Skip to main content

Mengenal Product Life Cycle Bagi Kelangsungan Perusahaan

By November 25, 2022Januari 15th, 2023Artikel
product life cycle

Product Life Cycle sangat dibutuhkan untuk menjaga kelangsungan dari pertumbuhan sebuah perusahaan. Perusahaan sendiri akan melakukan serangkaian penelitian sebelum merilis produknya ke pasaran.

Biasanya, manajer profesional dan pemasaran akan mencermatinya terlebih dahulu. Ini dilakukan untuk menjadwalkan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan produk itu sendiri. Untuk itu, belajar di program studi Kewirausahaan Sampoerna University menjadi salah satu langkah yang tepat untuk menjadi manajer profesional.

Selama perusahaan bisa mengaturnya dengan benar, perusahaan bisa mengukur seberapa baiknya produk yang dikeluarkannya. Bahkan, mengetahui kapan sebaiknya perusahaan menelurkan produk baru sebagai pengganti dari produk lama yang sudah kurang memberikan hasil.

Untuk memahami lebih jelas mengenai istilah tersebut, mari kenal lebih dekat tentang apa itu Product Life Cycle, tahapannya hingga faktor yang mempengaruhinya. Berikut ini penjelasannya.

Apa Itu Product Life Cycle?

product life cycle

Product Life Cycle adalah lamanya waktu dari suatu produk diperkenalkan untuk pertama kalinya pada konsumen hingga produk ditarik dari pasar. Istilah ini disebut juga dengan siklus hidup sebuah produk.

Sementara Product Life Cycle Management adalah sebuah konsep penting yang ditujukan untuk memberikan pemahaman lebih jelas mengenai dinamika produk secara kompetitif. Konsep ini digunakan untuk mengetahui kemampuan produk dalam bersaing di pasaran.

Sebelum semuanya berlangsung, perusahaan akan menggali berbagai informasi. Perusahaan akan melakukan sebuah penelitian terlebih dahulu mengenai suatu produk yang direncanakan untuk dikeluarkan.

Setelah melakukan penelitian, perusahaan akan mulai melakukan pengembangan. Kemudian, membuat desain sedemikian rupa hingga produk berhasil dibuat.

Jika produk yang dikembangkan ini memang punya potensi yang menguntungkan, produk akan diproduksi secara masal. Kemudian dirilis ke pasar. Saat itulah, siklus hidup sebuah produk mulai berjalan.

Di samping itu, perusahaan pun akan memulai berbagai hal yang ditujukan untuk mempertahankan produk selama mungkin. Strategi yang digunakan bisa berubah. Tergantung pada posisi produk yang berada di pasaran.

Tahapan-Tahapan Product Life Cycle

Setiap produk akan memiliki siklus hidupnya masing-masing. Siklus ini terbagi menjadi beberapa tahapan. Tahapannya sebagai berikut:

  • Perkenalan Produk

Setelah perusahaan mantap untuk memproduksi produk, perusahaan akan mulai langkah awalnya untuk merilis produk. Ini dimulai dengan memperkenalkan produk ke tengah masyarakat.

Pengenalan produk ini membutuhkan investasi yang cukup besar. Anggaran yang disediakan akan dialokasikan untuk kampanye marketing dan periklanan.

Tujuan utamanya adalah mengenalkan produk barunya ke tengah masyarakat. Dari sinilah awal dari masyarakat mengenal produk hingga memanfaatkannya.

  • Produk Mulai Berkembang

Tahapan dari Product Life Cycle selanjutnya adalah pertumbuhan atau perkembangan. Ini hanya akan terjadi ketika masyarakat mulai sadar atas keberadaan dari sebuah produk.

Kesadaran masyarakat ini tidak lepas dari upaya tenaga pemasar yang melakukan marketing sebelumnya. Setelah itu, barulah produk ini menunjukkan perkembangannya. Ini ditandai dengan naiknya permintaan pasar, naiknya produksi hingga bertambahnya stok produk di tengah masyarakat.

  • Kematangan Produk

Tahapan selanjutnya adalah kematangan produk. Ini merupakan tahapan yang sangat diharapkan oleh sebuah perusahaan.

Betapa tidak, tahapan ini menggambarkan bahwa produk yang dirilis memang sudah dimanfaatkan oleh masyarakat. Tentunya, perusahaan bisa menghemat biaya pemasaran dan biaya produksi.

Di samping itu, perusahaan sudah mengantongi keuntungan dari penjualan produk tersebut. Bahkan, mendapati keberhasilan penjualan pada puncaknya.

  • Penurunan Pemakaian Produk

Tahapan selanjutnya adalah penurunan produk. Ini ditandai dengan kehilangan pasar secara bertahap.

Secara tidak langsung, ini juga mempengaruhi pada penurunan kualitas dan harganya. Karena, produknya sudah mulai kurang kompetitif di tengah persaingan.

Faktor yang Berpengaruh Dalam Product Life Cycle

product life cycle

Meskipun secara garis besar tahapan Product Life Cycle ini sudah jelas, tetapi ada faktor lain yang bisa mempengaruhi pencapaian produk yang direncanakan. Ini semua tidak bisa dikendalikan oleh produsen dan menjadi sinyal bahaya. Di antara faktor yang berpengaruh sebagai berikut:

  • Teknologi Semakin Berkembang

Perkembangan teknologi sangat mempengaruhi pada eksistensi sebuah produk. Semakin banyak temuan dari ilmuwan atau pakar, ini membuat produk bisa ditinggalkan.

Contoh Product Life Cycle adalah mesin tik. Dulunya sangat dikenal dan dibutuhkan untuk kebutuhan menulis.

Setelah pakar atau ilmuwan menemukan komputer, mesin tik mulai ditinggalkan. Karena, komputer menjadi salah satu teknologi baru yang mampu menggantikannya dengan sangat baik.

  • Tren Yang Selalu Berubah-Ubah

Pandangan dari masyarakat juga ikut mempengaruhi pada keberadaan sebuah produk. Hal ini pun tidak bisa dikendalikan oleh produsen atau perusahaan.

Contohnya adalah pandangan mengenai mode lama yang dianggap kuno akan mempengaruhi keputusan orang lain. Hal ini sekaligus membuat masyarakat ingin memperbaruinya ke produk baru.

Ini dicontohkan dengan ponsel lama yang belum support dengan internet atau layanan lainnya. Kini, ponsel lama terpinggirkan dengan adanya ponsel pintar.

  • Banyaknya Pesaing

Siklus hidup sebuah produk bisa berlangsung singkat ketika produk tersebut bisa ditiru dengan mudah. Karena, hal ini akan membuat produk lebih bervariasi sehingga masyarakat bisa memilih produk sekehendak hati.

Masuknya pesaing di area yang sama jelas membuat persaingan semakin ketat. Tidak jarang jika produk yang dinilai tidak memiliki nilai tambah akan tergeser begitu saja.

  • Permintaan Pasar

Secara umum, permintaan pasar yang tinggi menunjukkan ketertarikan dari masyarakat terkait produk. Tentunya, ini bisa membuat perusahaan untung dengan menjualnya.

Hanya saja, menyediakan produk yang terlalu besar dan cepat hanya akan membuat produk tidak bertahan lama. Karena, masyarakat mungkin tidak melihat nilai yang terdapat pada produk.

Berbeda jika produk tersebut dikeluarkan secara bertahap. Pandangan masyarakat bisa melihat ada nilai tambah dari produk. Produknya akan ditunggu sehingga mampu bertahan lebih lama.

  • Keadaan Ekonomi

Keadaan dari ekonomi di tengah masyarakat sangat berpengaruh pada Product Life Cycle. Ketika ekonomi masyarakat mapan, pelanggan akan tetap setia untuk menggunakan produk.

Sebaliknya jika kondisi ekonominya menurun, masyarakat biasanya akan mencari alternatif. Artinya, pelanggan perusahaan mulai hilang dan produk mulai ditinggalkan.

  • Hak Paten

Salah satu kunci utama dari perusahaan yang ingin menjaga produknya tetap dikenal dan dibutuhkan adalah dengan meraih hak paten. Hak paten ini dimaksudkan untuk melindungi kekayaan intelektual.

Resep atau komposisi dari sebuah produk tidak bisa ditiru atau digunakan oleh sembarang pesaing. Pada akhirnya, timbullah keunikan yang membuat produk ini hanya dimiliki oleh satu perusahaan saja.

Kesimpulannya, Product Life Cycle ini menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan produk yang dikeluarkan oleh perusahaan. Setiap perusahaan akan melakukan penelitian terlebih dahulu sebelum memastikan produknya diproduksi dan dipasarkan ke tengah masyarakat.

Ketika produknya mulai menurun, perusahaan akan mencari produk baru lagi yang digunakan sebagai penggantinya untuk menjaga bisnis tetap berjalan.

Di Sampoerna University, kamu dapat mempelajari bagaimana menjalankan product life cycle melalui program studi Kewirausahaan. Sebab, lulusannya akan mendapatkan gelar manajemen dengan konsentrasi dalam kewirausahaan memberikan gambaran kepada Anda mengenai ide-ide terbaru dalam penciptaan usaha baru, pembiayaan, pertumbuhan dan inovasi.

Untuk informasi lebih lanjut terkait pendaftaran, kurikulum, kunjungan, dan informasi seputar Sampoerna University silakan mengisi data di bawah ini.

Article Form

Referensi

Glints

X