Skip to main content

Literasi Digital: Netiket dan Keamanan Internet

By Februari 13, 2022Agustus 15th, 2022Artikel, Artikel - FAS, Artikel - FET, Artikel - FOB, Artikel - FOE, Edukasi
literasi digital - netiket dan keamanan internet

Internet memainkan peran besar dalam kehidupan kita sehari-hari saat ini. Kita bahkan bisa sepakat bahwa tanpa akses internet, banyak kendala yang bisa kita temukan dalam aspek kehidupan kita. Namun, terlepas dari semua hal baik yang dapat diberikan internet, banyak juga resiko yang bisa kita hadapi, terutama jika kita tidak berhati-hati saat menggunakannya.

Oleh karena itu, ada etika dalam menggunakan internet yang perlu kita pahami, terutama ketika kita mengetahui bahwa perilaku online kita dapat berdampak pada diri kita sendiri dan juga orang lain.

Dia awal bulan Februari ini, Sampoerna University berkesempatan untuk berbagi tentang pentingnya etika dalam menggunakan internet kepada siswa SMP Negeri 174 Jakarta. Ms. Putri Yuni Lestari, Dosen Sistem Informasi Sampoerna University, dan Kordinator Tech. Lab. dari Fakultas Teknik & Teknologi (FET), membahas mengenai latar belakang dan data terkait topik literasi digital, seperti kepemilikan perangkat, kecepatan koneksi internet, penggunaan media sosial, dan profil internet kita. Lebih lanjut, Ms. Putri membahas tentang etika menulis email dan bagaimana menggunakan media sosial dengan baik dan bertanggung jawab.

Salah satu yang menarik dari seminar ini adalah pembahasan tentang Netiket. “Netiket, seperti yang mungkin sudah kita ketahui adalah kependekan dari Internet dan Etiket, yaitu cara untuk menunjukkan kesopanan dan rasa hormat kepada pengguna internet lain, seperti yang biasanya kita lakukan di kehidupan nyata,” kata Ms. Putri. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa komunikasi tertulis terjadi tanpa menggunakan bahasa tubuh, nada suara, atau ekspresi wajah, yang berarti dapat terjadi ketidakjelasan tentang apa yang sebenarnya dikatakan seseorang.

Banyak dari kita yang menggunakan internet untuk hiburan, tetapi kita tidak boleh melupakan sopan santun saat menggunakan media sosial dan platform online lainnya. Setiap pengguna internet memiliki tanggung jawab untuk berperilaku baik secara online. Ms. Putri menyebutkan beberapa netiket berikut agar bisa kita ingat sehingga kita bisa menjadi netizen yang lebih baik:

1.  Waspadai apa yang kita posting secara online
2.  Berhati-hatilah dengan apa yang kita katakan
3.  Perhatikan privasi
4.  Hindari berbagi berita palsu
5.  Jujur
6.  Cantumkan sumber saat memposting ulang
7.  Jangan terlibat dalam cyberbullying dan kejahatan internet lainnya
8.  Bagikan pengetahuan dari ahli dan sumber terpercaya
9.  Mengakui dan menghormati keragaman
10. Berhati-hatilah saat berbicara tentang topik kontroversial
11. Berprilaku seperti manusia
12. dan Jangan menyalahgunakan kekuatan yang kita miliki

Di Indonesia, etika pengguna internet perlu mendapat perhatian lebih, mengingat tingginya jumlah pengguna internet yang ada. Riset yang dilakukan Microsoft mengenai Digital Civility Index (DCI) tampaknya menjadi tamparan yang cukup keras bagi netizen di Indonesia. Hasil penelitian di 32 negara dengan 16.000 responden menyatakan bahwa netizen Indonesia adalah netizen yang paling tidak sopan di Asia Tenggara. Inilah sebabnya mengapa sangat penting bagi setiap pengguna internet di Indonesia untuk memahami pentingnya netiket dan menerapkannya dengan benar dalam kehidupan sehari-hari.

Ibu Putri juga menambahkan poin penting tentang keamanan internet. Teknologi baru, seperti komunikasi seluler dan internet, memungkinkan kita mengakses informasi, berbelanja, layanan perbankan, menonton film, dan berkomunikasi dari hampir semua tempat di dunia. Namun, ada juga kelemahan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Mungkin implikasi yang paling berbahaya adalah hilangnya privasi. Hampir setiap kali kita menggunakan internet, ada jejak digital yang tertinggal yang dapat dilacak baik melalui cara legal maupun ilegal. Menurut Ms. Putri berikut adalah beberapa cara agar internet kita tetap aman, sehingga kedepannya kita dapat menghindari masalah di online (dan offline):

1.  Jaga agar informasi pribadi tetap terbatas dan pisahkan dengan informasi profesional
2.  Tetap aktifkan pengaturan privasi
3.  Gunakan safe browsing
4.  Pastikan koneksi internet aman. Gunakan koneksi VPN yang aman
5.  Hati-hati dengan apa yang kita unduh
6.  Pilih kata sandi yang kuat
7.  Lakukan pembelian online dari situs yang aman
8.  Hati-hati dengan apa yang kita posting
9.  Berhati-hatilah dengan siapa kita bertemu online
10. Tetap perbarui program Antivirus kita

Hal terakhir yang ditekankan Ms. Putri terkait keberadaan kita di internet adalah digital wellbeing kita. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan dampak teknologi dan layanan digital terhadap kesejahteraan fisik, mental, dan emosional kita. Mempromosikan penggunaan teknologi yang sehat secara proaktif akan membantu kita menjaga kesehatan mental, fisik, dan emosional yang positif, seperti memantau kebiasaan digital, menetapkan batasan, waktu makan tanpa gadget, mode fokus, memprioritaskan komunikasi secara langsung, mengurangi penggunaan media sosial, dan membuat aturan dasar digital untuk diri kita sendiri.

Di akhir seminar, Ms. Putri memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang apa yang sudah di bahas. Siswa sangat antusias dengan presentasi yang sudah disampaikan, ini terbukti dengan banyaknya pertanyaan menarik yang
diajukan mereka saat sesi Q&A.

Untuk mencapai impian kamu menjadi seorang profesional berprestasi di bidang teknik dan teknologi, mulailah pendidikanmu di Fakultas Teknik dan Teknologi (FET) Universitas Sampoerna. Klik [di sini] untuk mempelajari lebih lanjut tentang fakultas dan semua program studi yang tersedia. Dapatkan kesempatan untuk memenangkan Beasiswa Merit Sampoerna University dengan mengunjungi Open House kami berikutnya! Daftar [disini].

Sumber: Dokumentasi seminar, usa.kaspersky.com, cfds.fisipol.ugm.ac.id, inspiringtips.com, cybersmile.org.

X