Skip to main content

Memahami Prototype Lebih Dekat dan Manfaatnya Bagi Industri

By September 10, 2022Januari 15th, 2023Artikel, Artikel - FOB
Memahami Prototype Lebih Dekat dan Manfaatnya Bagi Industri

Prototype sangatlah penting di dunia industri manapun, terutama di teknologi. Seorang pengembang akan membuat rancangan sebagai permodelan kerja sebelum menyelesaikan pembuatan sebuah produk dan merilisnya.

Adanya permodelan kerja seperti ini membuat pengembangan sebuah produk berjalan lebih sempurna. Pada akhirnya, produk yang dikembangkan akan menjadi lebih sempurna.Tentunya dalam pengembangannya, diperlukan pendalaman dari sisi pengguna atau user. Di jurusan Digital Marketing Sampoerna University, mendalami sisi calon pengguna atau pelanggan menjadi salah satu fokus yang akan dipelajari.

Lantas, apa itu prototype? Apa saja manfaatnya bagi sebuah industri? Mari ulas satu persatu di bawah ini.

Apa Itu Prototype?

Prototype berasal dari dua kata berbahasa Yunani. Yakni, Protos (yang pertama) dan typos (pola atau impresi).

Dengan kata lain, prototype adalah sebuah model orisinil dari sesuatu yang sedang dikembangkan atau dipolakan oleh seorang developer. Tujuannya agar sesuatu yang dikembangkan bisa menjadi produk yang sempurna. Atau, menjadi sebuah produk yang mana sesuai dengan kebutuhan serta permintaan pasar.

Adanya rancangan awal ini memungkinkan developer dapat mempresentasikan ide produk kepada klien dengan sangat meyakinkan. Bahkan, developer bisa memberikan gambaran jelas mengenai suatu produk ke depannya.

Tidak hanya itu saja, penyempurnaan dari suatu rancangan ini bisa dilakukan dengan menerima masukan dari klien. Dengan begitu, produk jadi akan sesuai dengan permintaan klien atau pemilik industri ke depannya.

Contohnya, klien meminta untuk menambah beberapa fitur untuk melengkapi sebuah produk berbentuk barang elektronik. Fitur tersebut dimaksudkan agar fungsinya lebih lengkap sehingga bisa memiliki nilai lebih dan menonjol di pasaran.

Dari penjelasan ini bisa disimpulkan jika prototype produk adalah sebuah metode dalam pengembangan sebuah produk tertentu. Yakni, dilakukan dengan membuat rancangan, sampel, hingga model yang ditujukan untuk menilai proses kerja dari produk yang akan dibuat.

Dengan kata lain, ini bukanlah produk final yang akan dirilis. Melainkan, hanya sebatas kerangka awal yang nantinya disempurnakan hingga menjadi produk jadi.

asian businessmen and businesswomen meeting brainstorming ideas about creative web design planning application and developing template layout for mobile phone project working together in small office.

Manfaat Prototype

Membuat prototype sendiri sangatlah penting bagi pengembang dan pemilik industri. Manfaatnya sangatlah besar. Di antara manfaatnya sebagai berikut:

  • Menghemat Biaya Produksi

Pembuatan produk memerlukan biaya tidak sedikit. Setiap industri tentu akan memikirkan tentang apakah produknya ini bisa diproduksi sempurna atau tidak. Karena, produksi produk yang lebih baik berpengaruh pada penjualan ke depannya.

Setiap industri tentunya tidak ingin mengambil risiko terlalu besar dengan membuat produk begitu saja. Tetapi, setiap industri butuh sebuah rancangan yang pasti agar pembuatan produk ini tidak mengalami kegagalan.

Untuk itulah, membuat prototype menjadi pilihan yang bijaksana. Pembuatannya memungkinkan pada penghematan biaya dan waktu. Karena, adanya prototype memungkinkan pelaku bisnis atau perusahaan dapat membuat produk dengan sempurna.

  • Memudahkan Presentasi Produk

Dalam menjalankan bisnis, terkadang kamu dihadapkan pada biaya. Pembiayaan atas pembuatan produk ini biasanya diatasi dengan menemukan investor yang tepat.

Nah, investor tentunya tidak mau menanamkan modal jika produk yang akan dibiayai pembuatannya kurang meyakinkan. Untuk itulah, pengembang biasanya memerlukan sebuah prototype untuk mempresentasikan idenya agar investor tertarik.

  • Menjadi Acuan Untuk Pengembangan Produk

Manfaat yang kamu dapatkan ketika memiliki prototype adalah memungkinkan pada pengembangan sebuah produk. Pasalnya, kamu bisa terus mengevaluasi terkait konsep produk yang akan dibuat ke depannya.

Ketika menemukan kekurangan, kamu bisa mencari solusinya. Pada akhirnya, produk yang akan dibuat nantinya akan lebih sempurna.

  • Memberi Visi Lebih Nyata

Sebuah produk berawal dari ide atau gagasan dari pengembang. Ide awal tentunya belum memberikan kepastian tentang wujud dari produk itu sendiri.

Jika kamu ingin mewujudkannya, kamu butuh sebuah konsep atau rancangan mengenai produk tersebut. Setidaknya dengan konsep ini, kamu bisa memastikan bahwa idenya bisa direalisasikan tanpa ada kekurangan.

  • Menjadi Wadah Keinginan Pengguna

Setiap produk akan berhasil di pasaran ketika produk tersebut memang menjawab kebutuhan pengguna. Pengembang tentunya akan mempertimbangkan hal tersebut sebelum memutuskan untuk membuatnya.

Melakukan survei hingga menggali beberapa masukan dari orang lain akan dilakukan. Dengan informasi ini, rancangan produk akan masuk ke tahap final. Pada akhirnya, pengembang siap untuk membuat produk jadi dan merilisnya di pasaran.

Photo ux ui design process for modish mobile application and website

3 Contoh Prototype

Terdapat 3 contoh prototype produk yang menjadi dasar dari pembuatannya. Metode pembuatannya sebagai berikut:

  • Paper Prototyping (Low-fi)

Pada awalnya, pembuatan prototype memanfaatkan kertas. Pengembang akan menggambar konsep produk dalam gambar dua dimensi. Dan ini dilakukan sebelum menguji ide dari produk itu sendiri.

Kelebihannya, pembuatannya jauh lebih mudah. Kemudian, biayanya pun sangat murah.

Di samping itu, dokumentasi dari prototype ini pun bisa dilakukan dengan cepat. Malahan, revisi bisa ditulis secara langsung.

  • Digital Prototype

Contoh prototype yang selanjutnya adalah Digital Prototype. Metode pembuatannya sudah memanfaatkan kecanggihan teknologi.

Sebuah aplikasi serta perangkat lunak dibutuhkan untuk membuatnya. Tentunya, jenis ini bisa memberikan gambaran lebih jelas sewaktu dilakukan pengujian.

Kelebihan utamanya, metode ini lebih fleksibel serta aktivitas komputasinya lebih cepat. Namun dibalik itu, ada kekurangannya. Pengembang harus mempelajari terlebih dahulu tentang cara mengoperasikan perangkat lunak dan cara membuat desainnya.

  • HTML Prototype

Seperti namanya, pembuatan dari prototype ini akan menggunakan sebuah kode yang rumit. Hanya pengembang terampil yang biasanya menggunakannya.

Kelebihannya, biayanya lebih rendah serta proses pengujiannya jauh lebih mudah. Alasannya, pengujian bisa dilakukan di semua sistem komputer tanpa membutuhkan perangkat lunak tambahan.

Sementara kekurangannya, sumber daya manusia terbatas. Artinya, pengembang yang memiliki kemampuan untuk menguasai kode-kode dan komputasi tidak begitu banyak.

Kesimpulannya, prototype begitu penting bagi berbagai industri terutama teknologi. Karena konsep ini bisa mendukung pada developer dan klien untuk berkolaborasi dalam menciptakan sebuah produk jadi yang terjamin kualitas dan fungsinya.

Dengan mempelajari sisi psikologi, multimedia, hingga antropologi di program studi Digital Marketing Sampoerna University, prototype yang dibuat akan lebih tepat guna. Selain itu, di program studi ini, lulusannya juga akan memiliki banyak prospek pekerjaan setelah lulus. Salah satunya ialah menjadi seorang Product Manager. 

Sebab, gelar Manajemen Umum dengan Konsentrasi Pemasaran digital dari Sampoerna University bisa memberikanmu pengetahuan dasar ilmu pemasaran, keterampilan analisis pemasaran, pengambilan keputusan, hingga komunikasi efektif dengan pihak-pihak lain dalam organisasi.

Ingin tahu lebih lanjut informasi mengenai program studi Digital Marketing ini? Silakan tanyakan melalui form di bawah ini.

Article Form

 

X