Skip to main content

Mengenal Lebih Dalam Liabilitas, Jenis, dan Contohnya

By September 24, 2022Januari 15th, 2023Artikel
Mengenal Lebih Dalam Liabilitas, Jenis, dan Contohnya

Jika kamu memiliki bisnis, kamu harus memahami betul betapa pentingnya pencatatan keuangan. Catatan keuangan yang benar akan membuat kamu bijak dalam membuat keputusan yang tepat. Itulah mengapa hal terpenting kamu perlu mempelajari liabilitas. 

Untuk lebih memperdalam mengenai hal tersebut, Sampoerna University memiliki fakultas bisnis yang mendorong mahasiswanya untuk memenuhi kebutuhan akan individu yang cakap dan terlatih untuk mengisi lapangan pekerjaan di sektor manajemen bisnis, perbankan dan jasa keuangan di Indonesia. 

Lalu, apa yang dimaksud dengan liabilitas? Untuk lebih jelasnya, kamu perlu tahu juga apa beda antara aset dan liabilitas. Dengan mengetahui dua istilah ini, kamu akan semakin bisa memahami apa itu liabilitas. 

Perbedaan Antara Aset dan Liabilitas

Tentu saja kamu tidak asing dengan istilah aset. Secara sederhana, aset merupakan semua hal yang dimiliki oleh perusahaan, mulai dari tanah, gedung, alat produksi, dan lain sebagainya. Itu semua disebut dengan aset. Jadi, aset adalah apa yang dimiliki perusahaan.

Di sisi lain, liabilitas merupakan apa yang harus dibayarkan oleh perusahaan. Jadi, arti liabilitas adalah kewajiban yang harus dilakukan oleh perusahaan. Kewajiban ini biasanya berupa hutang kepada pihak lain.

Jadi, jelas kan apa bedanya antara aset dan liabilitas?

Dalam catatan keuangan, liabilitas tidak hanya berupa hutang. Apa saja yang menjadi kewajiban yang harus dibayar perusahaan, terutama kewajiban yang membuat perusahaan mendapatkan timbal balik ekonomi termasuk dalam kategori liabilitas. Contohnya saja beban gaji karyawan. Ada juga kewajiban yang bukan berupa uang, seperti jasa yang harus dilakukan oleh perusahaan kepada pihak lain. Itu semua beberapa contoh dari liabilitas. 

Singkat kata, arti liabilitas adalah kewajiban, yaitu suatu hal yang membuat perusahaan harus mengeluarkan uang atau bentuk lagi untuk pihak lain.

Free photo asian woman working through paperwork

Pahami Apa Saja Karakteristik Liabilitas

Untuk lebih jelas lagi pemahaman kamu mengenai istilah liabilitas, kamu perlu tahu 4 karakteristiknya berikut ini:

1. Pinjaman

Semua jenis pinjaman perusahaan kepada pihak lain termasuk ke dalam liabilitas.

2. Kewajiban

Bukan hanya pinjaman, tapi juga kewajiban perusahaan juga seperti gaji karyawan.

3. Transaksi yang Sudah Terjadi

Jika sudah terjadi transaksi sehingga mewajibkan entitas, maka itu juga harus dicatat sebagai liabilitas.

4. Tanggung Jawab

Tanggung jawab yang harus dilakukan oleh perusahaan juga termasuk liabilitas.

Intinya, liabilitas tidak hanya terpaku pada hutang. Ini yang harus menjadi catatan tersendiri agar kamu tidak salah dalam memahami istilah yang satu ini.

Free photo happy young asia businessmen and businesswomen meeting brainstorming ideas

Baca juga: Ekuitas adalah hal terpenting dalam ekonomi.

Jenis-Jenis Liabilitas yang Kamu Perlu Tahu

Dilihat dari jenisnya, liabilitas dibagi menjadi 2, yaitu short term dan long term liability. Bagaimana penjelasan antara dua jenis ini? Berikut ini penjelasan selengkapnya:

1. Short Term Liability

Yang pertama adalah short term liability. Artinya, ini adalah liabilitas jangka pendek. Dikatakan pendek karena jangka waktu kewajiban yang harus dilakukan oleh pihak perusahaan kurang dari satu tahun. Jadi, ketika ada kewajiban harus dilakukan kurang dari 1 tahun, itu artinya short term liability. 

Dalam dunia akuntansi, liabilitas ini juga disebut dengan utang lancar. Mengapa? Karena biasanya ini berupa utang yang harus terus dibayar secara berkali-kali dalam kurun waktu satu tahun.

Dari penjelasan singkat di atas, maka bisa ditebak kira-kira utang atau kewajiban apa yang masuk ke dalam kategori liabilitas jangka pendek ini. Contohnya saja tagihan listrik dan tagihan air yang biasanya harus dibayarkan 1 bulan sekali. Begitu juga dengan pajak penghasilan dan kredit rekening koran.

Selain itu, gaji karyawan juga termasuk di dalamnya. Pasalnya, ini juga termasuk kewajiban perusahaan yang harus dilakukan atau dikeluarkan setiap bulannya.

2. Long Term Liability 

Lain hal dengan liabilitas jangka panjang atau long term liability. Ini kewajiban yang pembayarannya di atas 1 tahun. Jika short term liability disebut dengan utang lancar, long term liability disebut dengan utang tidak lancar. Contohnya adalah utang obligasi, utang pemegang saham, utang hipotek, dan lain sebagainya.

Itulah dua jenis liability serta contoh-contohnya. Sampai sini, mungkin kamu semakin paham apa yang dimaksud dengan liability karena kamu sudah tahu jenis serta contoh dari masing-masing jenis tersebut. Kira-kira, di perusahaan kamu, ada berapa liabilitas perusahaan?

Free photo businesspeople working in finance and accounting analyze financial graph budget and planning for future in office room.

Fungsi Aset dan Liabilitas dalam Laporan Keuangan 

Dalam laporan keuangan perusahaan, aset dan liabilitas itu dua hal yang sangat penting. Jika kamu pemimpin perusahaan dan ingin membuat keputusan yang tepat, dua hal ini harus dicatat secara tepat.

Aset merupakan liabilitas yang digabungkan dengan ekuitas (siswa uang setelah dikurangi kewajiban yang kemudian akan dikembalikan ke pemegang saham). Jadi rumusnya adalah aset = liabilitas + ekuitas.

Itulah mengapa perusahaan harus menghitung rasio utang terhadap aset dan juga ekuitas agar keuangan perusahaan sehat. Dari sini, bisa disimpulkan bahwa aset dan liabilitas menjadi tolok ukur bagaimana keuangan perusahaan itu sehat sehingga kamu sebagai pemimpin perusahaan bisa membuat keputusan yang tepat.

  • Rasio Utang Terhadap Aset

Agar keuangan perusahaan sehat, maka utang harus tidak boleh melebihi 50% dari aset. Jika total utangnya melebihi angka tersebut, bisa dikatakan perusahaan kamu tidak bisa beroperasi dengan baik. Sebaliknya, ketika total utang kurang dari 50% dari aset, kondisi keuangan perusahaan baik dan kemungkinan perusahaan bisa berjalan dengan lancar.

  • Rasio Utang Terhadap Ekuitas

Bagaimana jika utang dilihat dari ekuitas? Intinya sama. Rasio utang tidak boleh lebih dari 50% dari ekuitas.

Hitung-hitungan tersebut harus dilakukan dan harus sesuai dengan aturan. Ini sangat penting jika kamu ingin memastikan perusahaan berjalan dengan baik. Liabilitas itu sebuah keharusan. Akan tetapi, jangan sampai liabilitas terlalu tinggi sehingga membebani perusahaan. Apalagi jika kamu berniat untuk mengembangkan usaha. Sudah bisa dipastikan rasio utang harus tidak boleh melampaui 50% dari total aset.

Sekarang, kamu bisa mulai mendata ulang berapa liabilitas perusahaan. Itu artinya kamu harus mendata dan menghitung berapa aset dan ekuitas perusahaan. Dari sana, kamu bisa menemukan angka liabilitas.

Setelah itu, kamu bisa hitung berapa hutang yang tepat. Demi lancarnya perusahaan, kamu harus perhatikan rasio hutang atas ekuitas dan juga atas aset. Jangan sampai angkanya lebih dari 50%.

Jika ternyata angkanya di atas 50%, ada baiknya kamu segera melakukan revisi. Jangan sampai hal ini berlarut-larut sehingga operasional perusahaan bisa terganggu. Keinginan kamu untuk mengembangkan usaha pun akan semakin berat untuk dilakukan. 

Agar makin yakin mengembangkan bisnis, tentu perlu mempelajari bagaimana bisnis itu berjalan. Di Sampoerna University, pembelajaran mengenai bisnis ini dapat dipelajari di fakultas Bisnis. Program akademik dalam Fakultas Bisnis dirancang untuk memenuhi kurangnya talenta bangsa dalam sektor ini dan memastikan bahwa semua mahasiswa kami sanggup bersaing untuk pekerjaan di dalam maupun luar negeri. 

Mahasiswa di Fakultas Bisnis memiliki kesempatan belajar yang unik di luar negeri melalui kerja sama kami dengan universitas-universitas di Amerika Serikat. Mereka dapat memilih untuk belajar di luar negeri dan mendapatkan nilai yang bisa langsung masuk ke dalam SKS mereka di Sampoerna University.

Informasi lebih lanjut dapat ditanyakan melalui form dibaawah ini.

Article Form

Referensi:
Wiki

X