Skip to main content

Pahami ROI agar Tidak Salah Saat Menanam Modal

By Oktober 29, 2022Januari 15th, 2023Artikel
Pahami ROI agar Tidak Salah Saat Menanam Modal

Dalam membangun bisnis, tentu saja kamu membutuhkan modal. Jika modal yang harus kamu keluarkan cukup banyak, kamu perlu menghitung ROI atau Return of Investment terlebih dahulu.

Apa itu ROI? Secara sederhana, ini bisa disebut dengan potensi profit yang bisa kamu dapatkan dari modal awal yang kamu keluarkan untuk membangun bisnis. Ini juga bisa kamu jadikan patokan apakah bisnis yang kamu akan jalankan itu menguntungkan atau justru sebaliknya.

Untuk menghitungnya, dapat dipelajari lebih dalam di program studi Digital Marketing di Sampoerna University. Di jurusan ini akan diberikan pengetahuan dasar tentang pemasaran, serta tak lupa keterampilan untuk bisa melakukan analisis pemasaran, pengambilan keputusan, sampai komunikasi yang efektif kepada semua pihak yang terlibat penjualan.

Untuk lebih lengkap lagi, kamu perlu tahu ROI itu apa, bagaimana cara menghitungnya, serta bagaimana cara meningkatkannya. Tujuannya agar kamu tidak buang-buang uang untuk sebuah bisnis yang ternyata tidak layak untuk kamu jalankan.

Photo fashion beautiful young woman with short hair.strong blonde girl.

Apa itu ROI?

Ada banyak sekali penjabaran apa yang dimaksud dengan ROI. Ada yang mendefinisikan Return of Investment merupakan rasio profitable. Ini menunjuk pada ukuran kemampuan perusahaan dalam mengelola dana untuk mendapatkan profit yang diinginkan atau setidaknya untuk menutup modal yang dikeluarkan.

Ada juga yang menjelaskan dengan kalimat yang lebih sederhana. Return of Investment adalah angka persentase yang diperoleh dari laba bersih perusahaan. Dari penjelasan ini, bisa diketahui bahwa kata kuncinya ada pada laba bersih atau berapa keuntungan yang didapatkan dari modal yang digunakan untuk membangun sebuah perusahaan.

Dari dua penjelasan tersebut, menghitung ROI sebelum mengeluarkan uang untuk membangun bisnis sangatlah penting. Ini sebagai pertimbangan utama apakah sebaiknya kamu serius membangun bisnis atau tidak. Ini bisa dipakai sebagai alat kontrol untuk menentukan bagaimana prospek bisnis ke depan.

Di sisi lain, kamu juga langsung tahu apa saja kelebihan dan juga kelemahan bisnis yang akan kamu jalankan tersebut. Mungkin, setelah kamu tahu ada kelemahan, kamu tetap mau membangun bisnis tersebut. Dengan satu catatan. Kamu harus menutupi kelemahan tersebut. Dengan harapan kelemahan bisa tertutupi bisnis yang bangun benar-benar mendatangkan keuntungan. 

Nah, sekarang semakin jelas bukan apa itu ROI? Setelah tahu apa yang dimaksud dengan Return of Investment dan apa saja manfaatnya, kamu juga harus segera pelajari bagaimana cara menghitung ROI serta faktor-faktor apa saja yang diperlukan.

Free photo front view of piggy bank with coins and growth chart

Faktor yang Mempengaruhi ROI

Kamu akan lebih memahami bagaimana cara menghitung Return of Investment setelah mengetahui faktor atau komponen apa saja yang mempengaruhi ROI. Ada dua faktor yang harus kamu libatkan dalam menghitung ROI; yaitu turnover dan profit margin.

Turnover artinya perputaran. Ini istilah yang digunakan dalam dunia akuntansi untuk menunjukkan seberapa cepat perusahaan menjalankan bisnis. Hasilnya berupa angka seberapa cepat perusahaan menghabiskan modal serta seberapa cepat perusahaan mendapatkan keuntungan. Ini penjelasan paling sederhana untuk menggambarkan apa yang dimaksud dengan turnover. 

Dalam menghitung ROI, tingkat turnover harus dipertimbangkan. Semakin cepat modal diputar, ada kemungkinan cepat pula pendapatan perusahaan. Dengan catatan, perusahaan memiliki strategi yang jitu untuk melakukan penghasilan.

Faktor lain dari Return of Investment adalah profit margin. Bahasa sederhananya adalah keuntungan dari setiap produk yang dijual oleh perusahaan. Biasanya, ada beberapa produk yang dijual. Cara penjualannya berbeda-beda. Ada yang dijual dengan profit margin yang tinggi. Ada juga yang mungkin dijual dengan cashback yang itu artinya profit margin-nya rendah. Ada yang dijual murah dengan syarat adanya pembelian minimum.

Apapun itu caranya, profit margin harus dihitung. Ini menjadi bagian terpenting saat kamu ingin menerapkan rumus ROI. 

Setelah mengetahui dua faktor penentu Return of Investment di atas, kamu akan lebih mudah untuk melakukan penghitungan. Hingga akhirnya kamu akan memperoleh hasil yang obyektif dan memiliki dasar untuk mengambil keputusan, yaitu apakah kamu serius dalam mengimplementasikan ide bisnis yang akan kamu buat atau tidak.

Free photo coins in bottles with trading graph

Cara Mudah Menghitung ROI

Rumus menghitung ROI itu sangat mudah. Berikut ini rumus ROI: 

ROI = Net Profit : Cost of Investment x 100

Net Profit adalah keuntungan bersih dari perusahaan. Sementara itu, cost of investment adalah jumlah modal yang kamu harus keluarkan untuk membangun bisnis.

Misalnya saja kamu membangun bisnis dengan jumlah modal Rp 100.000.000. Sementara itu, ada proyeksi keuntungan perusahaan sebesar 150.000.000. Dari data tersebut, bisa didapatkan nilai ROI sebagai berikut:

(150.000.000:100.000.000)x100= 50%

Itu artinya kamu akan mendapatkan 50%.

Tips Meningkatkan ROI secara Signifikan

Sebelum kamu membangun sebuah bisnis, kamu harus menghitung ROI. Kamu juga tahu bagaimana cara meningkatkan ROI. Dengan harapan, kamu bisa membangun bisnis yang profitable dan terus berkembang. Jangan sampai kamu membangun bisnis yang hanya jalan di tempat atau bahkan gulung tikar. Kemungkinan ini bisa dilihat di awal sebelum membangun bisnis dengan cara menghitung ROI. 

Ada beberapa hal yang biasanya dilakukan untuk meningkatkan ROI, yaitu:

  • Terapkan Metode A/B Testing

Jika kamu sudah lama di bidang bisnis, kamu pasti sudah tidak asing dengan istilah metode A/B Testing. Ini metode percobaan yang dilakukan untuk memastikan apakah sebuah produk sudah sesuai dengan kebutuhan konsumen atau tidak.

Dalam A/B Testing yang berhubungan dengan ROI, kamu bisa menaikkan brand awareness. Tujuannya agar lebih banyak konsumen yang mencoba produk. Diharapkan, semakin banyak juga orang yang tertarik. Atau setidaknya semakin banyak orang yang memberikan feedback sehingga kamu tahu bagian mana yang harus dilakukan improvisasi.

  • Menentukan Goal yang Jelas

Agar ROI meningkat, tentukan tujuan atau goal yang jelas. Misalnya, berapa jumlah penjualan yang ingin ditargetkan dalam satu kuartal. Ini tidak hanya akan memicu tim penjualan untuk meraih target yang sudah ditentukan tapi juga meningkatkan ROI.

  • Temukan Ciri Khas Produk

Apa yang harus kamu lakukan agar penjualan meningkat begitu juga dengan ROI? Tentukan ciri dari produk yang kamu jual yang beda dengan produk kompetitor lainnya.

  • Memperkuat Sisi Marketing

Tidak ada penjualan yang hebat tanpa strategi marketing yang kuat. Manfaatkan semua channel marketing yang menurut kamu efektif, seperti website, marketplace, media sosial, dan lain sebagainya. Jika diperlukan, jalin kerja sama dengan para influencer. 

  • Mengetahui Waktu yang Tepat Menaikkan Harga

Menaikkan profit tidak selalu dengan cara menaikkan kuantitas produk yang dijual. Bisa saja ini dilakukan dengan cara menaikkan harga. Dengan cara ini, kamu tidak perlu menaikkan jumlah produk yang harus terjual. Hanya saja, kamu harus tahu kapan waktu yang tepat untuk menaikkan harga.

Itulah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menaikkan ROI. Jadi, sudah siap untuk mendapatkan profit dari setiap rupiah yang kamu investasikan? Yang pasti, hitung dulu ROI-nya baru kemudian kamu bisa memastikan langkah apakah benar-benar ingin membangun sebuah bisnis yang selama ini sudah kami pikirkan atau tidak.

Untuk lebih jelasnya, Sampoerna University membuka program studi Digital Marketing yang akan sangat membantu dalam analisis pemasaran, pengambilan keputusan, sampai komunikasi yang efektif kepada semua pihak yang terlibat penjualan. Selain itu, konsep-konsep tentang psikologi, multimedia, hingga antropologi juga akan dipelajari di dalam program studi ini.

Informasi lainnya silakan mengisi form dibawah ini dan tim admisi kami akan segera menghubungi.

Article Form

Referensi:
Jurnal.id

X