29 Apr 2022

Apa Itu Deflasi? Penyebab, Jenis, dan Cara Mengatasi

Artikel,

Artikel - FOB,

Edukasi,

Setiap negara pasti memiliki permasalahannya masing-masing, terutama dari sektor ekonomi. Salah satu masalah ekonomi yang bisa dibilang sulit dihindari adalah peristiwa deflasi. Fenomena deflasi ini bisa terbilang menguntungkan bagi masyarakat, tetapi justru merugikan bagi pemilik usaha, bahkan negara. Mengapa demikian? Berikut ini adalah penjelasan deflasi.

Pengertian Deflasi

Deflasi pada dasarnya adalah kebalikan dari inflasi. Jika inflasi naik, maka deflasi adalah turun. Jadi deflasi ini adalah kondisi ketika harga barang atau jasa di suatu negara mengalami penurunan secara drastis dalam periode waktu yang relatif singkat. Ada beberapa faktor yang menyebabkan penurunan harga tersebut.

Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), deflasi ini kaitannya dengan penurunan produksi, rendahnya daya beli masyarakat, dan juga persebaran uang kertas. 

Bagi masyarakat, harga turun ini tentunya akan disambut dengan baik karena bagi mereka akan menguntungkan, tetapi tidak untuk pemilik usaha yang menyediakan barang dan jasa. 

Bagi pemilik usaha deflasi akan berdampak sangat merugikan karena keuntungan yang sedari awal sudah diperhitungkan, akan menjadi kacau dan justru berujung pada kerugian. Alhasil, para pemilik usaha harus mengorbankan beberapa sektor, seperti menekan biaya produksi, sehingga kualitas dari barang yang dihasilkan menurun. 

Selain itu, bisa saja tenaga kerja menjadi korban akibat adanya efisiensi biaya produksi yang terdampak akibat deflasi. Para tenaga kerja bisa saja di-PHK karena kondisi tersebut.

Oleh sebab itu, deflasi harus segera dicari solusinya agar bisa segera teratasi. Tujuannya supaya permasalahan ekonomi tidak melebar lebih jauh dan akan merugikan dan mengganggu keseimbangan perekonomian negara. 

Penyebab Deflasi

Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya deflasi, di antaranya: 

  • Penurunan Peredaran Uang Kertas di Masyarakat

Kondisi penurunan peredaran uang ini umumnya dimulai karena bank yang menawarkan suku bunga yang tinggi. Kondisi tersebut membuat masyarakat akan menabung di bank karena kemungkinan akan mendapatkan untung yang lebih besar.

Karena masyarakat memilih untuk menyimpan uangnya, alhasil aktivitas jual beli otomatis juga akan menurun. Ketika aktivitas jual beli tidak terjadi maka akan mengganggu pergerakan roda perekonomian. 

Meskipun bagi masyarakat hal ini akan menguntungkan, tetapi bagi negara masalah ini akan sangat merugikan karena berpotensi terjadi deflasi yang akan mengacaukan keseimbangan perekonomian. 

  • Penurunan Permintaan Barang

Penurunan permintaan barang ini terjadi sebenarnya karena dipengaruhi oleh faktor yang mirip seperti sebelumnya, dimana masyarakat lebih memilih menyimpan uangnya karena kondisi ekonomi negara yang buruk.

Akibatnya, produksi barang dengan permintaan pasar tidak jalan beriringan. Produksi barang yang sedianya sudah dilakukan menjadi tidak ada permintaannya. Alhasil, barang yang diproduksi itu tidak laku sehingga produsen membanting harganya. 

Kondisi tersebut kemungkinan akan merembet ke hal-hal lainnya yang terkait dengan produksi barang. Misalnya, setiap produsen barang pasti membutuhkan bahan baku yang dibeli dari produsen lain. Ketika produsen barang itu mengurangi kuantitas produksinya, maka hal itu akan berdampak juga terhadap produksi bahan baku. Alhasil, deflasi pun terjadi karena adanya efek domino pada turunnya permintaan pasar. 

  • Meningkatnya Produksi Barang yang Sejenis

Kondisi ketika barang-barang yang beredar di pasar yang tidak beraneka ragam juga dapat menyebabkan terjadinya deflasi. Kondisi ini terjadi karena penawaran yang ada lebih tinggi dibandingkan dengan permintaan pasar. 

Misalnya adalah ketika para produsen awalnya mulai memproduksi pakaian yang sedang tren di masyarakat. Kemudian produsen lain juga berusaha menyaingi dengan memproduksi pakaian dengan desain yang sama. Alhasil terjadi persaingan yang ujungnya justru tidak sehat. Pasalnya, salah satu di antara produsen itu pasti akan membanting harganya dan mengandalkan kuantitas keluarnya barang untuk mendapatkan keuntungan. 

Sementara itu, makin lama permintaan pasar juga akan turun karena peningkatan permintaan sesuai tren umumnya bersifat sementara. 

Alhasil, deflasi pun terjadi akibat persaingan tidak sehat tersebut. 

Baca juga: Apa Itu Inflasi? Pengertian, Penyebab, dan Cara Mengatasi

Jenis–jenis Deflasi

Deflasi terbagi menjadi dua jenis, yaitu: 

  • Deflasi Sirkulasi

Deflasi sirkulasi terjadi karena adanya ketidakstabilan pada produksi dan konsumsi. hal itu menyebabkan suatu negara yang sudah memiliki ekonomi stabil justru bertransisi menuju merosot. Dampaknya adalah harga barang yang beredar di pasaran menurun. 

Selain itu, penyebab dari deflasi sirkulasi juga karena barang dengan jenis yang sama banyak beredar di pasaran. 

Contoh kasus deflasi sirkulasi adalah pada tahun 2008. Ketika itu banyak negara yang justru menjadi produsen minyak mentah. Alhasil produksi minyak mentah berlebihan, tetapi tidak ada permintaannya. Alhasil harga minyak turun secara drastis dan tidak terkendali. Dampaknya adalah berbagai negara mengalami deflasi. 

  • Deflasi Strategis

Deflasi strategis merupakan kondisi ketika pemerintah dan Bank Sentral mengeluarkan strategi kebijakan untuk bisa mengendalikan daya konsumsi masyarakat, tetapi justru berujung kegagalan. 

Kebijakan yang berpotensi menyebabkan deflasi ini contohnya adalah penurunan suku bunga bank yang dikeluarkan oleh Bank Sentral supaya masyarakat bisa mendapatkan pinjaman dari bank. Sementara para produsen justru akan menyimpan uangnya di bank dengan harapan mendapatkan bunga yang tinggi. 

Kondisi itu justru berpotensi menyebabkan peredaran uang di masyarakat menjadi menurun dan dampaknya adalah harga yang terus menurun. 

Penurunan suku bunga itu sendiri merupakan risiko yang diambil pemerintah dan Bank Sentral agar bisa menekan konsumsi masyarakat, tetapi ketika hal tersebut tak terkendali, yang terjadi adalah deflasi dan perekonomian negara akan terganggu. 

Dampak Deflasi

Deflasi memberikan dampak tak hanya negatif, tetapi juga ada dampak positifnya. Berikut ini penjelasannya: 

  • Dampak Positif 

  1. Muncul kesadaran masyarakat akan pentingnya menabung demi memenuhi kebutuhan dan masa depan.
  2.  Penguatan nilai mata uang. 
  3. Timbulnya kesadaran masyarakat akan pentingnya berhemat.
  4. Bagi masyarakat, deflasi akan membuat mereka mendapatkan harga barang yang relatif murah dari biasanya. 
  • Dampak Negatif

  1. Terjadinya PHK secara sepihak dari perusahaan karena perlu menekan biaya produksi.
  2. Para pemilik usaha akan mengalami kerugian karena produksi barang yang berlebihan tetapi tidak ada permintaannya. 
  3. Pendapatan dari pemilik usaha akan menurun karena harga jual barang juga menurun. 
  4. Aktivitas investasi akan menurun.
  5. Ekonomi suatu negara akan merosot dan berujung pada resesi. 
  6. Pendapatan atau devisa negara menurun karena pendapatan masyarakat juga menurun. 

Cara Mengatasi Deflasi

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh pemerintah atau bank sentral untuk dapat mengatasi terjadinya deflasi yang mengganggu perekonomian negara, seperti: 

  • Politik Diskonto

Bank sentral dapat menerapkan kebijakan moneter berupa politik diskonto supaya peredaran uang di masyarakat juga meningkat. Politik diskonto ini adalah kebijakan Bank Sentral dalam menurunkan suku bunga bank sehingga masyarakat yang menabung di bank menarik uangnya. 

Selain itu, investor juga akan menarik investasi yang sudah ditanamkan untuk melakukan bisnis di bidang lain. Dengan demikian, peredaran uang di masyarakat akan kembali normal.

  • Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal adalah kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah dengan cara membuat strategi dan penerapan supaya kondisi perekonomian negara kembali stabil. Salah satu contohnya adalah mengatur pendapatan dan pengeluaran negara. 

  • Kebijakan Non-Moneter

Kebijakan non-moneter adalah kebijakan yang terjadi secara alami karena masyarakat yang berperan dalam menghentikan deflasi. Misalnya adalah ketika upah minimum tenaga kerja dinaikkan, nilai pajak diturunkan, dan para pemilik usaha mempunyai inovasi yang menarik bagi masyarakat. 

Contoh Kasus Deflasi yang Pernah Terjadi

deflasi

  • Revolusi Industri Dunia

Revolusi industri dunia terjadi pada akhir abad ke-19. Ketika itu, negara-negara maju di Eropa mulai berlomba-lomba untuk meningkatkan jumlah produksi karena adanya perkembangan teknologi yang tersedia. 

Namun, hal tersebut justru memiliki dampak yang berkebalikan karena terjadi persaingan antar industri sehingga harga barang justru diturunkan dan menyebabkan deflasi secara global. 

  • Siprus 2015

Siprus sempat mengalami deflasi pada tahun 2015 silam. Kala itu tingkat deflasi Siprus mencapai 3,4 persen. 

Meskipun lebih rendah dibanding Rumania, tetapi Siprus merasakan dampak yang lebih parah karena sektor-sektor pendapatan utama mereka seperti pariwisata, logistik laut, dan migas terpengaruh oleh deflasi tersebut. Bahkan deflasi dari Siprus itu berpengaruh ke skala Eropa. 

  • Indonesia 2019

Pada tahun 2019, Indonesia sempat mengalami deflasi sebesar 0,27 persen sebagai akibat dari turunnya harga komoditas makanan. Setidaknya ada 82 kota yang terdampak atas penurunan harga tersebut. 

  • Yunani 2015

Pada tahun 2008, Yunani mengalami deflasi sebesar 2,9 persen. Kondisi tersebut membuat Negeri Para Dewa itu mengalami krisis finansial. 

  • Rumania 2016

Pada tahun 2008, Rumania mengalami krisis ekonomi secara global. Deflasi yang dialami Rumania ini terbilang cukup parah karena mencapai 3,6 persen. Deflasi di Rumania terjadi karena produksi minyak mentah yang berlebihan ketika itu. 

Demikian penjelasan mengenai pengertian deflasi beserta dengan jenis, penyebab, dan cara mengatasinya. 

Pembahasan mengenai masalah-masalah perekonomian di suatu negara seperti deflasi akan dibahas lebih lengkap di Sampoerna University Fakultas Bisnis. Tak hanya perekonomian di Indonesia, tetapi juga di skala internasional. 

Sebab, Sampoerna University pada dasarnya bertujuan untuk memberikan bekal kompetensi terkait dengan pembelajaran global, yaitu memahami sistem global dan menerapkan pengetahuan untuk konteks global.

Selain itu, Sampoerna University juga akan mengembangkan para mahasiswa nya untuk menjadi pemimpin masa depan yang bisa berkontribusi untuk pertumbuhan bangsa.

Referensi
Majoo.id – pengertian deflasi adalah

Recent More

Mengenal Metode Waterfall, Pengertian dan Tahapan

Apr, 05 2024

Mengenal Jurusan Teknik Industri & Prospek Kerjanya - Teknik Industri merupakan jurusan multidisiplin yang...

Mengenal Jurusan Teknik Sistem Informasi & Prospek Kerjanya di Era Digital - Sampoerna University

Apr, 05 2024

Jurusan Teknik Sistem Informasi - Salah satu jurusan yang memiliki peran yang makin penting...

Mengenal Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) & Prospek Kerjanya - Sampoerna University

Apr, 05 2024

Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) - Bagi kamu yang memiliki jiwa seni dan senang...

Admission
Admission
Schedule a Visit
Schedule a Visit
Contact Whatsapp
Contact Whatsapp