22 Sep 2022

Pengertian User Flow, Perbedaan, dan Contohnya

Artikel,

Artikel - FOB,

Memahami user flow yang secara umum disebut sebagai serangkaian tugas dan langkah yang perlu dilalui para pengguna. Langkah ini dimulai dari awal hingga akhir, sesuai dengan porsinya dengan tujuan bisa menjalankan suatu fungsi atau fitur yang dipakai pada saat itu juga. Penggunaan ponsel atau di era sekarang disebut dengan smartphone menjadi contoh sederhananya.

Mulai dari menyalakan ponsel, kemudian menjalankan aplikasi contohnya seperti chat ketika akan mengobrol dengan teman atau ingin mengabari sesuatu. Tentu ada langkah-langkah yang harus dilalui lebih dulu, termasuk membuka aplikasi mencari nomor teman dan kemudian menuliskan pesan teks untuk dikirimkan sehingga tercipta adanya obrolan tertulis.

Pengertian User Flow

Dalam prosesnya mengirim pesan obrolan, seseorang akan terlebih dahulu membuka aplikasi yang akan digunakan. Lalu memilih kontak atau chat room yang dituju, menuliskan pesan hingga kemudian mengirimkan pesan ke kontak yang dipilih. Begitulah ilustrasi dari user flow, apabila dilihat dari pengertian user flow adalah langkah atau proses dalam penggunaan suatu aplikasi.

Biasanya proses penggunaan aplikasi ini dilakukan ketika seseorang akan melakukan tugas tertentu. Langkah yang dilakukan berupa alur dari titik awal ke titik akhir dan wujudnya semua berupa tindakan. Langkah-langkah yang kemudian divisualisasikan ke dalam bentuk diagram, sehingga kemudian disebut dengan user flow diagram.

User flow disebut juga dengan alur pengguna, mengacu terhadap serangkaian langkah yang harus dilakukan pengguna situs web atau aplikasi dalam menyelesaikan tugas. Alur pengguna ini didasarkan pada satu set, perintah program yang menguraikan kerangka jalur atau perjalanan yang diambil pengguna ketika berinteraksi dengan aplikasi, perangkat lunak atau fitur situs web.

Saat alur pengguna dioptimalkan harus didasarkan pada kebutuhan pengguna, bisa untuk mengesampingkan banyak proses online untuk digunakan dalam bisnis dan menghasilkan pendapatan. Selain itu apabila bisnis menjual sebagian besar produk dan layanan secara online, alur pengguna bisa menjadi alat penting untuk mengubah kesan pengunjung.

Mengapa User Flow Penting?

Meski terlihat mudah, tak jarang poin ini malah dilewatkan saat membuat perancangan penggunaan website dan aplikasi. Untuk memahami apa itu alur pengguna perlu diketahui dahulu alasan mengapa alur pengguna ini sangat penting. Berikut ini beberapa alasan yang menjelaskan mengapa user flow itu penting dan dibutuhkan bagi para pengguna.

Komunikasi

Ketika sebuah produk dibuat, orang yang terlibat tidak hanya bertugas sebagai desainer namun juga pihak lain di dalam perusahaan. Sebagaimana caranya menjelaskan perjalanan pengguna saat menggunakan produk, salah satu cara yang dipakai adalah dengan alur pengguna. Sementara diagram akan mudah dipahami oleh siapa saja, karena itulah penting untuk komunikasi.

Dokumentasi

Ketika proses desain produk berjalan, tentu akan memunculkan sebuah diskusi dan inilah yang menciptakan berbagai perubahan. Jika produk yang sedang dibuat, sementara desainer merasa bingung di sinilah alur pengguna digunakan. Bertindak sebagai pencatat hasil akhir atau rapat atau diskusi yang dilakukan.

Fokus Pada User, Bukan Desain

Keinginan, ekspektasi dan aspek lain dari pengguna harus dipertimbangkan ketika membuat produk karena untuk menjaga user experience. Selain itu membuat para pengguna nyaman dengan produk yang dibuat, lewat diagram pengguna bisa muncul dalam proses desain produk. Perjalanan sejak awal hingga akhir, akan membuat fokus desain berupa pengalaman.

Perbedaan User Flow dan User Journey

Dalam dunia web developing, tak hanya dikenal user flow tetapi juga istilah lain seperti user journey. Keduanya tentu berbeda, masing-masing memiliki penjelasan dan berikut ini penjelasan singkat mengenai perbedaan user flow dan user journey. Dimulai dari persamaannya terlebih dahulu, keduanya sama-sama membahas mengenai target atau user flow ux yang direncanakan.

Selain itu persamaan lainnya adalah keduanya merupakan bantuan bagi tim dalam membangun aplikasi atau website dengan lebih memahami bagaimana rencana yang akan dibuat. Kemudian yang terakhir adalah user persona, atau identitas user sebagai salah satu elemen pelengkap. Sementara perbedaan user flow dan user journey terdapat beberapa seperti berikut.

  • Cakupan user journey lebih luas ketimbang cakupan yang dimiliki oleh user flow.
  • Secara spesifik, user flow membahas bagaimana pengguna melakukan sebuah aktivitas dalam website atau aplikasi.
  • Sementara user journey membahas nyaris dari keseluruhan isi website hingga kemungkinan aktivitas yang bisa dilakukan di dalamnya.
  • User journey meliputi bagaimana seorang pengguna menemukan halaman website, seperti pengguna melihat iklan yang mengarah ke situs.
  • Seperti pengguna melihat iklan yang mengarah ke situs, kemudian mereka melakukan klik, lalu dapat merencanakan apa yang terjadi saat user sudah ada dalam situs.
  • User flow merupakan salah satu jenis diagram yang termasuk di dalam user journey, perbedaan besar yang dapat ditarik adalah cakupan yang dirancang dalam setiap pembahasan.

Baca juga: Customer Experience: Arti, Contoh, dan Cara Membangunnya

Jenis Diagram User Flow

user flow

Task Flow

Merupakan jenis diagram flow yang biasa digunakan dalam menggambarkan satu pekerjaan dengan satu tujuan. Apa yang dilakukan dalam mencapai satu tujuan tertentu, dan karena inilah diagram task flow memiliki peran dalam membantu dari jenis-jenis user flow yang ada.

Wire Flow

Wire flow lebih tepat disebut sebagai kombinasi antara diagram dengan wireframe, tak hanya alur pekerjaan saja yang bisa ditampilkan. Namun alur kombinasi ini juga mampu menampilkan bentuk antarmuka aplikasi atau website.

User Flow

Apabila dibandingkan dengan dua jenis diagram yang sudah disebutkan sebelumnya, jenis diagram ini dapat dikatakan memiliki bentuk yang paling lengkap. Diagram user flow tak hanya menampilkan perjalanan user dari titik masuk ke titik akhir. Diagram ini juga memperlihatkan bagaimana pilihan yang dapat dipilih bagi para pengguna.

3 Contoh User Flow

E-commerce

Asumsikan situs E-commerce yang menjual pakaian untuk merancang dan menerapkan alur pengguna, khususnya dalam membuat situs lebih mudah dinavigasi. Tujuan utama kemungkinan akan meningkatkan total penjualan, tim desain yang pada akhirnya berkolaborasi mengenai bagaimana membuat proses pembelian lebih efisien, khususnya bagi para pengguna.

Tim desain bisa membangun itu untuk memasukkan lebih banyak aspek navigasi situs atau lebih banyak opsi untuk pencarian produk di dalam situs. Tergantung pada kebutuhan pengguna yang diantisipasi, bisnis e-commerce mampu merancang aliran pengguna dalam menyediakan berbagai jalur pengguna yang beda.

Aplikasi Permainan

Contoh ini bisa menggunakan tim pengembangan aplikasi game untuk membuat sebuah aplikasi trivias sederhana yang bisa dioperasikan perangkat seluler. Kemungkinan adanya penguraian alur pengguna, sesuai dengan layar awal, opsi permainan hingga pengaturan. Kemudian mempertimbangkan tindakan yang harus diambil pengguna ketika memakainya.

User flow diterapkan untuk melayani pengguna, yang hasilnya membuat pengguna tetap terus bermain game. Pengembang aplikasi mungkin memasukkan pembelian dalam game, iklan berbayar hingga pengembangan game untuk pembelian ketimbang adanya versi gratis. Pengembang aplikasi mungkin mempertimbangkan cara memenuhi tujuan pendapatan hingga kebutuhan pengguna.

Langganan Majalah Online

Majalah online bisa diasumsikan sebagai salah satu contoh user flow, mulai dari bagaimana pelanggan melakukan pembayaran dan bagi yang tidak melakukan pembayaran. Selain itu juga adanya pengembangan alur bagaimana para pembaca gratis, meski bisa membuat kehilangan beberapa majalah namun masih memenuhi sasaran pendapatannya karena efisiensi.

Bagaimana Cara Meningkatkan User Flow

user flow

Kunci dalam melakukan adanya peningkatan user flow adalah menampilkan informasi yang dibutuhkan bagi para pengguna di waktu yang tepat. Karena itu diperlukan pemahaman dan pengetahuan mengenai jumlah minimal informasi yang perlu ditampilkan. Tujuannya dalam mengurangi jumlah klik yang harus dilakukan para pengguna dalam mencapai tujuan.

Untuk bisa melakukan hal tersebut, terdapat 3 hal yang perlu dilakukan yakni membuat flow diagram, visualisasikan alur hingga menjelaskan apa saja yang harus dilakukan pengguna dalam setiap langkahnya. Para pengguna tidak harus melewatkan kesempatan dalam mendorong user untuk melakukan tindakan yang diinginkan.

Demikian penjelasan mengenai user flow, mulai dari pengertian, alasan penting adanya user flow hingga contoh yang bisa dilihat. Sampoerna University menghadirkan program Desain Komunikasi Visual, program multidisiplin di lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi dengan memanfaatkan teknologi dalam pengajaran dan pembelajaran.

Sampoerna University menerapkan sifat multidisiplin dari program yang dijalankan, para mahasiswa akan memperoleh pengetahuan inti dalam desain, pemrograman, pembuatan prototipe hingga pengenalan bisnis serta kewirausahaan. Sampoerna University menerapkan program pembelajaran berbasis proyek yang digerakkan oleh teknologi.

Untuk informasi lebih lanjut terkait pendaftaran, kurikulum, kunjungan, dan informasi seputar Sampoerna University silakan mengisi data di bawah ini.

[formidable id=8]

Referensi

Glints

Recent More

Mengenal Metode Waterfall, Pengertian dan Tahapan

Apr, 05 2024

Mengenal Jurusan Teknik Industri & Prospek Kerjanya - Teknik Industri merupakan jurusan multidisiplin yang...

Mengenal Jurusan Teknik Sistem Informasi & Prospek Kerjanya di Era Digital - Sampoerna University

Apr, 05 2024

Jurusan Teknik Sistem Informasi - Salah satu jurusan yang memiliki peran yang makin penting...

Mengenal Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) & Prospek Kerjanya - Sampoerna University

Apr, 05 2024

Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) - Bagi kamu yang memiliki jiwa seni dan senang...

Admission
Admission
Schedule a Visit
Schedule a Visit
Contact Whatsapp
Contact Whatsapp