Skip to main content

Gelar International Conference on Electric Vehicular Technology (ICEVT) 2022, Sampoerna University dan Sejumlah Universitas Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik Berbasis Baterai

Jakarta, 16 September 2022 — Pemerintah Indonesia sedang mengintensifkan penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai. Salah satu upayanya adalah mewajibkan pemerintah pusat dan daerah menggunakan mobil listrik sebagai kendaraan dinas, yang peraturannya diatur dalam Instruksi Presiden Republik Indonesia (Inpres) Nomor 7 Tahun 2022 yang diterbitkan pada 13 September 2022 lalu[1]. Dalam mendukung program pemerintah dan berkontribusi dalam memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi, Sampoerna University bersama sejumlah universitas lainnya menggelar 7th International Conference on Electric Vehicular Technology (ICEVT) 2022 di Bali pada 14-16 September 2022.

ICEVT 2022 diadakan untuk memberikan kesempatan bagi para delegasi nasional dan internasional di bidang teknologi Kendaraan Listrik (Electric Vehicle) untuk bertukar ide dan pengalaman dalam mengaplikasikan teknologi baru dan untuk membangun hubungan baik antar mitra untuk kerjasama global di masa depan.

Berbagai pembicara terkenal dari seluruh dunia, seperti Prof. Akira Chiba, Ph.D, FIEEE (Tokyo Institute of Technology, Japan), Dr. Sigit P. Santosa (PT PINDAD, Indonesia), dan Dr. M. V. Reddy (Nouveau Monde Graphite, Canada), hadir dalam konferensi tersebut untuk membahas berbagai topik mengenai pengembangan terbaru dalam kendaraan listrik dan penelitian mobilitas berkelanjutan.

Dr. Eng. Farid Triawan selaku Ketua Program Studi Teknik Mesin Sampoerna University yang juga berperan Dewan Penasihat ICEVT 2022 menjelaskan, “Civitas akademika dan praktisi industri telah bekerja sama untuk mengembangkan teknologi yang diperlukan untuk mewujudkan kebijakan pemerintah, seperti mengembangkan kendaraan listrik buatan lokal, mengembangkan teknologi baterai untuk kendaraan listrik, dan menganalisis dampak sosial ekonomi kendaraan listrik dalam kehidupan sehari-hari.”

Melalui kesempatan ini, Sampoerna University melalui Program Studi Teknik Mesin menjalankan komitmennya untuk menyelenggarakan berbagai penelitian inovatif di bidang Teknik dan Teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat dan negara. Hal ini ditunjukkan dengan terpilihnya tiga makalah penelitian dari Sampoerna University untuk dipresentasikan secara lisan dalam konferensi tersebut: Multi-Agent Formation Control using Internal Model Principle oleh Ir. Djati Wibowo, Ph.D. (Dosen Teknik Mesin Sampoerna University), Experimental Study on the Compression and Buckling Properties of 3D Printed PLA Materials oleh Laela Nur Fitria (Mahasiswa Teknik Mesin Sampoerna University), dan Finite Element Analysis of LATP Solid Electrolyte under Compressive Loading oleh Siti Zulaikah (Mahasiswa Teknik Mesin Sampoerna University).

“Berbagai riset mengenai kendaraan listrik dan teknologi pendukungnya dilakukan untuk membantu Indonesia mengakhiri ketergantungan pada bahan bakar fosil, sehingga subsidi yang menggelembung untuk harga bensin dapat dikurangi di masa depan. Kami sangat bangga karena mahasiswa kami juga terlibat dalam kegiatan ini, sehingga bukan saja mereka mendapatkan kesempatan belajar dan eksposure di lingkup internasional, tapi juga menumbuhkan kualitas sumber daya manusia yang kompeten pada bidangnya,” tutur Farid.

Sebagai informasi, Program Studi Teknik Mesin Sampoerna University telah aktif melakukan berbagai kegiatan penelitian dan pengembangan terkait teknologi kendaraan listrik. Bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung, Vehicle Dynamics Laboratory di Sampoerna University mengembangkan kendaraan listrik roda tiga untuk keperluan pengiriman barang. Selain itu, Student Automotive Club di Sampoerna University juga mengembangkan kendaraan listrik mulai dari tahap desain hingga fabrikasi.

[1] https://setkab.go.id/presiden-terbitkan-inpres-penggunaan-kendaraan-dinas-listrik

X