Skip to main content

Teori Keunggulan Mutlak dalam Perdagangan Internasional

By April 30, 2022Agustus 15th, 2022Artikel, Artikel - FOB, Edukasi
teori keunggulan mutlak

Seperti diketahui di dunia ini negara-negara diklasifikasikan ke dalam dua jenis, negara maju dan negara berkembang. Pada dasarnya, negara maju adalah negara yang lebih unggul dibandingkan dengan negara berkembang. Penentuan negara maju dan berkembang memang tak hanya semata-mata diukur dengan unggul tidak unggulnya, tetapi ada faktor-faktor lainnya. Disinilah kita akan membahas tentang teori keunggulan mutlak.

Seperti yang diketahui, salah satu faktor yang paling dilihat dari penentuan tersebut adalah terkait dengan masalah produksi yang dilakukan suatu negara. Negara dapat dikatakan maju karena mereka mampu memaksimalkan produksi barang yang bisa diekspor ke negara lain sehingga menghasilkan pendapatan yang lebih dibanding negara lain. 

Selain disebut negara maju, negara tersebut juga dapat disebut sebagai negara yang memiliki keunggulan secara mutlak. Sebenarnya, apa itu keunggulan mutlak? Yuk simak penjelasannya

Pengertian Teori Keunggulan Mutlak

Dalam dunia perdagangan internasional, ada satu konsep yang dinamakan teori keunggulan mutlak atau absolute advantage theory. Teori tersebut pertama kali dicetuskan oleh ilmuwan asal Skotlandia, Adam Smith.  

Adam Smith mengemukakan teori ini pada tahun 1776 melalui karyanya yang berjudul An Inquiry to the Nature and Causes on the Wealth of Nations. Dalam karyanya itu, Adam Smith menjelaskan soal kekuatan dan keunggulan mutlak yang dimiliki oleh suatu negara dalam hal produksi. 

Teori ini menjelaskan kondisi suatu negara yang bisa memproduksi barang dan jasa jauh lebih banyak dibandingkan dengan negara lainnya dengan efisien, yaitu biaya rendah, tapi keuntungannya lebih besar.

Suatu negara layak dianggap memiliki keunggulan mutlak ketika bisa menghasilkan sesuatu yang tidak bisa diproduksi di negara lain. Misalnya di Jepang yang selama ini mampu memproduksi kendaraan-kendaraan ternama yang tersebar di seluruh dunia, seperti Honda, Yamaha, Suzuki, dan lain sebagainya. 

Awalnya, hanya Jepang saja yang memiliki keunggulan mutlak dalam hal produksi kendaraan, tetapi makin lama negara lain juga mulai memproduksi kendaraan, meskipun tidak semasif merek Jepang.

Dalam karyanya itu, Smith juga membahas mengenai kemakmuran suatu negara. Ia menjelaskan bahwa kemakmuran negara bisa ditentukan lewat besarnya pendapatan nasional atau Gross Domestic Product (GDP) dan juga dari perdagangan internasional. Smith menilai bahwa kemakmuran bukan ditentukan berasalkan dari banyaknya sumber daya alam seperti logam yang dimiliki oleh suatu negara. 

GDP dan perdagangan internasional di suatu negara dapat meningkat ketika pemerintah menghindari perdagangan bebas yang bisa memicu persaingan perdagangan yang ketat. 

Ada beberapa asumsi pokok dari teori keunggulan mutlak, yaitu: 

  • Faktor produksi hanya terkait dengan tenaga kerja. 
  • Kualitas barang yang dihasilkan memiliki nilai yang sama.
  • Pertukaran barang tanpa melibatkan keuangan. 
  • Tidak adanya biaya pengiriman barang dalam pertukaran barang. 

Konsep Teori Keunggulan Mutlak

Teori keunggulan mutlak pada perjalanannya terus berkembang dan pada akhirnya menjadi dasar pemikiran dalam perdagangan dan perekonomian internasional. Dimana ide pokok dari teori ini adalah pembagian kerja, spesialisasi produk, dan efisiensi produk. 

  • Pembagian Kerja

Pembagian kerja berkaitan dengan proses produksi produk dari suatu negara, seperti biaya yang dikeluarkan. Ketika pembagian kerja dilakukan dengan baik, maka biaya operasional bisa berkurang dalam suatu proses produksi. 

Nantinya, jika biaya produksi yang ada di dalam suatu jauh lebih murah dibanding negara lainnya, maka negara tersebut dapat disebut sebagai negara yang memiliki keunggulan mutlak.

  • Spesialisasi Produk

Spesialisasi produk juga dapat membuat suatu negara memiliki keunggulan mutlak dan juga memiliki tambahan keuntungan produksi dalam negeri. 

Spesialisasi produk ini dilakukan ketika suatu negara dapat memproduksi barang sesuai dengan sumber daya yang dimiliki. Dengan produksi barang sesuai dengan sumber dayanya, maka kemungkinan besar biayanya akan lebih murah, sehingga memungkinkan untuk diekspor. 

Selain itu, negara tersebut juga hanya mengimpor produk yang ketika diproduksi di dalam negeri justru lebih mahal.

  • Efisiensi Produk

Efisiensi produk adalah faktor keunggulan mutlak dimana suatu negara mampu memproduksi barang yang sama dengan negara lain, tetapi mereka mampu menekan biaya menjadi lebih murah. 

Hubungan Keunggulan Mutlak dengan Perdagangan Internasional

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa keunggulan mutlak sangat berkaitan dengan produksi dalam negeri suatu negara. Ketika suatu negara mampu memproduksi barang yang tidak bisa diproduksi atau mampu menekan biaya produksi lebih murah dibanding negara lain, maka negara tersebut memiliki keunggulan mutlak.

Negara yang memiliki keunggulan mutlak itu juga dapat memproduksi barang secara efisien karena mereka memaksimalkan sumber daya yang ada. Dengan sumber daya yang dimaksimalkan, suatu negara akan lebih fokus memproduksi barang unggulan saja, Sedangkan barang-barang yang tidak unggul didapatkan dengan impor dari negara lain. Ketika aktivitas impor itu dilakukan, maka perdagangan internasional juga akan mulai terbuka. 

Sementara itu, barang-barang yang mampu diproduksi di dalam negeri itu nantinya bisa diekspor ke negara lain. Ketika berhasil mengekspor barang negeri yang cenderung memiliki biaya lebih mudah, maka negara tersebut akan mendapatkan keuntungan yang lebih. Dengan demikian, GDP dari negara tersebut pun juga akan meningkat. 

Baca juga: Apa Itu Merkantilisme? Sejarah, Teori dan Cirinya

Mekanisme Keunggulan Mutlak

Selain jual beli, keunggulan mutlak juga dapat dilakukan dengan pertukaran produk antarnegara. Jadi dua negara akan saling bertukar produk yang hanya mampu diproduksi di masing-masing negara. Pertukaran itu dilakukan karena produk yang akan didapatkan memerlukan biaya produksi mahal dan hanya memberikan keuntungan yang sedikit. 

Misalnya adalah Indonesia dengan Jepang. Indonesia mampu memproduksi barang kerajinan seperti keris, tetapi ingin mendapatkan satelit pemancar. Pada saat yang sama, Jepang membutuhkan keris untuk dijual di dalam negeri. Alhasil kedua negara tersebut melakukan pertukaran barang sehingga perdagangan internasional antara Indonesia dan Jepang terbuka. 

Perbedaan Keunggulan Mutlak dengan Komparatif

Setidaknya ada dua teori besar yang terkait dengan perdagangan internasional. Pertama adalah teori keunggulan mutlak yang dijelaskan di atas, serta teori keunggulan komparatif. 

Kedua teori tersebut tentunya memiliki perbedaan meskipun pada dasarnya memang terkait dengan perdagangan internasional. Perbedaan itu terletak pada: 

Teori Keunggulan Mutlak Teori Keunggulan Komparatif
Dikemukakan oleh Adam Smith. Dikemukakan oleh David Ricardo.
Suatu negara disebut unggul ketika mampu memproduksi barang yang tidak bisa diproduksi negara lain. Suatu negara disebut unggul jika mampu memproduksi barang dengan biaya yang lebih murah. 
Negara hanya mengekspor barang yang diproduksi di dalam negeri. Negara mampu mengekspor barang yang diproduksi di luar negeri dengan biaya yang lebih murah. 
Terkait dengan produktivitas suatu negara.  Terkait dengan biaya yang dikeluarkan oleh suatu negara dalam memproduksi barang.
Menentukan pengalokasian sumber daya, volume dan pola perdagangan. Menentukan arah perdagangan dan produksi internasional.
Tidak ada timbal balik. Ada hubungan timbal balik.

 

Contoh Sederhana Keunggulan Mutlak

Teori keunggulan mutlak ini dapat dianalogikan dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya ketika si A mampu membuat minuman rasa coklat dengan modal Rp20.000 dan menghasilkan 10 gelas minuman coklat.  Sementara itu, Si B juga mampu memproduksi minuman rasa kopi dengan modal yang sama, tetapi hanya mampu menghasilkan 5 gelas minuman rasa kopi. 

Kemudian Si A dan Si B saling bertukar minuman yang mereka buat masing-masing satu gelas. Dengan demikian, Si A akan mendapatkan keuntungan dua kali lipat karena barang yang dibuat Si A memiliki modal lebih rendah dibanding minuman kopi yang dibuat oleh Si B. 

Demikian penjelasan mengenai teori keunggulan mutlak yang termasuk sebagai salah satu teori besar dalam konsep perdagangan internasional. 

Di Sampoerna University, pembahasan mengenai perdagangan internasional akan dikupas secara tuntas di Fakultas Bisnis, karena Sampoerna University pada dasarnya bertujuan untuk memberikan bekal kompetensi terkait dengan pembelajaran global, yaitu memahami sistem global dan menerapkan pengetahuan untuk konteks global.

Sampoerna University juga memiliki relasi yang mampu menunjang bakat mahasiswa dalam dunia bisnis, karena lulusan Sampoerna University memang dipersiapkan untuk menjadi pesaing dunia bisnis baik itu dalam skala nasional maupun internasional. Sampoerna University memberi fasilitas lengkap dalam mempelajari bisnis secara detail.

Referensi
Kompas.com – Perbedaan teori keunggulan mutlak dan komparatif

X