Skip to main content

Penjelasan Mengenai Karya Ilmiah dan Struktur Penulisannya

menulis karya ilmiah

Bagi mahasiswa karya ilmiah menjadi hal yang penting karena nantinya akan digunakan sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan kelulusan, yaitu lewat skripsi. Skripsi ini merupakan salah satu jenis dari karya ilmiah. Oleh karena itu, artikel ini akan memaparkan mengenai definisi karya ilmiah beserta struktur penulisannya.

 

Pengertian Karya Ilmiah

Karya ilmiah merupakan sebuah karya dalam bentuk tulisan yang dibuat berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan landasan teori dan sesuai dengan kaidah ilmiah yang berlaku. Pada umumnya, karya ilmiah ini dibuat untuk memecahkan suatu masalah yang ada di di lingkungan sekitar.

 

Tujuan Karya Tulis Ilmiah

  1. Karya Ilmiah bisa mengasah ide kita.
  2. Menjadi penghubung ilmu pengetahuan antara sekolah dengan masyarakat.
  3. Sebagai pembuktian ilmu pengetahuan.
  4. Memecahkan masalah.
  5. Melatih keterampilan dasar penelitian. 

Struktur Karya Ilmiah

Karya ilmiah ini memiliki struktur tertentu yang membuat karya ilmiah bisa lebih rapi dan berurutan. Struktur karya ilmiah ini penting bagi mahasiswa untuk mengetahuinya, karena ini adalah struktur umum yang dibuat dalam skripsi.

Pada umumnya, struktur karya ilmiah ini antara lain:

1. Halaman Judul

Halaman judul menjadi bagian pertama dalam sebuah karya ilmiah. Halaman judul ini memuat topik yang dibahas di dalam karya ilmiah yang ditulis. Pembuatan judul disarankan untuk dibuat semenarik mungkin agar pembaca bisa tertarik dengan topik yang dibahas.

Selain judul, pada halaman judul juga dicantumkan nama penulis karya ilmiah dan lembaga yang menaungi. Selain itu juga ada waktu penulisan karya tulis ilmiah dibuat.

2. Abstrak

Abstrak ini adalah bagian yang berisi soal ringkasan dari isi karya ilmiah. Abstrak digunakan untuk memberikan gambaran kepada para pembaca agar memahami apa garis besar isi dari penelitian yang ditulis.

Pada umumnya abstrak ini dituliskan maksimal 250 kata sehingga tidak terlalu panjang untuk dibaca.

3. Pendahuluan

Setelah abstrak, ada bab pendahuluan. Dalam dunia perkuliahan, bab pendahuluan umumnya merupakan proposal untuk melakukan penelitian. Oleh karena itu, bab pendahuluan ini penting untuk dibuat secara benar dan sesuai dengan kaidah ilmiah, agar penelitian dan bab-bab selanjutnya bisa dikerjakan.

Pada bab pendahuluan ini berisi empat sub bab, yaitu:

A. Latar Belakang Masalah

Latar belakang masalah ini menjadi penjelasan mengapa penelitian ini perlu dilakukan. Dalam latar belakang ini harus dituliskan masalah yang ada dengan fakta yang ada di lapangan, tentunya ditulis berdasarkan sumber-sumber yang memang terpercaya. Pada bagian ini harus dipaparkan secara jelas dan logis.

B. Rumusan Masalah

Rumusan masalah ini menjadi bagian yang mempertanyakan apa yang sudah dipaparkan pada latar belakang. Oleh karena itu, rumusan masalah ini dituliskan dengan bentuk pertanyaan.

 

C. Tujuan Penelitian

Bagian ini merupakan bagian yang berisi tentang tujuan apa yang ingin dicapai lewat penelitian yang dilakukan ini.

D. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini dituliskan untuk mengetahui dampak-dampak apa saja yang mungkin bisa didapatkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan.

4. Kerangka Teori

Setelah bab pendahuluan, ada kerangka teori yang berisi mengenai teori-teori yang sebelumnya telah dilakukan apakah relevan dengan masalah yang telah dipaparkan. Ada dua sub bab dalam kerangka teori, yaitu:

A. Landasan Teori

Landasan teori ini berisi tentang teori yang mendukung, menjadi dasar, dan konsep dari permasalahan yang telah dipaparkan sebelumnya. Teori ini dijadikan sebagai pedoman untuk melanjutkan penelitian.

Teori ini sendiri merupakan penelitian atau argumen yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya.

Pada bagian ini, juga akan dibahas mengenai fenomena hubungan antar variabel.

B. Hipotesis

Hipotesis ini merupakan kesimpulan sementara yang dibuat oleh penulis dengan dasar kerangka teori yang sudah dipaparkan oleh peneliti sebelumnya.

5. Metode Penelitian

Setelah kerangka teori ditemukan dan ditulis, kemudian penulis harus menentukan lebih dulu metode atau langkah-langkah yang digunakan untuk melakukan penelitian.

Adapun metode penelitian ini umumnya ada tiga jenis, yaitu kuantitatif, kualitatif, dan gabungan (kuantitatif-kualitatif).

Metode kuantitatif merupakan metode penelitian yang dilakukan dengan analisa terhadap angka-angka statistik. Sedangkan metode kualitatif adalah metode penelitian yang fokus dalam mendeskripsikan sesuatu. Singkatnya, penelitian kualitatif ini lebih ke arah pemaparan.

Di dalam metode penelitian terdapat beberapa sub bab, yaitu:

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini merupakan langkah yang dilakukan oleh penulis atau peneliti untuk mendapatkan sumber penelitian yang meliputi, tujuan, tempat pelaksanaan, dan ruang lingkup pengujian.

B. Definisi Konsep dan Operasional Variabel

Definisi konsep ini merupakan konsep dari variabel penelitian, sedangkan operasional variabel adalah penjelasan mengenai ukuran variabel yang ingin diteliti.

C. Populasi dan Sampel

Populasi dan sampel ini merupakan subjek dari penelitian. Jika populasi adalah keseluruhan subjek, maka sampel adalah sebagian subjek penelitian.

D. Jenis, Sumber, Teori Pengumpulan Data

Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai jenis, sumber, dan teori yang dipilih untuk mengumpulkan data.

E. Teknik Analisis

Teknik analisis ini merupakan bagian terakhir pada bab metode penelitian. Bagian ini merupakan penjelasan soal cara mengolah data yang sudah diambil saat penelitian.

6. Pembahasan

Pembahasan adalah bagian yang paling krusial di dalam karya ilmiah. Bagian ini menjadi isi utama dari sebuah penelitian, di mana bagian ini akan berisi mengenai hasil-hasil dari penelitian, gambaran dari objek penelitian, hasil pengujian hipotesis.

Pada intinya, bagian ini akan berisi terkait hasil-hasil dari penelitian yang sudah dilakukan. Selain itu juga akan menjawab apakah hipotesis yang dipertanyakan di awal diterima atau tidak diterima.

7. Penutup

Pada bagian ini biasanya dibagi menjadi dua, yaitu kesimpulan dan saran. Kesimpulan ini akan memuat mengenai opini dari penulis setelah penelitian selesai dilakukan dan telah menemukan hasil. Kesimpulan ini bertujuan supaya pembaca mendapatkan wawasan dari masalah yang sudah selesai diteliti,

Sedangkan saran berisi tentang pesan dari penulis yang berkaitan dengan penelitian. Selain itu, saran ini juga bisa diperuntukkan bagi peneliti sebelumnya apakah penelitian yang sudah dilakukan itu perlu dikembangkan.

8. Daftar Pustaka

Daftar pustaka ini secara sederhana memuat sumber-sumber atau referensi yang menjadi argumen-argumen, terutama dalam kerangka teori. Penulisan daftar pustaka ini formatnya sudah ditentukan, yaitu berisi nama penulis, judul, nama penerbit, identitas, serta waktu penerbitan.

9. Lampiran

Lampiran ini berisi terkait dengan data-data lapangan yang telah diperoleh. Misalnya kuesioner, transkrip wawancara, dan lain sebagainya.

 

Ciri-Ciri Karya Ilmiah

Karya Ilmiah memiliki beberapa ciri-ciri utama, yaitu:

  1. Reproduktif. Reproduktif ini diartikan bahwa penelitian dapat diterima oleh pembaca.
  2. Tidak Bias atau Ambigu. Penelitian wajib menunjukkan hal-hal yang jelas dan sesuai fakta di lapangan. Sehingga tidak menimbulkan kebingungan dari pembaca.
  3. Tidak Subjektif. Karya ilmiah juga tidak boleh ditulis berdasarkan subjektivitas dari penulis tanpa adanya data-data pendukung.
  4. Penggunaan Bahasa Baku. Bahasa baku wajib digunakan agar dapat dimengerti oleh pembaca.
  5. Sesuai dengan Kaidah Keilmuan. Penulisan karya ilmiah juga harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan di bidang keilmuan. Salah satunya adalah dengan menggunakan istilah-istilah akademik.
  6. Dekoratif. Penelitian juga harus bisa menggunakan istilah yang memiliki satu makna agar tidak bias.
  7. Penggunaan Kalimat Efektif. Karya tulis ilmiah tidak diperbolehkan untuk menuliskan pemborosan kata supaya dipanjang-panjangkan. Penulisan kalimat yang efektif lebih disarankan agar lebih mudah dipahami oleh pembaca. 

Contoh Karya Ilmiah

Salah satu contoh dari karya ilmiah singkat adalah sebagai berikut:

Judul: Pengaruh Intensitas Bermain HP terhadap Kesehatan Mata

Bab I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
    Kesehatan mata menjadi salah satu hal yang penting untuk diperhatikan karena mata pada dasarnya adalah organ yang penting bagi tubuh kita. Mata menjadi salah satu organ yang setiap hari aktif digunakan dalam aktivitas kita sehari-hari. Namun, seiring dengan perkembangan zaman pekerjaan mata ini mulai makin berat karena keberadaan teknologi yang dinamakan handphone. Berdasarkan data dari google, pengguna handphone saat ini sudah mencapai 100 juta manusia. Padahal, handphone ini justru membahayakan bagi kesehatan mata jika digunakan dengan tidak bijak. Banyak penyakit mata yang muncul akibat penggunaan handphone yang terlalu lama.

     2. Rumusan Masalah
         Apakah terlalu banyak menggunakan handphone dapat merusak mata?

    3. Tujuan Penelitian
        Tujuan dari penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dampak penggunaan handphone yang terlalu sering apakah bisa merusak mata.

Bab II

PEMBAHASAN

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan menghasilkan bahwa intensitas penggunaan handphone ini normalnya adalah 3 jam per hari. Tetapi, yang terjadi di lapangan adalah masyarakat dalam satu hari paling tidak menatap layar HP selama 6-8 jam.

Hasilnya, dari 80 persen dari pengguna handphone yang menatap layar handphone sehari selama 6-8 jam mengalami sakit mata dan akhirnya harus menggunakan alat bantu berupa kacamata.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Handphone memang sudah tidak bisa dilepaskan dari aktivitas sehari-hari masyarakat saat ini. Handphone saat ini sudah menjadi barang wajib yang digunakan untuk menunjang sekolah, pekerjaan, dan aktivitas lain-lainnya.

Namun, penggunaan handphone ini justru menjadi bumerang bagi masyarakat karena terbukti tidak menyehatkan bagi kesehatan mata.

Saran

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, penulis memberikan saran supaya masyarakat bisa bijak menggunakan handphone dengan maksimal menggunakan hp selama 3 jam per hari agar tidak membahayakan mata

Demikianlah pembahasan mengenai karya ilmiah beserta struktur penulisannya. Karya ilmiah ini merupakan salah satu persyaratan bagi mahasiswa untuk bisa meraih gelar sarjana. Sampoerna University adalah sebuah universitas terakreditasi penuh di Indonesia yang menawarkan pilihan terbaik bagi mereka yang mencari pendidikan internasional unggul.

Sampoerna University merupakan satu-satunya universitas dengan standar kurikulum pendidikan, fakultas, fasilitas, dan operasional Amerika Serikat di Indonesia. Bekerja sama dengan University of Arizona, kami menawarkan Program Gelar Ganda yang memungkinkan Anda belajar selama 4 tahun di Jakarta dengan kurikulum Amerika Serikat dan lulus dengan 2 gelar: Gelar Sarjana AS terakreditasi dari University of Arizona dan Gelar Sarjana (S1) terakreditasi dari Sampoerna University.

Informasi lebih lanjut terkait beasiswa, pendaftaran dan informasi lainnya silakan klik link berikut ini.

Referensi
Wikipedia – Karya ilmiah

X