Skip to main content

Neraca Keuangan: Arti, Cara Membuat, dan Contoh!

By Agustus 17, 2022September 9th, 2022Edukasi
neraca keuangan

Dalam mengelola bisnis, laporan keuangan adalah salah satu hal yang wajib ada untuk bisa menjalankan bisnis dengan baik. Neraca keuangan (balance sheet) adalah salah satu yang harus tersedia di laporan keuangan.

Lalu sebenarnya apa itu laporan neraca keuangan dan bagaimana contoh neraca keuangan? Simak dalam tulisan berikut ini!

Apa itu Neraca Keuangan?

Dalam KBBI, neraca artinya catatan perbandingan untung rugi, utang piutang, pemasukan dan pengeluaran, dan sebagainya. Artinya, neraca keuangan adalah bagian dalam laporan keuangan perusahaan yang berisi tentang aset, kewajiban pembayaran, dan modal perusahaan.

Dalam hal ini, kondisi keuangan perusahaan akan terlihat apakah sehat atau tidak, dengan melihat kalkulasi pengeluaran dan pemasukan perusahaan. Melalui neraca keuangan perusahaan ini, pemilik modal atau petinggi perusahaan akan bisa tahu kondisi keuangan perusahaan yang sesungguhnya.

Neraca keuangan juga akan jadi salah satu dasar dalam pengambilan keputusan perusahaan, selain juga menjadi gambaran umum kondisi perusahaan saat itu. Apa Saja Komponen dalam Laporan Neraca Keuangan Perusahaan?

Dalam laporan neraca tersebut, ada beberapa komponen yang wajib ada di dalamnya. Hal-hal tersebut meliputi:

  1. Aset atau Aktiva

Dalam laporan neraca, aset ini akan dibagi menjadi dua yaitu aktiva lancar dan aktiva tidak lancar. Aktiva lancar berisi uang kas, surat berharga, piutang, stok, biaya DP, yang artinya aset-aset ini mudah dicairkan atau alih bentuk.

Sedangkan aktiva tidak lancar berisi tanah, gedung, mesin, hak cipta, dan hal-hal lain yang sulit dicairkan.

  1. Kewajiban atau Liabilitas

Kewajiban perusahaan di dalam laporan neraca juga terbagi menjadi dua, yaitu liabilitas jangka pendek dan jangka panjang. Liabilitas jangka pendek atau sering disebut utang lancar adalah tagihan yang pelunasannya tak lebih dari satu tahun, misal tagihan listrik, pajak, gaji karyawan, dan hal-hal lain.

Sedangkan liabilitas jangka panjang atau utang tak lancar adalah yang pembayarannya dalam jangka panjang, misal dana pensiun.

  1. Ekuitas atau Modal

Modal adalah kekayaan yang dimiliki perusahaan, tak peduli itu dari pemiliki maupun dari investor. Ada dua jenis ekuitas, yaitu saham disetor dan laba ditahan.

Saham disetor adalah jumlah kas yang disetor pemegang saham ke perusahaan. Sedangkan Laba ditahan adalah laba perusahaan yang tak dibagikan kepada para pemegang saham.

Manfaat Neraca Keuangan

Front view arrangement of economy elements

Ada banyak manfaat yang bisa didapatkan dari laporan keuangan ataupun pembuatan neraca keuangan bagi perusahaan. Neraca tersebut bisa menjadi dasar analisis pengaruh perubahan kondisi keuangan perusahaan dari tahun ke tahun.

Neraca ini juga bisa jadi alat untuk analisis likuiditas bisnis, mencermati kemampuan membayar dan melunasi utang jangka pendek dengan harta likuid perusahaan. Ini artinya, neraca keuangan juga bisa digunakan untuk melihat kemampuan perusahaan untuk segera melunasi utang jangka pendek sebelum jatuh tempo.

Gambaran umum perusahaan, informasi kesehatan keuangan, jadi syarat mengajukan dana ke investor, dan landasan pengambilan kebijakan juga menjadi beberapa manfaat dari neraca keuangan.

Baca juga: Pengertian Net Present Value, Manfaat, Rumus dan Cara Hitung

Cara Membuat Laporan Keuangan Neraca Perusahaan

Ada beberapa langkah yang harus atau sebaiknya dilakukan dalam pembuatan neraca ini.

  1. Ambil laporan laba dan rugi serta laporan perubahan modal dari perusahaan yang sudah dibuat.

Termasuk juga semua catatan keuangan yang ada, entah itu dokumen transaksi, faktur, atau laporan keuangan waktu tertentu.

  1. Jumlahkan aset yang dimiliki perusahaan, termasuk aset lancar dan aset tidak lancar beserta nominal valuasinya.

Sebaiknya susun satu demi satu berurutan, misal dengan diurutkan tergantung tingkat likuiditas atau kecepatan pencairannya.

  1. Setelah neraca aset selesai, kemudian bisa membuat neraca bagian kewajiban dan ekuitas. Pastikan jumlah aset sama dengan jumlah kewajiban dan ekuitas.

Sebaiknya bedakan kewajiban lancar dan juga jangka panjang, susun berdasarkan tanggal jatuh tempo.

  1. Saat melakukan perhitungan ekuitas, data saham disetor dan laba ditahan sebaiknya sudah disiapkan lebih dahulu.

Masukkan jumlah dana yang saat ini dipegang oleh perusahaan.

  1. Jika perhitungan aset dan kewajiban ditambah ekuitas tak sama, ulangi hitungan dari awal atau cari di bagian mana yang membuat perbedaan tersebut.

Bentuk-Bentuk dan Contoh Laporan 

Arrangement of finances elements and graph

Secara garis besar, laporan neraca keuangan bisa dibagi menjadi dua bentuk, yaitu bentuk Staffel dan bentuk Scontro.

Perbedaan kedua bentuk ini hanyalah pada peletakan komponen-komponen neraca keuangan.

  1. Contoh Laporan Neraca Bentuk Staffel

Dalam bentuk Staffel, semua laporan keuangan ditulis memanjang ke bawah. Rincian aset, kewajiban, dan ekuitas diletakkan berurutan ke bawah, hanya dipisahkan spasi. Ada dua kolom, kolom bagian kiri berisi item, sedangkan bagian kanan berisi nominal dari item tersebut.

Perusahaan yang memiliki jumlah akun banyak adalah yang paling cocok untuk menggunakan bentuk ini. Berikut ini adalah contoh bentuk staffel:

neraca keuangan

  1. Contoh Laporan Neraca Bentuk Skontro

Laporan neraca bentuk Skontro dibuat memanjang ke samping, berisi dua lajur, kanan dan kiri. Pada lajur kiri berisi aktiva atau aset perusahaan beserta nominalnya, dengan jumlah aset ada di bawah sendiri.

Sedangkan lajur kanan berisi kewajiban dan ekuitas yang jumlahnya ada di bawah sendiri, bersanding dengan jumlah aset dan nilainya harus sama.

Pelaku UMKM dan Startup dengan jumlah akun sedikit sangat cocok menggunakan neraca keuangan bentuk ini.

Berikut ini adalah contoh bentuk skontro:

neraca keuangan

Tips Membaca Laporan Neraca Keuangan

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mudah membaca laporan keuangan perusahaan. Pertama, pastikan saldo akhir seimbang, artinya jumlah nominal aset setara dengan jumlah kewajiban ditambah ekuitas.

Kemudian, bandingkan antara piutang usaha dengan utang usaha, dan harus diperhatikan keseimbangan antara dua hal ini. Kemudian, perhatikan saldo kas, atau aset paling cair yang bisa digunakan langsung oleh perusahaan.

Pengawasan ketat juga harus dilakukan terhadap perubahan jumlah nominal dalam kas perusahaan. Selain itu, perhatikan pula saldo persediaan, seperti persediaan barang yang dijual oleh perusahaan.

Lalu, jangan lupa untuk selalu memperhatikan saldo pinjaman pada akun kewajiban. Jika tak ada yang aneh dari hal-hal ini, bisa dibilang neraca keuangan perusahaan sudah dibuat dengan baik atau kondisi keuangan perusahaan berada dalam kondisi yang baik.

Demikian penjelasan mengenai neraca keuangan. Untuk mempelajari neraca keuangan, fakultas bisnis menjadi tujuan yang tepat. Apalagi di Fakultas Bisnis Sampoerna University yang memiliki tujuan untuk memenuhi kebutuhan akan individu yang cakap dan terlatih untuk mengisi lapangan pekerjaan di sektor manajemen bisnis, perbankan dan jasa keuangan di Indonesia. 

Mahasiswa di Fakultas Bisnis memiliki kesempatan belajar yang unik di luar negeri melalui kerja sama kami dengan universitas-universitas di Amerika Serikat. Mereka dapat memilih untuk belajar di luar negeri dan mendapatkan nilai yang bisa langsung masuk ke dalam SKS mereka di Sampoerna University.

Dapatkan informasi terkait program yang ada di Sampoerna University dengan mengisi data dibawah ini dan team kami akan siap melayani.

Article Form

Referensi
OCBC NISP

X