlah profit dan persentase penurunan penjualan.

  • Henry Simamora, Bambang Riyanto dan Roni

Pengertian break even point menurut tiga ahli ini mengacu pada jumlah pendapatan dari volume penjualan yang memiliki nilai nominal sama. Tetap dengan jumlah biaya yang dikeluarkan pada jalannya proses produksi, sehingga perusahaan tak menemui adanya laba atau rugi.

  • Mulyadi, Sigit dan PS. Djarwanto

Apa yang dimaksud dengan break even point adalah metode yang dipakai pebisnis awam atau pemula dan juga profesional dalam pencapaian volume penjualan minimum. Tujuannya agar bisnis tidak mengalami kerugian terhadap profit yang terdapat di angka nol. Bagi orang biasa, titik 0 merupakan impas terhadap perusahaan yang tidak merugi atau laba.

  • Zulian Yamit dan S. Munawir

Disebutkan bahwa BEP merupakan jumlah total dari pendapatan yang dimiliki yang sama dengan total biaya pengeluaran untuk produksi. Jumlah ini meliputi variabel cost maupun biaya tetap atau fixed cost.

Dasar-dasar BEP (Break Even Point)

Suatu perusahaan bisa memahami dan mengetahui keuangan dalam periode tertentu atau selanjutnya dengan melihat BEP dari penjualan. Karena itu, diperlukan pemahaman mengenai konsep dasar dalam penentuan BEP ini. Berikut ini terdapat beberapa dasar dari BEP yang harus dipahami dan mengerti.

  • Bahan utama dalam perhitungan BEP merupakan biaya tetap dan biaya variabel (variabel cost dan fixed cost).
  • Apabila muncul perubahan selama produksi tak berpengaruh pada nilai biaya tetap atau fixed cost dan tetap konstan.
  • Munculnya perubahan volume dari kapasitas produksi tentu berpengaruh pada nilai biaya variabel keseluruhannya.
  • Nilai jual barang tetap, selama analisis dilakukan dan tidak akan memunculkan perubahan harga jual yang ditetapkan perusahaan.
  • Jika dilihat dari perhitungan BEP, jumlah dari produk dihasilkan akan selalu dianggap sudah habis terjual.
  • Menghitung BEP berlaku untuk satu barang atau produk, jika perusahaan melakukan produksi banyak produk maka diperlukan persamaan hasil penjualan setiap produk.

Elemen-elemen dalam BEP

Economical research

  • Fixed Cost (Biaya Tetap)

Biaya tetap merupakan elemen pertama dari BEP, sebagai biaya pokok yang selalu dikeluarkan perusahaan meskipun perusahaan tidak memproduksi barang.Hal ini bisa dijumpai seperti ketika melihat adanya biaya tetap terkait sewa suatu tempat dan barang atau yang lainnya.

  • Variable Cost (Biaya Variabel)

Hal ini merupakan kebalikan dari biaya tetap, karena mengikuti jumlah produksi hasil yang dikeluarkan perusahaan. Biaya variabel atau variabel cost dapat dilihat seperti biaya yang dipakai menyewa tenaga kerja atau peralatan serta yang lainnya.

  • Mixed Cost (Biaya Campuran)

Merupakan biaya gabungan dari biaya tetap dan variabel yang sifatnya wajib untuk dibayarkan meski tidak ada produksi. Namun saat produksi jalan dan jumlahnya terus meningkat, akan terus mengikuti output produksi contohnya seperti biaya tagihan listrik.

  • Harga Pokok Penjualan (HPP)

Munculnya elemen ini akibat dari penjumlahan seluruh biaya dan karena elemen ini merupakan harga murni dengan nominal yang sama BEP. Hal ini bisa dipahami seperti nilai laba yang terdapat di dalam HPP setara dengan nol.

  • Margin Laba

Elemen kelima ini maksudnya adalah bagian yang wajib ditambahkan ke dalam harga produk setelah BEP bisa dihitung. Sehingga bisa menetapkan margin laba yang nominalnya berapa saja, kondisi yang membuat harga jual produk sesuai dengan yang diinginkan.

Baca juga: Pengertian Struktur Modal, Tujuan, Teori dan Perbedaan

Manfaat Break Even Point

Asian business woman presentation in front of stakeholder

  • Mengetahui Total Biaya Produksi

Untuk mengetahui seluruh total biaya produksi merupakan manfaat pertama BEP, biaya yang dikeluarkan selama proses produksi berjalan. Perhitungan BEP secara otomatis juga akan menghitung semua biaya yang keluar.

  • Dasar Perhitungan Laba

Harga jual produk yang dihasilkan dari laba, harus dengan melakukan perhitungan BEP yang ditambah dengan margin profit. Margin profit merupakan tolak ukur dari keuntungan atas setiap produk yang mau dijual.

  • Estimasi Balik Modal

Dalam mengetahui kapan kerugian terjadi, perusahaan dalam hal ini khususnya pebisnis lebih dulu harus mengetahui banyaknya produk yang harus terjual dalam periode tertentu. Jika BEP tidak dihitung maka estimasi jumlah terjual tidak akan bisa dihitung.

  • Analisa Profitabilitas

Merupakan manfaat BEP yang terakhir, untuk dilakukan analisa bisnis terkait pertanyaan apakah bisnis yang dijalankan bisa menghasilkan keuntungan. Dan perhitungan BEP merupakan dasar penentuan profitabilitas ini.

Cara Menghitung BEP

  • BEP Per Unit

Rumus BEP per unit adalah BEP per unit = Fixed Cost / (harga jual per unit- variable cost setiap unit), menjadi tolok ukur dari biaya tetap. Metode BEP dipakai dalam mengetahui kontribusi produk per unit terhadap keuntungan yang dicapai dari penjualan.

  • BEP Per Penjualan

Cara perhitungan ini didasarkan pada fixed cost yang dibagi dengan selisih dari harga jual dan perbandingan. Variable cost dengan harga total, rumus dari BEP per penjualan adalah BEP per penjualan = fixed cost / [1 –(total variabel / harga total)].

  • BEP Per Biaya

Penggunaan cara perhitungan BEP per biaya dilakukan berdasarkan biaya pokok, kemudian dikurangi margin laba atau harga jual. Penggunaan cara ini paling sering dilakukan, hal ini karena penggunaan rumus yang dianggap lebih mudah. Yakni BEP per biaya = (Total Fixed Cost  + Total Variable Cost) / total unit.

Contoh BEP

  • BEP Per Unit

    BEP Per Unit

  • BEP Per Penjualan

    BEP Per Penjualan

  • BEP Per Biaya

    BEP Per Biaya

Faktor yang Meningkatkan Break Even Point (BEP) Perusahaan

  • Penjualan Pelanggan Meningkat

Kondisi ini membuat permintaan menjadi lebih tinggi, sehingga perusahaan melakukan produksi lebih banyak dalam memenuhi tambahan permintaan konsumen. Kemudian perusahaan memutuskan untuk menaikkan BEP untuk menutup biaya tambahan.

  • Biaya Produksi Meningkat

Permintaan biasanya tetap sama namun variabel meningkat, biasanya mengarah pada bahan baku produksi. Jika kondisi ini terjadi, maka BEP akan naik karena penambahan biaya dan selain itu juga akan berdampak pada kenaikan biaya lain.

  • Biaya Peralatan Produksi

Peralatan merupakan kunci di mana produksi berjalan, jika rusak maka jalannya produksi juga terpengaruh hingga menimbulkan dampak negatif. Karena itu peralatan juga butuh pemeriksaan dan akan memakan biaya.

Kesimpulan

Yang dimaksud dengan break even point adalah titik seimbang antara hasil total pendapatan dengan modal yang dikeluarkan. Perusahaan yang mengalami kondisi ini berada di titik netral, tidak rugi tetapi juga tidak untung. Banyak manfaat yang bisa diambil dari pemahaman BEP, jika bisnis seseorang mengalami break even point maka bisnis tersebut tetap aman.

Demikian penjelasan mengenai break even point dan beberapa poin penting yang ada di dalamnya, hal ini sangat berarti mengingat manfaat yang diberikan sangat banyak. Terlebih bagi para mahasiswa yang tengah mempelajari ilmu ekonomi, bersama Sampoerna University dan Fakultas Bisnis yang akan memberi pemahaman lebih lanjut secara detail.

Sampoerna University menerapkan kurikulum internasional, membuat mahasiswa dan mahasiswi tak hanya kenyang materi ilmu pengetahuan mengenai bisnis. Akan tetapi juga diberi kesempatan untuk mempraktekkannya secara langsung, dan berada di bawah bimbingan tenaga pengajar berkualitas berlisensi internasional.

Referensi
Tokopedia – Break even point adalah

X