Skip to main content

Pengertian Kecerdasan Buatan: Sejarah, Manfaat, dan Contoh

By Mei 21, 2022Agustus 15th, 2022Artikel, Artikel - FET, Edukasi
kecerdasan buatan

Tanpa disadari, perangkat elektronik, entah itu komputer atau telepon genggam mengalami perkembangan yang sangat pesat. Para produsen perangkat elektronik terus memberikan inovasi-inovasi supaya bisa bersaing untuk menggaet pasar. Satu hal yang terus menjadi bahan persaingan antar produsen adalah teknologi yang dinamakan kecerdasan buatan.

Kecerdasan buatan kini terus dikembangkan oleh produsen perangkat elektronik supaya produknya bisa memenangkan persaingan. Lantas, apa itu kecerdasan buatan? 

Pengertian Kecerdasan Buatan

Kecerdasan buatan disebut juga sebutan Artificial Intelligence (AI). Kecerdasan buatan adalah suatu teknologi yang memanfaatkan kinerja perangkat elektronik untuk melakukan tindakan seperti yang seperti dilakukan oleh manusia. Kecerdasan buatan ini terus dikembangkan untuk menunjang aktivitas manusia saat ini. 

Pengertian Kecerdasan Menurut Para Ahli

Technology human touch background, modern remake

  • Andreas Kaplan dan Michael Haenlein  

Dua ahli itu mengatakan bahwa kecerdasan buatan adalah suatu kemampuan di dalam sistem untuk menafsirkan data dari eksternal. Tujuan kecerdasan buatan itu untuk mengerjakan tugas tertentu dengan teknologi yang fleksibel.

  • John McCarthy 

John McCarthy menjelaskan bahwa teknologi kecerdasan buatan adalah suatu kegiatan yang diterapkan pada teknologi untuk menirukan proses berpikir manusia serta mendesain mesin untuk melakukan perilaku manusia. 

  • H.A. Simon

  1. A Simon menjelaskan bahwa kecerdasan buatan adalah suatu, instruksi dan aplikasi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan aktivitas yang dinilai cerdas oleh manusia. 
  • Kristianto 

Kristianto mendefinisikan kecerdasan buatan sebagai salah satu jenis ilmu pengetahuan pada bidang komputer yang didesain untuk melakukan tingkah laku cerdas di dalam suatu sistem komputer.

  • Gaskin 

Kecerdasan buatan adalah kecerdasan yang dihasilkan oleh suatu benda yang bersifat buatan manusia. Dalam hal ini berarti kecerdasan buatan adalah suatu kecerdasan yang dimasukkan ke dalam suatu program komputer supaya bisa menirukan tingkah laku manusia. 

  • Kusumawardani

Menurut kusumawardani, kecerdasan buatan adalah suatu studi untuk membuat komputer bisa melakukan tindakan seperti yang dilakukan oleh manusia, sehingga nantinya bisa menggantikan manusia. 

Baca juga: Memahami Sebuah Inovasi, Pengertian, Manfaat dan Bentuknya

Sejarah dan Perkembangan Kecerdasan Buatan 

Meski terkesan menjadi hal yang baru, kecerdasan buatan sebenarnya sudah dicetuskan sejak lama. 

Kecerdasan buatan mulai diperhatikan seiring dengan kehadiran komputer pada tahun 1940-an. Pada saat itu, komputer dinilai akan bisa memiliki kemampuan untuk mengerjakan sesuatu seperti manusia. 

Penelitian pun mulai dilakukan oleh beberapa ahli untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kecerdasan buatan. Mulai dari 1950, ketika itu ilmuwan Norbert Wiener ingin menjelaskan mengenai teori umpan balik. Kemudian, pada 1956, John McCarthy melakukan penelitian di bidang otomata, pembelajaran kecerdasan, serta jaringan syaraf. 

Hasilnya, John McCarthy bersama Claude Shannon dan Nathaniel Rochester menemukan suatu program yang mampu berpikir non-numerik untuk menyelesaikan pemikiran dan diberi nama Principia Mathematica. Melalui penemuannya tersebut John McCarthy dikenal sebagai bapak kecerdasan buatan. 

Sejak saat itu, perkembangan AI kian meningkat, pada tahun 1960-an, Departemen Pertahanan Amerika Serikat mulai melirik keberadaan AI untuk  melakukan beberapa tugas. Kala itu mereka mulai melatih komputer untuk menirukan pikiran manusia secara dasar. 

Namun demikian, pada tahun 1966, kecerdasan buatan sempat melambat perkembangannya karena ada beberapa kesulitan yang dialami. kecerdasan buatan mulai menemukan kendala-kendala terkait dengan perkembangannya. 

Meski sempat diragukan, kecerdasan buatan mulai menanjak lagi dan menjadi industri sekitar tahun 1980-an. Ketika itu, suatu sistem yang bernama R1 ditemukan. Hingga pada akhirnya R1 dioperasikan pada Digital Equipment Corporation pada tahun 1982. 

Selama empat tahun beroperasi, R1 sukses menghemat 40 juta dollar AS per tahun. Alhasil, teknologi kecerdasan buatan mulai masuk ke perusahaan-perusahaan besar dan kembali berkembang. 

Akhirnya pada 1985, ditemukan algoritma yang dinamakan Back-Propagation Learning yang saat ini sudah diimplementasikan di ilmu komputer sampai psikologi. 

Perkembangan kecerdasan buatan juga bisa dibilang beriringan dengan perkembangan komputer. Teknologi komputer terus menyesuaikan diri dengan kecerdasan buatan mulai dari generasi satu hingga komputer yang di masa sekarang ini ditemui merupakan generasi kelima. Komputer generasi kelima dilengkapi kecerdasan buatan yang disebut ULSI yang merupakan mikroprosesornya untuk melakukan tugasnya. 

Sementara itu. pada tahun 2003, DARPA sukses membuat kecerdasan buatan dengan bentuk asisten pribadi digital. Asisten pribadi itu bentuknya seperti teknologi Siri, Google Voice, dan Alexa saat ini. 

4 Bentuk Kecerdasan Buatan

Sejauh ini, setidaknya ada empat bentuk kecerdasan buatan yang dapat dilakukan oleh suatu perangkat teknologi. Kecerdasan itu antara lain: 

  1. Acting humanly

Bentuk ini pada dasarnya adalah kecerdasan buatan mampu melakukan pekerjaan yang biasa dilakukan oleh manusia. 

  1. Thinking humanly

Thinking Humanly berarti suatu perangkat teknologi mempunyai sistem berpikir seperti manusia. Cara berpikir itu lantas membuat mereka dapat melakukan aktivitas manusia. 

  1. Think rationally

Think rationally merupakan bentuk lebih lanjut dari thinking humanly. Jadi sistem dikembangkan agar bisa berpikir secara rasional seperti manusia. 

  1. Act rationally

Setelah mampu berpikir secara rasional, bentuk selanjutnya adalah act rationally adalah suatu pengemaban sistem dimana mereka tak hanya berpikir secara rasional, tetapi juga mampu berperilaku secara rasional seperti menyadari benar atau tidaknya sesuatu.

Manfaat Kecerdasan Buatan untuk Kehidupan

Seiring dengan perkembangan zaman, kecerdasan buatan ini semakin memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Manfaat-manfaat yang dapat dirasakan dari keberadaan kecerdasan buatan antara lain: 

  • Meminimalisir Kesalahan

Dengan adanya kecerdasan buatan mampu mengurangi kesalahan yang dilakukan oleh manusia. Misalnya adalah Teknologi yang terdapat pada sistem keyboard handphone atau komputer. Salah satu teknologi yang dimiliki oleh keyboard adalah mampu membenarkan kesalahan yang kita tuliskan.

  • Efisiensi Pekerja

Dalam hal ini bisa jadi manfaat, tetapi juga kelemahan. Karena dengan adanya kecerdasan buatan, bisa membuat perusahaan lebih sedikit menggunakan karyawan. Namun, dengan kata lain kecerdasan buatan membuat lapangan kerja yang seharusnya dikerjakan manusia akhirnya digantikan oleh komputer.

  • Memaksimalkan Sektor Kesehatan

Manfaat besar  dengan keberadaan kecerdasan buatan juga dirasakan oleh  sektor kesehatan. Pasalnya saat ini sudah banyak sekali teknologi kecerdasan buatan yang digunakan untuk menunjang dunia kesehatan. Misalnya seperti alat-alat yang mampu mendeteksi penyakit dan alat bantu.

Robot humanoid use laptop and sit at table for big data

Dampak Buruk Kecerdasan Buatan

Meskipun umumnya memberikan manfaat, tetapi kecerdasan buatan juga  dapat memberikan dampak buruk terhadap kehidupan manusia. Di antaranya: 

  • Berkurangnya Lapangan Kerja

Seperti yang telah dijelaskan bahwa kecerdasan buatan yang dikerjakan oleh komputer dapat menggantikan kerja manusia sehingga lapangan kerja pun berkurang. Misalnya seperti penjaga parkir, penjaga tol, sampai teller bank.

  • Membuat Manusia Malas

Kecerdasan buatan justru bisa membuat manusia malas. Sebab, segala aktivitas yang harusnya dilakukan sendiri, bisa dilakukan dengan memanfaatkan kecerdasan buatan. Misalnya seperti alat-alat elektronik yang serba otomatis. 

Contoh Kecerdasan Buatan 

  • Teknologi Asisten Virtual

Teknologi asisten virtual yang saat ini berkembang antara lain Siri, Cortana, Alexa, sampai  Google Assistant. Keempat jenis asisten virtual itu dibuat oleh perusahaan yang berbeda tetapi pada dasarnya memiliki kerja yang sama, yaitu melakukan beberapa aktivitas untuk membantu manusia. 

Manusia hanya tinggal memberikan instruksi melalui suara, selanjutnya asisten virtual akan melakukan sesuai dengan instruksi yang kita minta.

  • Teknologi Face ID

Face ID merupakan teknologi kecerdasan buatan yang telah berkembang di smartphone dan laptop. Cara kerja dari Face ID yaitu dengan mengidentifikasi wajah pengguna yang telah dihafalkan oleh sistem untuk membuka kunci atau menggantikan kata sandi yang ada di dalam perangkat elektronik .

  • Mesin Pencarian

Salah satu mesin pencarian yang paling banyak digunakan adalah Google. Di dalam Google kita akan diberikan rekomendasi halaman, sesuai dengan apa yang kita inginkan. 

  • Fitur Chatbot

Fitur chatbot ini dapat ditemui di aplikasi-aplikasi tertentu. Umumnya, chatbot ini digunakan sebagai pengganti layanan customer service. Jadi, chatbot akan membantu memberikan jawaban sesuai dengan apa yang kita tanyakan. 

Demikian penjelasan mengenai kecerdasan buatan. Untuk mempelajarinya, Sampoerna University menyediakan Program Studi Ilmu Komputer. Program studi ini termasuk dalam fakultas Teknik & Teknologi. Dalam program studi ini berfokus pada berbagai bentuk komputasi, mulai dari mikroprosesor hingga perangkat komputasi tertanam hingga laptop dan sistem desktop hingga superkomputer.

Kedepannya, lulusan program studi ini akan mampu beradaptasi dengan teknologi baru dan ide-ide baru dalam komputasi. Selain itu, lulusannya merancang dan mengembangkan semua jenis perangkat lunak mulai dari infrastruktur sistem hingga teknologi aplikasi.

Referensi
Amazon – Kecerdasan buatan

X