Skip to main content

Rasio Rentabilitas: Arti, Jenis, Manfaat, dan Cara Menghitung

By September 25, 2022Oktober 3rd, 2022Artikel, Artikel - FOB
rasio rentabilitas

Dalam dunia bisnis, perhitungan rasio rentabilitas berkaitan erat dengan perhitungan keuntungan atau laba bersih perusahaan dan tolok ukur kesuksesan. Sebenarnya, apa pengertian rasio rentabilitas dan bagaimana rumus rasio rentabilitas? Simak selengkapnya dalam penjelasan rasio rentabilitas berikut ini!

Pengertian Rasio Rentabilitas

Dalam Bahasa Inggris, rasio rentabilitas disebut juga profitability ratio. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), rasio berarti hubungan taraf atau bilangan antara dua hal yang mirip; perbandingan antara berbagai gejala yang dapat dinyatakan dengan angka; nisbah.

Sedangkan rentabilitas artinya hasil perolehan suatu investasi (penanaman modal) yang dinyatakan dengan persentase dari besarnya investasi. Jadi secara singkat, rasio rentabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba.

Rasio rentabilitas diartikan sebagai rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dalam periode tertentu. Rasio ini sangat erat kaitannya dengan keberlangsungan perusahaan karena bisa menunjukkan kemampuan sebuah aset untuk bisa mengembalikan modal.

Rasio rentabilitas adalah alat ukur efektif untuk mencegah dan mengendalikan kemungkinan munculnya penyimpangan, yang dikhawatirkan bisa mengganggu kinerja perusahaan, sekaligus bisa membuat efisiensi perusahaan dalam meraih profit.

Faktor-faktor yang bisa mempengaruhi rasio rentabilitas adalah biaya modal, volume penjualan, efisiensi manajemen, dan produktivitas tenaga kerja. Rasio rentabilitas sering dipakai sebagai tolok ukur untuk menilai seberapa efektif manajemen perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional.

Analisis rasio rentabilitas juga dipakai untuk pegangan pengambilan keputusan terkait dengan pemenuhan kebutuhan keuangan perusahaan. Hasil analisis bisa membantu perusahaan memutuskan untuk menggunakan bantuan modal dari luar atau menggunakan modal sendiri.

Rasio rentabilitas bisa dihitung dengan mencari perbandingan antara laba yang dihasilkan dengan modal usaha yang sudah dikeluarkan.

Rumus rasio rentabilitas:

L/M

dengan, 

L = laba yang dihasilkan

M = modal yang dikeluarkan untuk menghasilkan laba

Rasio rentabilitas dipakai untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. Caranya yaitu dengan mengukur perbandingan laba kotor dengan keseluruhan aktiva yang dipunyai perusahaan. Rasio rentabilitas adalah rasio keuangan yang penting dalam perusahaan, untuk mencari tahu seberapa baik kinerja bisnis dan kesehatan finansial perusahaan.

Jenis-Jenis Rentabilitas

rasio rentabilitas

Ada dua jenis rasio rentabilitas:

  1. Rasio rentabilitas Ekonomi

Rentabilitas ekonomi merupakan kemampuan perusahaan menghasilkan untung atau laba yang berasal dari modal sendiri ataupun modal asing.

Rumus Rasio rentabilitas Ekonomi = Laba / Modal x 100%

  1. Rasio rentabilitas Modal Sendiri

Rentabilitas modal sendiri adalah kemampuan perusahaan untuk bisa menghasilkan profit yang berasal dari modal keuangan milik pribadi. Laba dalam rentabilitas modal sendiri adalah laba usaha setelah dikurangi modal asing dan pajak perseroan atau income tax EAT.

Rumus Rasio rentabilitas Modal Sendiri = EAT / Modal sendiri x 100%.

Manfaat Rasio Rentabilitas

rasio rentabilitas

Berikut ini adalah beberapa manfaat dari perhitungan rasio rentabilitas:

  1. Mengukur perolehan laba dalam periode tertentu
  2. Menilai posisi laba per tahun
  3. Mengevaluasi perkembangan laba perusahaan
  4. Mengetahui perbandingan laba sebelum pajak dengan total aset
  5. Mengukur produktivitas seluruh dana perusahaan, termasuk modal sendiri dan modal pinjaman.
  6. Mengukur keuntungan bersih, disesuaikan dengan jenis laba yang didapatkan, berdasarkan penjualan.

Baca juga: Ekuitas adalah Hal Penting dalam Ekonomi, Mari Berkenalan!

Cara Menghitung Rasio Rentabilitas

Berikut ini adalah beberapa cara menghitung rasio rentabilitas:

  1. Profit Margin

Rumus:

Gross profit margin = (total penjualan – harga pokok penjualan) : total penjualan

Profit margin merupakan cara menghitung kemampuan perusahaan untuk mendapatkan untung dalam tingkat penjualan tertentu. Laporan profit margin ada di laporan laba-rugi di bagian baris paling terakhir.

  1. Gross Profit Margin

Rumus:

Gross Profit Margin = Laba kotor / pendapatan penjualan

Disebut juga margin laba kotor, merupakan perbandingan pendapatan laba kotor perusahaan dalam periode tertentu dibandingkan dengan tingkat penjualan dalam periode yang sama. Ini adalah cara untuk mencari tahu jumlah laba kotor yang diperoleh perusahaan sebelum dikurangi biaya operasional dan produksi.

Jika semakin besar rasionya, maka semakin besar pula laba yang bisa didapatkan perusahaan.

  1. Net Profit Margin

Rumus:

Net profit margin = Laba bersih setelah pajak / penjualan bersih

Disebut juga laba bersih atau kebalikan dengan gross profit margin, ini adalah rasio yang digunakan untuk mengetahui jumlah laba bersih perusahaan usai dikurangi berbagai macam biaya.

Net profit margin juga digunakan untuk mengukur efisiensi manajemen dalam mengelola perusahaan. Selain juga digunakan investor guna memperkirakan profitabilitas pada masa depan.

  1. Return on Investment (RoI)

Rumus:

ROI = (total penjualan – investasi) / investasi x 100%

Ini merupakan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan yang sebesar-besarnya guna menutup biaya yang dikeluarkan ketika investasi. Laba yang dipakai untuk menutup biaya investasi merupakan laba bersih setelah dikurangi pajak.

  1. Return on Assets (RoA)

Rumus:

ROA = Laba setelah pajak / total asset

Sering disebut rentabilitas ekonomi, yaitu kemampuan perusahaan menghasilkan untung dengan mengandalkan semua aktiva yang dipunyai. Laba yang dipakai untuk menutup aset merupakan laba sebelum terkena bunga bank dan pajak, biasa disebut Earning Before Interest and Taxes (EBIT).

  1. Return on equity (ROE)

Rumus:

ROE = Laba Bersih setelah Pajak / Ekuitas x 100%

Besaran ROE sama dengan tingkat pengembalian ekuitas pemegang saham, berhubungan dengan persentase laba bersih perusahaan. ROE perusahaan bisa digunakan oleh investor untuk menentukan bisnis tersebut bisa menghasilkan keuntungan secara terus-menerus atau tidak.

  1. Margin EBITDA

EBITDA adalah Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation and Amortization atau dalam Bahasa Indonesia Laba Sebelum Bunga, Pajak, Penyusutan, dan Amortisasi. Ini merupakan pendapatan perusahaan sebelum dikurangi berbagai hal tersebut.

Perhitungan EBITDA sering digunakan sebagai pengganti pendapatan keuntungan bersih dan ukuran kinerja perusahaan yang lebih tepat, hal ini karena EBITDA menunjukkan rentabilitas perusahaan sebelum pemotongan keuangan dan akuntansi.

  1. Margin Arus Kas

Dalam rasio ini, ada gambaran hubungan penjualan yang dihasilkan dengan arus kas operasi. Di sini dilihat cara perusahaan mengubah penjualan menjadi uang tunai.

Perusahaan yang punya arus kas tidak memadai, bisa memilih meminjam uang atau mengumpulkan uang dari investor untuk melanjutkan operasi.

Demikian penjelasan lengkap tentang arti, jenis, manfaat, dan cara menghitung rasio rentabilitas. Untuk mengetahui lebih dalam mengenai rasio rentabilitas ini, akan dipelajari di Fakultas Bisnis Sampoerna University. Ini karena, ada program studi Kewirausahaan yang fokus untuk membentuk mahasiswa menjadi pengusaha yang sukses.

Hal ini tentu didukung dengan berbagai kegiatan yang dijalankan seperti menjalankan program CEO Talks dan Founders in Action di mana CEO dari berbagai perusahaan akan berbagi tantangan dan kesuksesan mereka dengan komunitas universitas.

Untuk informasi lebih lanjut terkait pendaftaran, kurikulum, kunjungan, dan informasi seputar Sampoerna University silakan mengisi data di bawah ini.

Article Form

Referensi

Jurnal.id

X