Skip to main content

Pentingnya Brand Awareness untuk Memenangkan Persaingan yang Semakin Ketat

By Oktober 21, 2022Desember 24th, 2022Artikel, Artikel - FOB
brand awareness

Sekarang ini, banyak orang yang membahas tentang brand awareness. Mereka yang berada di dunia marketing pasti sangat familiar dengan istilah yang satu ini. Lalu, mengapa ini sangat penting?

Lihat saja di sekitarmu. Ada berapa jenis usaha yang mirip atau bahkan sama persis dengan usaha yang kamu buat? Selama satu tahun ini, apakah jumlahnya semakin banyak atau semakin sedikit?

Ada dua kemungkinan. Kompetitor bisnismu semakin banyak. Tidak hanya offline tapi juga online. Namun, ada juga kemungkinan lainnya. Beberapa dari kompetitor tumbang lalu muncul kompetitor lainnya.

Pada intinya, kompetisi di dunia bisnis semakin ke sini semakin ketat. Maka dari itu, Sampoerna University membuka program studi Digital Marketing yang membantu mahasiswanya untuk bisa mempersiapkan diri menghadapi persaingan di dunia pemasaran digital terkini. 

Seberapa Penting Brand Awareness untuk Usahamu?

brand awareness

Dari penjelasan singkat di atas, kamu mungkin sudah mulai mengerti mengapa brand awareness ini perlu dibangun. Fokus utama sebuah usaha adalah mendapatkan profit. Bagaimana bisa profit kalau bisnismu tidak bertahan? Agar mampu bertahan di era gempuran para pesaing yang terus berdatangan, kamu memerlukan apa yang disebut dengan brand awareness. 

Kok bisa? Tentu saja bisa. Kamu mungkin sudah memiliki brand. Kamu memproduksi produk dan sudah ada nama atau yang sering disebut dengan brand. Apakah brand milikmu sudah dikenal? Nah, inilah langkah berikutnya yang harus kamu lakukan, yaitu bagaimana membuat masyarakat aware atau mengenal.

Jadi, pada intinya, brand awareness itu istilah yang merujuk pada upaya untuk membuat masyarakat tahu produkmu hanya dengan mendengar nama atau bahkan hanya melihat logo brand milikmu.

Tidak hanya itu. Ada level lain yang harus kamu capai. Kamu berhasil membangun brand ketika masyarakat bisa membedakan antara produk dari brand milikmu dibandingkan dengan produk dari kompetitor, entah itu dari segi harga, kualitas, layanan, fitur, dan lain sebagainya.

Menurut para ahli di bidang branding, tiga tahap yang harus kamu lakukan dalam membangun sebuah brand awareness. Yang pertama, kamu harus mengenalkan brand milikmu. Yang kedua, kamu harus membuat masyarakat secara otomatis tahu saat mereka mendengar nama atau melihat logo brand milikmu. Dan tahap yang ketiga yang merupakan tahap paling puncak adalah bagaimana kamu membuat masyarakat langsung mengingat brand milikmu ketika memikirkan sebuah produk.

Dalam dunia ilmu branding, tiga hal tersebut dinamakan dengan brand recognition, brand recall, dan top of mind awareness. 

  • Brand Recognition 

Ini merupakan bagian paling awal dalam membangun brand awareness. Tugas kamu dalam tahap ini adalah mengenalkan saja apa produk yang ditawarkan lengkap dengan mana perusahaan atau nama brand milikmu.

  • Brand Recall 

Recall artinya mengingat. Pada tahap ini, kamu dianggap berhasil dalam membangun brand awareness ketika mampu membuat orang yang sudah kenal dengan brand milikmu langsung bisa mengingat apa produkmu dan mana merek perusahaanmu.

  • Top of Mind Awareness 

Beberapa orang akan langsung menyebutkan brand AQUA ketika mereka ingin membeli air mineral. Kenapa demikian? Bukankah ada banyak brand lain produk air mineral? Itulah yang disebut dengan top of mind awareness. AQUA bisa menjadi contoh brand awareness yang bisa kamu tiru. Jadi, ketika konsumen menyebutkan sebuah produk lalu secara otomatis ia menyebutkan brand tertentu, itu artinya brand tersebut sudah berhasil melakukan branding di tahap yang paling tinggi.

Lalu, bagaimana cara mencapainya? 

Baca juga: Brand Loyalty: Arti, Tingkatan, Fungsi, dan Cara Meningkatkan

Tips Cerdik Menaikkan Brand Awareness 

brand awareness

Ada banyak sekali tips yang bisa kamu terapkan untuk membangun dan bahkan menaikkan brand. Namun, setidaknya 3 tips berikut ini yang paling penting untuk kamu lakukan sebagai cara membangun brand awareness:

Memanfaatkan Media Sosial secara Efektif 

Siapa yang tidak memiliki media sosial? Sepertinya semua orang sekarang mengakses media sosial. Bahkan, satu orang bisa memiliki lebih dari 1 media sosial.

Ada banyak sekali platform media sosial saat ini. Sebut saja yang paling lama dan mungkin paling banyak penggunanya saat ini, yaitu Facebook. Lalu ada Instagram bagi pecinta foto dan video. Muncul tren membuat video pendek yang dipopulerkan oleh TikTok. Ada juga Youtube dan Twitter. Setidaknya itulah media sosial yang paling populer di Indonesia saat ini.

Apakah kamu harus menggunakan semua media sosial untuk melakukan brand awareness? Jawabannya bisa ya, bisa juga tidak. Jika kamu memiliki resources yang cukup untuk membangun brand melalui semua platform tersebut, silakan lakukan. Akan tetapi, akan sangat efektif ketika kamu memilih platform yang tepat.

Pikirkan target konsumen kamu itu lebih banyak menggunakan media sosial apa. Biasanya, untuk usia di atas 35 tahun, biasanya mereka menggunakan Facebook. Lain dengan anak milenial yang lebih suka Instagram dan TikTok. Youtube bisa dikatakan platform yang semua usia masuk.

Selain menganalisis konsumen dari usianya, kamu juga bisa menganalisis dari ketertarikan, hobi, dan lain sebagainya. Dari sana, kamu akan tahu platform mana yang sebaiknya dioptimalkan untuk membangun brand awareness. 

Setelah menentukan platform media sosial, fokuslah untuk membungun relasi dan kepercayaan calon konsumen. Caranya bagaimana? Berikut ini beberapa hal yang harus kamu lakukan:

  • Upload konten yang informatif dan edukatif 
  • Pastikan konten terupload secara rutin
  • Lakukan analisis konten, apakah konten mampu menjangkau konsumen atau tidak
  • Buat copywriting, yaitu cara marketing yang tidak secara langsung, melainkan secara halus

Menjalin Kerja Sama dengan Influencer 

Butuh waktu yang tidak pendek untuk mendapatkan follower atau membuat banyak orang tahu media sosial serta brand milikmu. Untuk itu, ada baiknya kamu bekerja sama dengan influencer.

Cari influencer yang tidak hanya memiliki banyak follower tapi juga mampu mempengaruhi orang untuk membeli produkmu. Untuk itu, jangan asal memilih influencer. Akan lebih baik jika kamu menggandeng influencer yang setidaknya cocok dengan produkmu. Misalnya saja kamu menjual produk kecantikan dengan target wanita Muslimah. Kamu seharusnya memilih influencer yang cantik dan berhijab, bukan?

Menjadi Sponsor Sebuah Event

Branding secara online memang penting. Namun, jangan tinggalkan juga branding secara offline. Ada event besar apakah di kotamu? Sesekali kamu bisa menjadi sponsor untuk event tersebut. 

Cara ini tidak hanya efektif untuk mengenalkan brand milikmu di masyarakat tapi juga menaikkan kepercayaan mereka. Apalagi event tersebut sangat bermanfaat untuk masyarakat seperti event santunan anak yatim piatu, event pagelaran seni daerah, dan lain sebagainya. Ketika ada value di event tersebut, value brand milikmu juga akan ikut naik.

Sekarang kamu sudah tahu apa itu brand awareness dan bagaimana cara membangunnya. Konsistensi menjadi kunci dari proses branding. Selain itu, penting juga untuk melakukan analisis berkala apakah proses branding yang kamu lakukan sudah cukup efektif atau tidak.

Untuk itu, Sampoerna University membuka satu program studi yang berfokus pada Pemasaran Digital. Program studi ini menjadi salah satu jurusan di universitas yang paling banyak diminati dan juga dicari lulusannya saat ini. 

Di jurusan Pemasaran Digital, akan memberikan pengetahuan dasar tentang pemasaran, serta tak lupa keterampilan untuk bisa melakukan analisis pemasaran, pengambilan keputusan, sampai komunikasi yang efektif kepada semua pihak yang terlibat penjualan.

Untuk informasi lebih lanjut terkait pendaftaran, kurikulum, kunjungan, dan informasi seputar Sampoerna University silakan mengisi data di bawah ini.

Article Form

Referensi

Gramedia

X