Skip to main content

Sistem Ekonomi Liberal: Pengertian, Kelebihan dan Kekurangan

By Juni 25, 2022Agustus 15th, 2022Artikel, Artikel - FOB, Edukasi
sistem ekonomi liberal adalah

Setiap negara pasti akan menerapkan sistem ekonominya masing-masing untuk mengatur kegiatan ekonominya sendiri. Sistem ekonomi itu sendiri terbagi menjadi berbagai macam jenisnya. Namun, salah satu sistem ekonomi yang banyak dikenal adalah sistem ekonomi liberal. 

Pada dasarnya sistem ekonomi liberal ini sama dengan sistem ekonomi kapitalis dimana masyarakat diberi kebebasan. 

Namun, sistem ekonomi ini kerap dianggap tidak berpihak kepada masyarakat dengan status ekonomi menengah ke bawah meskipun diberi kebebasan. Mengapa demikian? Berikut adalah penjelasan mengenai sistem ekonomi liberal. 

Apa Itu Sistem Ekonomi Liberal?

Sistem ekonomi liberal dapat disebut juga dengan sistem kapitalis. Jadi sistem ekonomi liberal adalah sistem ekonomi yang memberikan kebebasan terhadap masyarakatnya untuk melakukan aktivitas ekonomi dan mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya. Sistem ini juga menjunjung tinggi hak kepemilikan individu dan persaingan pasar. 

Seluruh masyarakat, terutama yang memiliki modal besar berhak untuk meraup keuntungan sebanyak-banyaknya dari kegiatan ekonomi ketika sistem ekonomi liberal diterapkan.

Tujuan diterapkannya sistem ekonomi liberal ini pada awalnya adalah untuk membebaskan masyarakat dari aturan-aturan yang telah diterapkan oleh pihak tertentu. 

Dalam sistem ini, pemerintah hanya bertugas untuk mengawasi kegiatan ekonomi yang terjadi di suatu negara. Pemerintah hanya akan memberikan fasilitas untuk masyarakat untuk melakukan aktivitas ekonomi. Lantas siapa yang mengatur kebijakan? Jadi, dalam sistem ekonomi liberal kebijakan ekonomi diatur oleh masyarakat atau pasar sendiri. 

Hal tersebutlah yang menjadi perbedaan antara ekonomi liberal dan sistem ekonomi campuran, yaitu peran pemerintah. Di ekonomi campuran, pemerintah masih bisa membuat kebijakan untuk mengintervensi kebebasan masyarakat. 

Meski memberikan kebebasan kepada masyarakat, salah satu kerugian sistem ekonomi liberal adalah mengakibatkan kesenjangan status sosial. Sebab, si pemilik modal yang umumnya adalah orang kaya dapat meraup keuntungan sebesar-besarnya. Sedangkan yang tidak memiliki modal aktivitasnya terbatas. 

Ciri-ciri Sistem Ekonomi Liberal

Sistem ekonomi liberal memiliki beberapa ciri khas yang membedakan dengan sistem ekonomi lainnya, ciri itu antara lain: 

  • Kebebasan Masyarakat

Kebebasan yang dimiliki oleh masyarakat untuk melakukan kegiatan ekonomi adalah salah satu ciri utama dari sistem ekonomi liberal. Jadi masyarakat tidak memiliki batasan untuk melakukan kegiatan ekonomi. 

  • Pasar Bebas

Karena masyarakat berhak melakukan kegiatan ekonomi, bisnis-bisnis pun akan sangat bebas berdiri. Karena adanya kebebasan itu harga yang muncul juga akan dihasilkan. Jadi penentuan harga pasar berdasarkan aktivitas dari kompetitor. 

  • Persaingan Bebas

Selain pasar bebas, sistem ekonomi liberal juga memiliki ciri-ciri persaingan bebas. Karena masyarakat diberi kebebasan sepenuhnya untuk berusaha, maka akan timbul pula persaingan-persaingan bebas di pasar. 

  • Peran Pemerintah Terbatas

Seperti yang telah dijelaskan bahwa peran dari pemerintah terbatas dalam aktivitas ekonomi. Jadi memang pemerintah memberikan kebebasan penuh kepada masyarakat dan mereka hanya menjadi fasilitator yang memastikan kegiatan ekonomi tetap berjalan tanpa mengintervensi dengan kebijakannya. 

  • Hak Milik Perseorangan

Artinya adalah masyarakat dalam hal ini adalah pemilik usaha berhak memiliki alat produksinya sendiri untuk meraih keuntungan sebanyak-banyaknya atau mengembangkan usahanya. Kembali lagi ke peran pemerintah, jadi pemerintah tidak bisa membatasi kepemilikan masyarakat atas alat produksi.

  • Orientasi pada Laba

Pemilik usaha pada sistem ekonomi liberal cenderung akan berorientasi pada laba atau pada keuntungan perusahaan karena memang sistem ekonomi liberal mengizinkan untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. 

Negara Penganut Sistem Ekonomi Liberal

Sejak awal sistem ekonomi liberal ditemukan, negara-negara di Eropa banyak yang menganut sistem tersebut. Namun, tak menutup kemungkinan bagi negara luar negeri untuk menganut sistem ekonomi tersebut. 

Negara-negara itu seperti Amerika Serikat, Singapura, Jepang,  Albania, Austria, Armenia, Belgia, Belanda, Britania Raya, Bulgaria, Kroasia, Siprus, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Hungaria, Yunani, Islandia, Moldova, Makedonia, Luksemburg, Latvia, Lithuania, Norwegia, Polandia, Portugal, Rumania, Serbia, Rusia, Montenegro, Slovenia, Slovakia, Spanyol, Swedia, Swiss, Ukraina, Belarussia, Bosnia Herzegovina,Kepulauan Faroe, Georgia, dan San Marino. 

Baca juga : Sistem Ekonomi Kapitalis: Pengertian, Ciri-ciri, dan Contoh

Kelebihan Sistem Ekonomi Liberal

Setiap sistem ekonomi tentunya memiliki kelebihan dan kekurangannya, tetapi memang sistem ekonomi ini cenderung identik dengan hal yang negatif. 

Namun demikian, sistem ekonomi ini tetap memiliki dampak positif, seperti misalnya: 

  • Makin Banyaknya Produk Berkualitas

Adanya persaingan yang ketat di pasar membuat para produsen berlomba-lomba untuk membuat produk yang bisa melebihi kompetitornya agar dapat menarik perhatian konsumennya. 

Selain makin banyak produk berkualitas, masyarakat juga mendapatkan alternatif produk lainnya. 

  • Menumbuhkan Kreativitas Masyarakat

Kreativitas masyarakat dapat meningkat karena kebebasan yang dimilikinya. Selain itu dengan adanya persaingan bebas di pasar dan iming-iming bisa mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya, hal itu dapat membuat masyarakat tergiur untuk memberikan inovasi yang membuat produknya menarik perhatian masyarakat.

  • Kemandirian Masyarakat

Masyarakat juga dapat berprinsip hidup mandiri karena diberlakukannya hak milik perseorangan pada sistem ekonomi kapitalis. 

Baca juga: Sistem Ekonomi Sosialis: Pengertian, Kelebihan & Kekurangan

Kekurangan Sistem Ekonomi Liberal

Ada beberapa dampak negatif yang dapat dihasilkan dengan penerapan sistem ekonomi liberal. Di antaranya adalah

  • Individualis

Kebebasan yang dimiliki masyarakat memang dapat menjadi keuntungan, tetapi terkadang hal itu juga memiliki dampak negatif. Sebab, masyarakat dapat berubah menjadi individualis karena berhak untuk mengambil keuntungan sebesar-besar untuk dirinya sendiri di aktivitas ekonomi. 

  • Eksploitasi Buruh

Karena tidak adanya peran dari pemerintah dan sifatnya yang individualis, sistem ekonomi liberal juga dapat menyebabkan eksploitasi tenaga kerja. 

Pengusaha bisa saja berpikiran untuk menggunakan modal seminim-minimnya untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Modal dalam hal ini berarti upah tenaga kerja. 

  • Kesenjangan Status Sosial

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa sistem ekonomi liberal dapat menyebabkan adanya kesenjangan sosial. Maksudnya adalah karena pemilik modal yang besar yang berarti memiliki status sosial sebagai orang kaya dapat melakukan apapun untuk menambah kekayaannya. Sedangkan masyarakat yang tidak memiliki modal tidak bisa berbuat apa-apa karena sudah diambil alih oleh si pemilik modal.

  • Tidak Meratanya Kesejahteraan

Kesejahteraan bisa tidak merata karena dampak dari kesenjangan sosial tadi. Meskipun memang masyarakat dibebaskan, tetapi jika tidak memiliki modal akan kesulitan untuk melakukan kegiatan ekonomi dan akhirnya menjadi pekerja untuk pemilik modal. 

  • Persaingan Tidak Sehat

Ketika persaingan bebas diterapkan, bukan tidak mungkin akan menimbulkan persaingan yang tidak sehat di pasar. Misalnya adalah dengan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. 

Demikian pembahasan mengenai sistem ekonomi liberal. Untuk lebih memperdalam pembahasan ini, Program Studi Perbankan dan Keuangan Sampoerna University menjadi pilihan. Sebab, di program ini mendidik generasi profesional masa depan di sektor perbankan dan jasa keuangan. Dikembangkan bersama dengan HSBC, program kami memberikan pengalaman praktis terbaik dengan pelatihan akademik yang dibawakan dosen berpengalaman di bidang perbankan. 

Mahasiswa yang mengikuti program studi Manajemen Umum (Konsentrasi Perbankan dan Keuangan) kami juga dapat memperoleh gelar dari University of Arizona, salah satu universitas terkemuka di dunia. Pada tahun 2017, seluruh lulusan Fakultas Bisnis telah mendapatkan pekerjaan dalam waktu 2 bulan setelah lulus.

Referensi
Accurate 

X