Skip to main content

Pengertian Skala Likert, Cara Penggunaan dan Contoh

By Februari 11, 2022September 9th, 2022Artikel, Edukasi
skala likert adalah

Dalam mengukur sebuah data penelitian terdapat banyak jenis skala yang bisa digunakan, seperti skala Guttman, Likert dan Thurstone. Untuk skala Likert adalah salah satu jenis skala pengukuran data kuantitatif yang didapatkan atau banyak ditemukan pada angket saat melakukan survei tertentu mengenai apa yang akan diteliti.

Sebelum menggunakan, perlu memahami dahulu apa itu skala jenis likert agar nantinya tidak kesulitan ketika melakukan proses pengukuran data penelitian. Apabila sama sekali tidak mengerti mengenai skala tersebut, maka penggunaannya akan mubazir dan tidak tepat. Contohnya ketika menggunakan data bersifat pasti, maka pengukuran menggunakan skala ini tidak akan efektif.

Pengertian Skala Likert

Likert scale atau skala likert merupakan skala penelitian yang dipakai untuk mengukur sikap dan pendapat. Skala ini digunakan untuk melengkapi kuesioner yang mengharuskan responden menunjukkan tingkat persetujuan terhadap serangkaian pertanyaan. Biasanya pertanyaan yang dipakai untuk penelitian disebut variabel penelitian dan ditetapkan secara spesifik.

Nama skala likert diambil dari nama penciptanya, yakni Rensis Likert yang merupakan seorang ahli psikologi sosial dari Amerika Serikat. Tingkat persetujuan yang dimaksud adalah skala likert 1-5 pilihan, dengan gradasi dari Sangat Setuju (SS) hingga Sangat Tidak Setuju (STS), berikut ini tingkatannya.

  1. Sangat Setuju (SS).
  2. Setuju (S).
  3. Ragu-ragu (RG).
  4. Tidak Setuju (TS).
  5. Sangat Tidak Setuju (STS).

Pengertian lain menyebutkan jika skala ini merupakan salah satu skala yang dilakukan guna mengumpulkan data demi mengetahui atau mengukur data yang sifatnya kualitatif maupun kuantitatif. Data inilah yang diperoleh untuk mengetahui pendapat, persepsi hingga seseorang terhadap sebuah fenomena yang sedang terjadi atau diteliti.

Hal ini sesuai dengan pernyataan yang diucap Sugiyono, skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi terhadap individu atau kelompok terkait dengan fenomena sosial yang sedang menjadi objek penelitian. Selain bentuk di atas, skala ini juga bisa ditampilkan dalam bentuk lain sesuai dengan yang ingin diperoleh peneliti.

Baca juga : Pengertian Komunitas, Jenis dan Manfaatnya

Contoh Skala Likert

Secara umum, bahan penelitian yang memakai skala likert dibuat berdasarkan bentuk kuesioner atau angket dengan pilihan ganda, atau juga bisa menggunakan checklist. Sesuai dengan si pembuat penelitian, berikut ini contoh mudahnya.

 

No Pertanyaan SS S RG TS STS
1. Apakah Anda setuju dengan peraturan perusahaan yang mengharuskan semua karyawan mengenakan kaus kaki hitam saat jam kerja?
2.

Guna menentukan jumlah responden yang diteliti, bisa menggunakan beberapa teknik penentuan jumlah sampel. Salah satunya adalah teknik menentukan sampel dengan rumus slovin, misalnya mendapatkan 100 orang responden, jawaban dari 100 orang ini akan dianalisis dengan melakukan perhitungan seperti berikut.

  • 5 (SS).
  • 15 (S).
  • 20 (RG.)
  • 30(TS).
  • 30 (STS).

Berdasarkan data itu, ada 60 responden atau 60 persen yang menjawab tidak setuju dan sangat tidak setuju, hasil ini sekaligus dapat menarik kesimpulan bahwa mayoritas karyawan di perusahaan tidak setuju dengan peraturan yang diberikan perusahaan.

Kapan Waktu yang Tepat Menggunakan Skala Likert

Setelah mengetahui apa itu skala likert dan bagaimana cara menggunakannya, hal selanjutnya yang harus dipahami adalah mengetahui kapan skala ini harus digunakan. Dalam skala ini terdapat dua bentuk pernyataan, yakni pernyataan positif yang berfungsi mengukur sikap positif dan pernyataan

negatif yang berfungsi mengukur sikap negatif.

Skala likert digunakan untuk mengukur setuju dan tidak setuju, utamanya orang terhadap suatu rencana program, pelaksanaan dari program tersebut hingga tingkat keberhasilan program itu. Lantas kapan skala ini sebaiknya harus digunakan? berikut ini terdapat beberapa waktu yang tepat untuk menggunakan skala ini.

  • Saat akan menggambarkan secara kasar posisi seseorang dalam kelompoknya alias posisi relatif.
  • Untuk membandingkan skor subyek dengan kelompok normatif nya.
  • Saat akan menyusun skala pengukuran dengan cara sederhana dan mudah.

Meskipun terlihat sangat membantu dan cukup mudah dalam pelaksanaannya, ternyata skala ini juga memiliki kekurangan. Inilah perlunya memahami dengan benar jenis-jenis skala pengukuran, karena di samping ada kelebihan pastinya terdapat kekurangan dari cara pengukuran yang ada, berikut ini kekurangan skala likert.

Kelemahan

  • Ukuran yang digunakan adalah ordinal, skala ini hanya dapat mengurutkamn individu dalam skala, namun tidak bisa membandingkan berapa kali satu individu lebih dari individu lain.
  • Terkadang skor total dari individu tersebut tidak memberi arti yang jelas, karena banyak pola respons terhadap beberapa barang akan memberi skor yang sama.

Kelebihan

  • Mudah diterapkan dan membuatnya lebih mudah ketimbang skala pengukuran lain.
  • Ada kebebasan dalam memasukkan pertanyaan, asal sesuai dengan konteks permasalahan.
  • Jawaban berupa alternatif sehingga informasi terkait barang harus diperjelas.
  • Respon yang lebih besar membuat skala ini mampu memberi keterangan yang lebih jelas.

Demikian pembahasan mengenai pengertian skala likert, contoh dan kapan waktu yang tepat untuk menggunakannya. Ingin belajar lebih lanjut tentang skala likert di kampus berstandar internasional? Bukan itu saja, kalian juga bisa mengambil program dual degree di University of Arizona tanpa harus ke US. Yuk join di Sampoerna University. Klik info lebih lanjut disini.

Pelajari lebih lanjut terkait program studi, metode pengajaran dan seputar informasi akademik yang ada di Sampoerna University dengan mengisi data dibawah ini dan team kami akan siap melayani.

Article Form

Referensi:
Teknikelektronika.com – Pengertian skala likert dan menggunakan skala likert

Wikipedia – Skala Likert

X