Skip to main content

Pengertian Organisasi dan Teori-teorinya

By Agustus 19, 2022September 9th, 2022Edukasi
teori organisasi

Organisasi sudah bisa dipelajari ketika siswa duduk di bangku sekolah dasar, lewat pramuka atau kegiatan lain. Seiring dengan tingkatan kelas yang semakin tinggi, jenjang pendidikan membuat para siswa memahami lebih mendalam terkait organisasi. Mulai dari pengertian hingga teori organisasi yang biasa diterapkan di dalam dunia pendidikan.

Pada umumnya, organisasi berbentuk sebuah wadah dengan perkumpulan orang yang saling terikat dan bekerja sama dalam mencapai tujuan tertentu. Organisasi dibentuk dengan sebuah tujuan, sebagai sarana dalam melakukan manajemen hingga dapat dijadikan sebagai alat koordinasi antara sumber bahan yang ada hingga sumber daya dari manusia.

Pengertian Organisasi

Organisasi adalah sebuah kesatuan sosial yang dibentuk lewat munculnya sekelompok individu, dengan interaksi antara satu individu dengan yang lainnya. Kemudian membentuk pola secara terstruktur, caranya membuat setiap anggota yang terdapat di dalamnya memiliki tugas serta fungsi masing-masing hingga menjadi kesatuan dengan tujuan tertentu.

Selain itu juga memiliki batasan-batasan jelas hingga organisasi secara tegas dipisahkan dari lingkungan. Burky dan Perry menyebutkan jika organisasi sebagai kesatuan yang terdiri dari beberapa individu untuk melakukan tindakan bersama-sama demi mencapai tujuan bersama, pengertian lain dari organisasi didapat dalam buku Teori Organisasi.

Di mana disebutkan bahwa organisasi dibentuk karena munculnya adanya dorongan dari dalam diri sekelompok orang dalam mencapai tujuan tertentu. Setelah memahami pengertian organisasi, tahapan selanjutnya adalah memahami dengan benar apa itu teori organisasi. Menyebutkan apa saja teori-teori tersebut? Berikut penjelasannya.

Pengertian Teori Organisasi

Signing business document

Teori organisasi adalah teori yang dipakai dalam mempelajari proses kerja sama antarindividu, hakikat kelompok di dalam organisasi dalam mencapai tujuan hingga berbagai cara yang dipakai dengan menggunakan teori untuk bisa menjelaskan bentuk tingkah laku. Layaknya motivasi, seorang individu dalam melakukan proses kerja sama dalam sebuah organisasi.

Teori organisasi menurut para ahli, Lubis dan Huseini, disebutkan sebagai sekumpulan ilmu pengetahuan yang membicarakan mekanisme kerja sama antara dua orang atau lebih. Kemudian dilaksanakan secara sistematis, guna mencapai tujuan bersama yang sebelumnya sudah ditentukan lebih dulu. Stephen P Robbins mengemukakan pengertian teori tersebut.

Sebagai disiplin ilmu yang mempelajari terkait struktur hingga desain organisasi, teori ini merujuk pada berbagai aspek deskriptif hingga perspektif dari ilmu pengetahuan tersebut. Teori ini juga merupakan alat penjelas terkait bagaimana organisasi sebenarnya dibuat hingga mendapatkan struktur untuk menawarkan bagaimana organisasi bisa dikonstruksi agar efektif.

Dapat disimpulkan bahwa teori tersebut memiliki fungsi dalam menjelaskan kegiatan serta dinamika kerja sama dalam sebuah organisasi guna memberi tuntutan maupun pedoman dalam proses pengambilan keputusan yang didasarkan pada prediksi serta akibat dari pengambilan keputusan seiring berjalannya waktu.

Baca juga: Penelitian Sosial: Definisi, Jenis, dan Metodenya

Teori Organisasi Berdasarkan Level Analisis

Jika dilihat dari jenisnya, teori ini sangat beragam karena diambil dari berbagai macam literatur, Scott menyebutkan ada tiga jenis level dari teori-teori yang ada. Teori ini dibagi menjadi tiga level analisis, di antaranya level sosial-psikologis, level struktural hingga level makro dan berikut penjelasannya.

  • Level Sosial-psikologis

Teori ini dari level sosial-psikologis merupakan teori yang fokusnya kepada hubungan individu antar personal yang terdapat di dalam organisasi. Ahli organisasi akan melakukan segala cara dalam menjelaskan bagaimana orang yang terdapat di dalam organisasi saling berhubungan dalam mencapai tujuan masing-masing.

  • Level Struktural

Jenis teori struktural yang satu ini merupakan teori yang lebih berfokus kepada organisasi secara keseluruhan, termasuk subdivisi dari organisasi tersebut. Seperti departemen, tim dan lain sebagainya dan ahli organisasi dalam hal ini akan menjelaskan bagaimana unit yang ada bekerja sama dalam mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.

  • Level Makro

Teori ketiga dalam organisasi membuatnya lebih berfokus pada peran dari organisasi sebelum menjalin hubungan dengan kelompok organisasi hingga komunitas lainnya. Pada level ini, ahli organisasi akan melakukan upaya dalam menjelaskan hubungan antar organisasi untuk mencapai tujuan masing-masing.

Teori Organisasi

Teori ini sudah mengalami perubahan dan perkembangan, berbagai perubahan yang terjadi dari masa ke masa bisa dilihat lewat berbagai variabel. Variabel yang menjadi pusat untuk kemudian digolongkan menjadi tiga, di antaranya adalah teori manajemen ilmiah, teori hubungan antar manusia dan teori kuantitatif.

  • Teori Manajemen Ilmiah atau Klasik

Manajemen teori ilmiah atau disebut juga dengan teori organisasi klasik memiliki beberapa variabel yang harus diperhatikan. Di antaranya seperti pentingnya peranan manajer, pemanfaatan hingga pengangkatan tenaga kerja, tanggung jawab serta kesejahteraan karyawan hingga iklim yang kondusif. 

  • Teori Hubungan Antar Manusia

Dalam teori ini, pendekatan yang dilakukan secara psikologis terhadap bawahan untuk mengetahui perilaku seseorang sebagai suatu kelompok hubungan manusiawi yang tujuannya mampu menunjang tingkat produktivitas orang yang dimaksud ketika melaksanakan pekerjaan hingga munculnya teori organisasi modern.

  • Teori Aliran Kuantitatif

Teori kuantitatif menyasar pada keputusan manajemen yang lebih difokuskan berdasarkan dengan perhitungan. Namun dapat dipertanggungjawabkan tingkat keilmiahannya, pendekatan yang juga dikenal sebagai pendekatan ilmu manajemen pada umumnya memiliki langkah-langkah seperti merumuskan masalah hingga melakukan implementasi.

  • Teori Birokrasi

Pertama kali teori ini dikemukakan oleh Max Weber, birokrasi yang berasal dari kata legal-rasional dan sebuah organisasi yang ada legal. Atas dasar wewenang yang berasal dari aturan sesuai prosedur hingga peranan yang sudah dirumuskan secara jelas hingga detail. Organisasi juga disebut rasional, dalam menetapkan tujuan hingga perancangan dalam mencapai tujuan.

  • Teori Administrasi

Dikembangkan Henry Fayol dan Lyndall Urwick dari Eropa dan Mooney jingga Reliey dari Amerika Serikat. Setidaknya ada 14 kaidah manajemen yang hingga saat ini menjadi dasar dari perkembangan teori administrasi. Ketika dirinci dijadikan sebagai elemen manajemen yang dikenal dengan sebutan Fayol’s Functionalism.

Menurut Stephen P. Robbins

Businesspeople meeting at office working together

Stephen P. Robbins merupakan seorang ahli organisasi yang mengemukakan pembagian teori ini menjadi empat kategori. Di antaranya Teoritikus Tipe 1, Teoritikus Tipe 2, Teoritikus Tipe 3 dan Teoritikus Tipe 4. Teori organisasi modern dikembangkan olehnya, berikut ini penjelasannya masing-masing.

  • Teoritikus Tipe 1

Dikenal dengan aliran kelompok klasik, usaha yang dilakukan kelompok ini adalah mengembangkan model organisasi secara universal. Kemudian melihat sebuah organisasi sebagai sistem tertutup, demi mencapai tujuan seefisien mungkin. Frederick W. Taylor membuat scientific management, Henry Fayol membuat prinsip organisasi dan Max Weber teori birokrasi.

  • Teoritikus Tipe 2

Kelompok kedua ini melakukan penyesuaian yang sifatnya sosial organisasi, membentuk aliran yang menghubungkan antar manusia dan disebut dengan human relations school. Kelompok ini memandang organisasi sebagai struktur yang terdiri dari berbagai tugas dan manusia, Elton Mayo sebagai salah satu ahli termasuk dalam pembuat kajian Hawthorne.

  • Teoritikus Tipe 3

Kelompok ini memiliki pendekatan kontinjensi dengan artian, memilih antara mekanistik dan humanistik. Beberapa ahli seperti Katz dan Kahn berhasil membuat teori perspektif lingkungan , kasus teknologi hingga kelompok Aston yang membuat teori besaran dari organisasi.

  • Teoritikus Tipe 4

Teoritikus tipe ini kelompoknya memiliki pendekatan yang sifatnya politis dari sebuah organisasi, March dan Simon sebagai seorang ahli membuat batas kognitif. Batasan terhadap rasionalitas, setelahnya Jeffrey Pfeffer yang membuat teori arena politik.

Demikian penjelasan mengenai teori organisasi, mulai dari pengertian hingga teori-teori yang digunakan hingga saat ini. Mahasiswa Sampoerna University dibekali dengan kerangka pendidikan interdisipliner, berdasarkan kurikulum pendidikan standar tinggi Amerika Serikat dan dipandu dengan standar pendidikan Indonesia.

Sampoerna University menargetkan enam kompetensi tingkat perguruan tinggi yang didasarkan pada rubrik nilai yang dikembangkan Association of American Colleges beserta universitas yang menjadi landasan pendidikan umum serta mata kuliah inti. Diharapkan pendidikan bermutu mampu melahirkan lulusan Sampoerna University yang berkompetensi.

Dapatkan informasi terkait program yang ada di Sampoerna University dengan mengisi data dibawah ini dan team kami akan siap melayani.

Article Form

Referensi
Gramedia

X