Skip to main content

Sistem Ekonomi Kapitalis: Pengertian, Ciri-ciri, dan Contoh

By Juni 23, 2022Agustus 15th, 2022Artikel, Artikel - FOB, Edukasi
Sistem ekonomi kapitalis adalah

Ketika mendengar istilah kapitalisme, mungkin yang ada di pikiran kita adalah hal-hal yang cenderung negatif. Hal itu dikarenakan memang kapitalisme diidentikan dengan hal-hal negatif seperti sikap egoistis dan keserakahan. Hal itu memang sebenarnya ada benarnya, tetapi kapitalisme sebenarnya tidak melulu soal hal yang berbau negatif karena ada dampak-dampak positif dari keberadaan kapitalisme dalam sistem ekonomi negara. Mengapa bisa demikian? Berikut adalah penjelasan mengenai apa itu sistem ekonomi kapitalis beserta dengan ciri-ciri dan contohnya. 

=

Sistem ekonomi kapitalis adalah suatu jenis sistem ekonomi yang membebaskan seluruh masyarakat untuk melakukan kegiatan ekonomi sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mereka. Sistem kapitalisme ini memberikan hak penuh kepada setiap individu untuk mengambil kekayaannya sebagai alat produksi. Kebebasan itu menjadi kelebihan dari sistem ekonomi kapitalis. 

Jadi, sistem ekonomi kapitalis berlandaskan tiga pilar utama, yaitu hak kepemilikan pribadi, individualisme ekonomi, serta persaingan bebas.

Sistem ekonomi kapitalis bisa dibilang kontroversial, tetapi sangat populer di era modern ini. Pasalnya, sistem ini berpotensi membuat kesenjangan antara kaya dan miskin. Maksudnya adalah, pihak yang kaya atau dalam hal ini memiliki modal akan semakin kaya, sedangkan yang miskin akan sulit mengejar yang kaya. 

Mengapa bisa seperti itu? Karena pada dasarnya sistem ekonomi kapitalis dikendalikan oleh siapa saja yang memiliki modal. Dalam sistem ini, negara berperan hanya sebatas sebagai pengawas untuk memastikan kelancaran dari kegiatan ekonomi. Jadi, negara tidak bisa ikut campur secara dalam untuk mengatur kebijakan. 

Pengertian Sistem Ekonomi Kapitalis Menurut Para Ahli

  • Adam Smith

Menurut Adam Smith, sistem ekonomi kapitalis adalah sistem yang bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat, karena pemerintah tidak ikut campur dalam penetapan kebijakan atau mekanisme pasar.

  • Max Weber

Menurut Max Weber, sistem ekonomi kapitalis adalah sistem ekonomi yang digunakan untuk pasar supaya bisa menghasilkan keuntungan dengan adanya transaksi di pasar tersebut. 

  • Ir. Soekarno

Menurut Ir. Soekarno, sistem ekonomi kapitalis merupakan sistem yang ada di dalam masyarakat yang dihasilkan dari produksi. Sistem ini memisahkan kaum buruh dengan peralatan produksi.

  • Ebenstein William

Menurut Ebenstein William, sistem ekonomi kapitalis adalah sistem yang cenderung lebih mencakup keseluruhan dibanding sistem ekonomi lainnya. 

  • Tom G. Palmer

Menurut Tom G. Palmer, sistem ekonomi kapitalis adalah sistem ekonomi, sosial, hukum, sampai budaya yang bertujuan untuk mendorong desentralisasi inovasi lewat kesukarelaan di dalam mekanisme pasar. 

Baca juga: Memahami Ekonomi Kreatif: Pengertian, Manfaat, dan Contoh

Sejarah Sistem Ekonomi Kapitalis

Sistem ekonomi kapitalis disebut sudah muncul sejak abad ke-17. Sistem itu dimulai ketika gereja-gereja di Eropa mulai runtuh satu per satu. Runtuhnya dominasi gereja itu terjadi karena adanya pandangan mengenai liberalisme, humanisme, rasionalisme, dan materialisme. Ketika itu, gereja dianggap terlalu mencampuri segala macam kepentingan. 

Dari situ paham ekonomi kapitalisme mulai terbentuk. Hal itu terjadi karena gereja dianggap terlalu membatasi umatnya untuk mendulang keuntungan karena gereja menganggap segala keuntungan mereka adalah milik mereka. 

Setelah dominasi gereja runtuh, masyarakat pun mulai memiliki kebebasan untuk menimbun kekayaan. Masyarakat mulai mengubah sektor usahanya dari agribisnis ke industri. Kemudian, munculah tokoh ekonomi bernama Adam Smith yang diklaim menjadi pencetus ideologi kapitalisme. 

Adam Smith menilai bahwa masyarakat seharusnya diberi kebebasan untuk berusaha dalam persaingan tanpa adanya intervensi dari pemerintah. Sejak saat itu, paham kapitalisme pun mulai muncul sampai masuk ke bidang ekonomi. 

Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Kapitalis

Ada beberapa ciri-ciri yang dapat diidentifikasi terkait untuk mengetahui sistem ekonomi kapitalis. Sistem itu antara lain: 

  • Self-Interest

Self Interest maksudnya adalah mementingkan diri sendiri. Jadi masyarakat memiliki kebebasan penuh untuk melakukan persaingan bisnis untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya. Jadi kegiatan ekonomi bertujuan untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan individu. 

  • Mengedepankan Hak Perseorangan

Di sistem ekonomi kapitalis, rakyat akan dibebaskan menimbun kekayaan tanpa harus memikirkan kondisi orang lain. 

  • Masyarakat Dibebaskan 

Sistem ekonomi kapitalis memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk melakukan kegiatan ekonomi, tanpa intervensi dari pemerintah. Pemerintah di sini hanya sebatas fasilitator kegiatan ekonomi sehingga masyarakat dengan bebas melakukan kegiatan ekonomi. 

  • Persaingan Bebas

Pasar bebas maksudnya adalah pelaku bisnis atau usaha dapat dengan bebas melakukan persaingan di pasar. Jadi para pelaku bisnis dapat menawarkan produknya dengan cara apapun dan konsumen dapat membeli sesuatu yang cenderung menguntungkan mereka sendiri. 

  • Harga Menjadi Penentu

Dalam sistem ekonomi kapitalis, harga menjadi penentu keseimbangan antara permintaan dan penawaran yang ada di pasar. Pemerintah tidak dapat melakukan ikut campur ketika ada penurunan harga yang rendah, karena nantinya harga akan seimbang secara alami dengan sendirinya.

  • Peran Pemerintah Sedikit

Seperti yang telah dijelaskan bahwa pemerintah atau negara dalam sistem ekonomi kapitalis hanya berperan sebagai fasilitator, bukan ikut campur dengan cara pembuatan kebijakan. Negara hanya fokus mengawasi kelancaran kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat. 

Negara yang Menganut Sistem Ekonomi Kapitalis

Ada banyak sekali negara yang menganut sistem ekonomi kapitalis, di antaranya adalah: 

  1. Amerika Serikat
  2. Prancis
  3. Jerman
  4. Italia
  5. Kroasia
  6. Belgia
  7. Rusia
  8. Spanyol
  9. Inggris 
  10. Ukraina
  11. Venezuela
  12. Kosta Rika
  13. Uruguay
  14. Brasil
  15. Argentina
  16. Chile
  17. Kolombia
  18. Ekuador
  19. Kanada
  20. Paraguay
  21. India
  22. Iran
  23. Jepang
  24. Korea Selatan
  25. Belanda
  26. Thailand
  27. Taiwan
  28. Hong Kong
  29. Singapura
  30. Australia
  31. Selandia Baru
  32. Mesir
  33. Afrika Selatan
  34. Ghana

Dan masih banyak lagi negara yang menganut sistem ekonomi kapitalis

Dampak Sistem Ekonomi Kapitalis

Terdapat dampak positif dan negatif dari penerapan sistem ekonomi kapitalis, di antaranya adalah

  • Masyarakat Menjadi Mandiri dan Kreatif

Karena dasar dari sistem ekonomi kapitalis adalah memberikan kebebasan kepada masyarakat sepenuhnya, maka tentunya masyarakat akan terdorong untuk hidup mandiri dan kreatif untuk memperjuangkan hidupnya sendiri. 

  • Mendorong Aktivitas Ekonomi

Bagi negara, sistem ekonomi kapitalis  juga dapat mendorong aktivitas ekonomi yang maksimal karena adanya persaingan bebas. 

Keberadaan persaingan bebas itu akan memicu munculnya harga yang cenderung wajar.

  • Kesejahteraan Masyarakat Meningkat

Kesejahteraan masyarakat dapat meningkat dengan penerapan sistem ekonomi kapitalis karena sistem ini sangat mengedepankan hak milik perseorangan. 

  • Sikap Individualis Masyarakat Meningkat

Hak perseorangan selain dapat mensejahterakan masyarakat itu sendiri, tetapi juga dapat membuat masyarakat lebih individualis. Hal itu terjadi karena masyarakat akan cenderung menimbun kekayaan secara maksimal untuk dirinya sendiri. 

  • Kesenjangan Kaya dan Miskin

Kesenjangan antara si kaya dan si miskin dapat terjadi karena pada sistem ekonomi kapitalis, yang dapat meraup kekayaan secara maksimal adalah orang yang memiliki modal saja. Jika tidak memiliki modal maka tidak akan bisa ikut di dalam persaingan dalam mendapatkan keuntungan. 

Contoh Penerapan Sistem Ekonomi Kapitalis

Indonesia meskipun tidak menganut sistem ekonomi kapitalis, tetapi ada beberapa contoh nyata mengenai keberadaan sistem ekonomi kapitalis. Misalnya adalah makin maraknya keberadaan supermarket dan mall di kota-kota besar.

Jenis pasar modern ini menawarkan kenyamanan dan keamanan bagi konsumen dalam proses berbelanja. Kondisi itu membuat masyarakat berbondong-bondong untuk membelanjakan uangnya di mall dan supermarket. Hal itu terjadi karena pasar tradisional tidak menawarkan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat. Hasilnya pun pasar tradisional perlahan mulai tergusur. 

Untuk menyaingi pasar modern, pasar tradisional kemungkinan akan sulit karena modal yang dibutuhkan lebih banyak.

Dari penjelasan mengenai sistem ekonomi kapitalis di atas, sebagai generasi penerus harus bisa berinovasi dan meningkatkan kekreatifan dalam bisnis. Hal ini dapat dipelajari di Sampoerna University melalui Program Studi Kewirausahaan. Di dalam program studi ini, mahasiswa akan dibekali berbagai wawasan dan pengetahuan mengenai berwirausaha melalui berbagai program. 

Salah satu program rutin yang diselenggarakan ialah program CEO Talks dan Founders in Action di mana para pengusaha sukses di Indonesia akan berbagai tantangan dan kesuksesan mereka dengan komunitas universitas.

Referensi
Tirto.id – Sistem ekonomi kapitalis

X