31 Jul 2022

Skala Guttman: Pengertian, Karakteristik, dan Contoh

Artikel,

Edukasi,

Dalam sebuah penelitian ilmiah, skala guttman merupakan satu dari tiga skala unidimensional yang ada selain skala likert dan skala thurstone. Lalu sebenarnya, apa itu skala guttman, apa contoh skala guttman, dan bagaimana rumus skala guttman? Berikut ini adalah pengertian skala guttman dan contohnya.

Pengertian Skala Guttman

Skala guttman menurut para ahli memiliki banyak pengertian. Secara singkat, skala guttman adalah skala ordinal unidimensional untuk menilai atribut yang ada, yang bisa dipakai untuk mengulangi pengamatan asli yang dilakukan.

Nama ini diambil dari nama Louis Guttman, seorang sosiolog asal Amerika Serikat yang terkenal akan penelitiannya di bidang statistik sosial. Penelitiannya tentang analisis skala kemudian kini dikenal dengan nama skala guttman.

Skala ini merupakan skala kumulatif dan digunakan untuk mengukur satu dimensi dari satu variabel yang multi-dimensi, sehingga sifatnya unidimensional. Pengertian lainnya yaitu sebuah hipotesis tentang struktur dari data, yang diformulasikan untuk atribut khusus dan untuk populasi tertentu, tak bisa dibuat untuk semua hal secara universal.

Skala ini sebenarnya tak terbatas untuk variabel dikotomi atau dua jawaban saja, dan tak ada urutan khusus dari variabel dalam pernyataan yang diberikan. Akan tetapi, jika variabelnya dikotomi, maka variabel harus diurutkan berdasarkan sensitivitas dalam memberikan pernyataan tersebut.

Skala tersebut berisi daftar pernyataan yang bisa menyimpulkan apakah responden setuju dengan pernyataan di akhir daftar tersebut. Setiap pernyataan ini memiliki bobot, akumulasi bobot sesuai tanggapan responden akan membuat peneliti bisa memprediksi pernyataan yang disetujui oleh responden.

Tujuannya adalah menyaring responden yang setuju 100 persen dengan semua pernyataan yang ada, meski ada kemungkinan hal tersebut tidak terjadi dalam penelitian tersebut.

Artinya, analisis skalogram kemudian dilakukan untuk evaluasi rangkaian pernyataan tersebut, untuk menentukan koefisien reprodusibilitas (Kr) dan koefisien skalabilitas (Ks). Jika nilai rumus skala guttman Kr >= 0,9 dan Ks >= 0,6 terpenuhi, maka skala dianggap layak dan bagus.

Jika tak tercapai, maka skala tersebut bisa diperbaiki dengan cara menambah responden atau melakukan eliminasi terhadap pernyataan yang tak sesuai urutan kesulitan.

Lalu, bagaimana contohnya?

Contoh Skala Guttman

African american work colleagues brainstorming marketing strategy with sales team working overtime in late night meeting. two coworkers discussing business ideas with board members in startup office.

Skala guttman yang sering kita temukan memiliki variabel dikotomi atau hanya dua jawaban saja, “ya dan tidak”, “setuju dan tidak setuju”, “benar atau salah”, “positif atau negatif”, “pernah atau tidak pernah”, dan sebagainya.

Akan tetapi, skala ini sebenarnya juga bisa berisi pertanyaan dengan opsi jawaban yang memiliki satu parameter pengukuran seperti rentang angka yang bisa dikaitkan dengan skala, seperti, “Pada skala 1-10, seberapa besar kepuasan Anda terhadap pelayanan kami?”.

Skala ini bisa berbentuk pilihan ganda, checklist, dengan skor tertinggi dan terendah, atau hal serupa.

Berikut adalah contoh pernyataan skala tersebut mengenai pimpinan pekerjaan di sebuah perusahaan:

  1. Apakah Anda yakin kepemimpinan baru dapat mengatasi permasalah perusahaan?
  2. Yakin
  3. Tidak
  4. Apakah pemimpin baru di perusahaan pernah mengajak diskusi bersama?
  5. Pernah
  6. Tidak Pernah

Baca juga: Pengertian Data Mining, Fungsi, Metode dan Contoh Penerapan

Karakteristik Skala Guttman

Dalam pembuatannya, ada beberapa hal yang menjadi karakteristik skala guttman. Apa saja?

  • Unidimensional

Skala guttman mempunyai pernyataan dengan urutan kesulitan, mulai yang paling mudah sampai paling sulit, alias sifatnya searah. Jika ada 10 pernyataan dan responden mendapatkan skor 8, artinya bahwa responden setuju dengan 8 pernyataan pertama dari skala.

Juga artinya, responden tak setuju dengan dua pernyataan terakhir dari skala tersebut.

  • Model Deterministik

Artinya, tanggapan responden dalam skala ini dianggap sudah sesuai dengan pernyataan skala yang disepakati paling akhir dan adalah kumulatif dari tanggapan yang ada. Jawaban responden bisa dinilai berdasarkan skor kumulatif karena sifat deterministik yang dimiliki skala ini.

  • Pernyataan Bisa Direproduksi

Hanya ada pernyataan yang bisa direproduksi dalam skala ini. Artinya, pernyataan yang tidak akan dapat hasil yang diinginkan akan dihilangkan, dan pernyataan yang bisa meningkatkan tujuan skalabilitas akan diikutsertakan.

  • Data Ordinal

Pernyataan disusun secara ordinal, disusun dari pernyataan penting minimum sampai yang penting maksimum.

Langkah-langkah untuk Mengembangkan Skala Guttman

Asian businessman turn off computer and say goodbye his colleague who still working when he get off work after finish working overtime in small modern home office night. coworker partnership concept.

Dalam membuat dan menyusun skala ini, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Peneliti perlu mengasumsikan adanya suatu kontinuum yang nyata dari sifat-sifat tertentu. Selain itu, dalam pembuatan skala, item yang diukur berasal dari sampel, selain juga skala harus punya validitas dan reliabilitas.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa diikuti dalam pengembangan skala guttman:

  1. Perjelas tujuan penggunaan skala guttman.
  2. Buat daftar pernyataan yang relevan dengan masalah yang ingin diteliti.
  3. Kaitkan nilai pada setiap pernyataan.
  4. Lakukan penelitian awal pada sejumlah sampel, minimal 50 sampel.
  5. Analisis jawaban, buang pernyataan yang disetujui atau tidak disetujui 80 persen atau lebih responden.
  6. Lakukan penelitian skala tersebut secara penuh.
  7. Susun skala ini untuk analisis. Susun jawaban pada tabel guttman.
  8. Hitung koefisien reprodusibilitas dan koefisien skalabilitas.

Keuntungan dan Kelemahan

Ada banyak keuntungan dan kelebihan dari skala guttman ini:

  1. Skala bisa sangat produktif dalam survei maupun kuesioner, karena sifatnya yang hierarkis dan terstruktur. Hal ini bisa digunakan untuk analisis hal-hal seperti jarak sosial, hierarki karyawan, tahapan evolusi, dll.
  2. Skala ini lebih intuitif dibanding skala unidimensi lainnya. Hal ini karena cara jawaban yang direpresentasikan dalam skala memang sangat intuitif bagi para responden.
  3. Pernyataan punya nilai yang terikat dan tingkat kepentingan, artinya hasil skala ini bisa digunakan untuk peringkat dari pernyataan yang diberikan.
  4. Pernyataan-pernyataan bisa diurutkan, sesuatu yang tak ada pada skala Likert dan Thurstone.
  5. Tidak memancing response style seperti pada skala likert.
  6. Punya reprodusibilitas yang lebih tinggi daripada skala lain.
  7. Tidak perlu kelompok panel ahli seperti skala thurstone.
  8. Jika variabelnya dikotomi, memudahkan responden melakukan pengisian.
  9. Bisa digunakan dengan variasi yang besar atau banyak, untuk mengukur berbagai hal.
  10. Skor yang didapat bisa langsung diinterpretasikan tanpa perlu norma.

Kekurangan skala guttman:

  1. Jumlah pernyataan biasanya tak banyak.
  2. Banyak yang menganggap ini ketinggalan zaman untuk metode analisis.
  3. Terbatas untuk topik-topik tertentu.

Demikian penjelasan mengenai skala guttman mulai dari pengertian, contoh, hingga kelebihan dan kekurangannya. Tentunya dalam melakukan penelitian tidak hanya memanfaatkan skala guttman saja. Ada banyak cara yang nantinya dapat dipelajari di Sampoerna University.

Terlebih di Sampoerna University ada unit yang memfasilitasi dan mengelola kegiatan penelitian dan pelayanan masyarakat yang dilakukan. Unit tersebut ialah Center for Research and Community Service (CRCS) di bawah Kantor Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan (Vice Rector of Academic and Student Affairs /VRASA).

Adapun salah satu tanggung jawab unit ini adalah Menghasilkan inovasi-inovasi yang bermanfaat bagi pendidikan tinggi dan kejayaan bangsa dengan tetap memperhatikan norma dan etika akademik berdasarkan prinsip otonomi keilmuan dalam visi dan misi Universitas Sampoerna.

Referensi

Penelitian Ilmiah

Recent More

Mengenal sosok animator lokal dan karyanya yang mendunia

Mei, 29 2024

Dunia animasi Indonesia tak lepas dari dedikasi dan talenta para animatornya. Di balik gemerlapnya...

Minat Pekerjaan Di Bidang Fotografer & Gajinya

Mei, 28 2024

Fotografi semakin menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan.  Momen-momen istimewa, keindahan alam, dan kisah-kisah...

4 Alasan Memilih Karir Di Bidang Videografi

Mei, 28 2024

Di era digital yang kian berkembang pesat, kebutuhan akan konten visual yang menarik dan...

Admission
Admission
Schedule a Visit
Schedule a Visit
Contact Whatsapp
Contact Whatsapp