Skip to main content

Jurnal Penutup: Pengertian, Tujuan, Metode, dan Cara Membuatnya

By Agustus 21, 2022September 9th, 2022Edukasi
jurnal penutup

Bagian terakhir dalam siklus akuntansi adalah mempersiapkan laporan yang menjadi alat pratinjau (review) akhir ketika akhir periode dari sebuah perusahaan, khususnya perusahaan dagang. Laporan terakhir ini menggunakan jurnal penutup. Lalu, apa itu pengertian jurnal penutup? Berikut penjelasannya.

Apa itu Jurnal Penutup?

Jurnal penutup (closing entries) adalah salah satu bagian dari laporan keuangan yang disusun pada akhir periode pembukuan pada sebuah perusahaan, yang mana bagian dari laporan ini dapat digunakan untuk menutup akun nominal guna menyiapkan neraca akhir periode.

Dalam buku Ekonomi (2007) karya Alam S., jurnal penutup adalah jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi untuk menutup akun pada laporan laba/rugi dan akun prive atau penarikan modal oleh pemilik.

Dalam pengertian lain, jurnal penutup (closing entries) adalah jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi yang digunakan untuk menutup akun nominal sementara. Akun saldo tersebut akan menjadi nol pada awal periode karena penutupan ini, yang mana akun yang ditutup merupakan akun nominal dan akun pembantu modal.

Yang termasuk dalam akun nominal adalah pendapatan dan beban, sedangkan yang termasuk akun pembantu modal adalah prive dan ikhtisar laba/rugi.

Jika jurnal penutup sudah diposting ke setiap akun, maka akan ada perkiraan riil yang meliputi asset (harta), liabilities (kewajiban), dan capital/equity (ekuitas).

Tujuan dan Fungsi Dari Pembuatan Jurnal Penutup

jurnal penutup

Berikut beberapa tujuan dan fungsi jurnal penutup;

  • Menutup saldo pada semua perkiraan sementara supaya perkiraan menjadi nol.
  • Membuat saldo akun modal sesuai jumlahnya dengan keadaan pada akhir periode, sehingga sama dengan jumlah modal akhir yang dilaporkan di neraca.
  • Memisahkan transaksi akun beban dan pendapatan supaya tidak tercampur dengan jumlah nominal di tahun sebelumnya.
  • Menyajikan neraca awal di periode berikutnya setelah penutupan buku.
  • Mempermudah pemeriksaan karena transaksi telah dipisah dari periode sebelum dan setelahnya.
  • Menyajikan informasi mengenai keadaan sebenarnya (riil) yang meliputi harta, kewajiban, dan ekuitas setelah penutupan buku.

Metode Untuk Mencatat Jurnal Penutup Dalam Perusahaan Dagang

Terdapat dua metode yang digunakan dalam pencatatan ayat jurnal penutup pada perusahaan dagang, yaitu;

  • Metode Periodik

Yaitu metode yang digunakan oleh perusahaan yang menjual barangnya secara eceran dengan harga lebih terjangkau dan pencatatannya dilakukan pada setiap akhir periode.

Kekurangan dari metode ini adalah tidak bisa melacak jumlah persediaan barang pada rentang waktu tertentu. Maka dari itu, perhitungan barang hanya dilakukan dengan proses penghitungan fisik pada setiap periode sesuai dengan jumlah barang yang tersedia. Oleh karena itu, metode ini tidak cocok jika digunakan pada perusahaan skala besar dengan jumlah barang yang masuk dan keluar cukup tinggi.

Secara mudahnya, metode pencatatan secara periodik hanya dilakukan jika ada transaksi (posisi debit) dan penjualan (posisi kredit).

  • Metode Perpetual

Kebalikan dari metode periodik, metode pencatatan secara perpetual akan cocok jika digunakan pada perusahaan yang menjual barang dengan nilai tinggi. Hal ini dikarenakan metode perpetual dilakukan secara rinci dan terus menerus atas semua transaksi yang dilakukan sehingga pencatatannya lebih rinci dan detail.

Keuntungan dari metode ini adalah keakuratannya lebih tinggi dan persediaan jumlah barang dapat diketahui kapan pun. Pencatatan pembelian akan dimasukkan ke dalam akun persediaan pada debit dan transaksi pembelian akan mencatat persediaan dengan harga pokok pada kredit.

Baca juga: Neraca Keuangan: Arti, Cara Membuat, dan Contoh!

Ketentuan Akun Dalam Pembuatan Jurnal Penutup

Jurnal penutup dapat didefinisikan sebagai entri jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi untuk menutup beberapa akun seperti akun pendapatan, akun beban, akun ikhtisar laba/rugi, dan akun prive dengan memindahkan saldonya ke akun permanen dalam buku besar.

Jurnal ini dapat dibuat apabila laporan keuangan tahunan dalam sebuah perusahaan telah selesai disusun. Berikut beberapa komponen atau dokumen yang digunakan sebagai dasar menyusun jurnal penutup adalah;

  • Akun Pendapatan

Yaitu hasil atau penghasilan yang diperoleh oleh sebuah perusahaan. Terbagi menjadi dua, yaitu pendapatan langsung dari kegiatan usaha perusahaan seperti penjualan barang dan jasa yang dipengaruhi oleh proses produksi dan pendapatan di luar kegiatan usaha perusahaan seperti penjualan mesin, sewa gedung, dan lainnya.

Penutupan akun pendapatan dapat dilakukan dengan memindahkan saldonya ke akun ikhtisar laba/rugi.

  • Akun Beban

Yaitu pengorbanan yang telah dilakukan dalam proses usaha untuk memperoleh pendapatan. Terbagi menjadi dua yaitu beban langsung dalam kegiatan usaha atau operasional perusahaan seperti biaya listrik, biaya sewa gedung, serta gaji karyawan, dan beban di luar kegiatan usaha seperti bunga bank.

Untuk menutup akun beban dapat dilakukan dengan memindahkan saldo ke akun ikhtisar laba/rugi.

  • Akun Ikhtisar Laba/Rugi

Untuk menutup ikhtisar laba/rugi dapat dilakukan dengan memindahkan saldo ke akun modal. Terdapat dua kondisi yang dapat terjadi yakni laba (pendapatan lebih besar dari beban) atau rugi (pendapatan lebih kecil dari beban). Jika terjadi laba, maka akun ikhtisar laba/rugi didebitkan dan akun modal akan dikreditkan. Jika terjadi rugi, maka akun modal didapatkan dan akun ikhtisar laba/rugi akan dikreditkan.

  • Akun Prive

Yaitu akun yang mencatat pengeluaran pribadi pemilik usaha yang biasanya terjadi pada perusahaan skala kecil. Hal ini harus dilakukan dalam buku besar atau jurnal penutup karena akan mempengaruhi posisi modal. Akun prive disandingkan dengan akun modal, yakni pengeluaran prive dikategorikan sebagai penarikan modal pribadi pemilik usaha. Untuk saldo laba bersih dicatat dengan jurnal penutup.

Cara Membuat Jurnal Penutup Pada Perusahaan Dagang

jurnal penutup

Jurnal penutup perusahaan jasa disusun sesuai bentuk perusahaan (PT, CV, firma, atau persero) karena struktur modal dari masing-masing jenis perusahaan berbeda. Jurnal penutup juga mengatur saldo semua akun sementara ke nol untuk periode berikutnya.

Tutup tipe akun penjualan yang mempunyai saldo kredit

Akun pendapatan akan ditutup dan saldo kreditnya akan dipindahkan ke akun kliring yang disebut dengan income summary (ringkasan pendapatan). Terdapat dua akun berbeda di saldo kredit, yaitu pendapatan penjualan dan pendapatan bunga.

Pendapatan penjualan + pendapatan bunga = ringkasan pendapatan

Menutup akun biaya dan kontra-pendapatan

Yaitu dengan memindahkan saldo debit ke dalam akun pengeluaran dan akun kontra-pendapatan ke akun income summary (ringkasan pendapatan).

Akun yang ditutup yaitu diskon penjualan, retur penjualan, biaya operasional, biaya administrasi, dan biaya bunga. Semua saldo dari akun-akun ini akan dipindahkan ke income summary (ringkasan pendapatan).

Menutup akun income summary (ringkasan pendapatan) ke akun laba ditahan

Yaitu memindahkan saldo akun income summary (ringkasan pendapatan) ke akun laba ditahan. Akan tetapi, posisi debit dan kredit pada akun income summary (ringkasan pendapatan) harus disesuaikan. Nominalnya harus sama dengan laba atau rugi bersih pada laporan laba/rugi.

Laba ditahan = ringkasan pendapatan (jumlah saldo pendapatan penjualan dan pendapatan bunga – diskon penjualan, retur penjualan, biaya operasional, biaya administrasi, dan biaya bunga).

Menutup akun dividen ke akun laba ditahan

Yaitu memindahkan saldo debet dari akun dividen ke akun laba ditahan. Akun dividen merupakan penghasilan yang menjadi hak bagi investor sesuai kesepakatan. Oleh karena itu, harus didebitkan dari akun ekuitas laba ditahan.

Barulah laporan laba ditahan bisa dibuat seperti berikut:

Laba ditahan (pada 1 januari tahun berjalan) + laba ditahan/laba bersih (sesuai dengan laporan laba/rugi) – dividen = laba ditahan (31 Desember tahun berjalan)

Soal Contoh Jurnal Penutup

Jika sebuah perusahaan per 31 Desember tahun berjalan adalah RP.200.000.000 dengan pengeluaran biaya gaji (Rp.20.000.000), perlengkapan (Rp.10.00.000), penyusutan perlengkapan (Rp.3.000.000), penyusutan bangunan (Rp.5.000.000), dan beban bunga (Rp.2.000.000). Sedangkan nilai laba ditahan Rp.50.000.000 dan dividen Rp.30.000.000. Maka, bagaimana cara pembuatan jurnal penutupnya?

Berikut cara pembuatan jurnal penutupnya;

jurnal penutup

 

Kesimpulan

Jurnal penutup (closing entry) mengembalikan semua akun ke posisi nol sehingga dapat digunakan untuk pencatatan dan pelaporan keuangan perusahaan pada tahun berikutnya. Dengan jurnal penutup, perusahaan dapat menilai kinerja perusahaan selama periode sebelumnya untuk memperhitungkan langkah perusahaan di periode selanjutnya.

Demikian penjelasan mengenai jurnal penutup yang perlu diketahui. Untuk mempelajari lebih lanjut, Sampoerna University menyediakan program studi Akuntansi yang dianggap sebagai salah satu program terbaik di Indonesia. 

Program ini mempersiapkan lulusannya untuk memulai karir profesional di bidang akuntansi publik, perusahaan dan pemerintahan, perencanaan keuangan pribadi dan analisis portofolio dan konsultasi. Dengan begitu, lulusannya akan memiliki pengetahuan di bidang akuntansi dan bisnis, menjadi seseorang yang berpikiran kritis dan memiliki keterampilan analitis dalam memecahkan masalah. 

Dapatkan informasi terkait program yang ada di Sampoerna University dengan mengisi data dibawah ini dan team kami akan siap melayani Anda.

Article Form

Referensi
Gramedia

X