Skip to main content

Teori Pertumbuhan Ekonomi: Pengertian, Faktor dan Ciri-ciri

By Maret 22, 2022September 9th, 2022Artikel, Artikel - FOB, Edukasi
teori pertumbuhan ekonomi

Merupakan peningkatan nilai dan jumlah produksi barang serta jasa yang perhitungannya dilakukan oleh suatu negara dalam kurun waktu tertentu, berdasarkan pada beberapa indikator disebut dengan pertumbuhan ekonomi. Dalam praktiknya, teori pertumbuhan ekonomi memiliki peran sangat penting dan dijadikan sebagai dasar dalam melaksanakannya.

Pertumbuhan ekonomi bisa diartikan sebagai suatu proses dalam perubahan secara berkesinambungan dan tentunya menuju kondisi yang lebih baik terkait ekonomi suatu negara. Ekonomi suatu negara bisa dikatakan bertumbuh apabila kegiatan masyarakat juga berdampak langsung pada kenaikan produksi barang serta jasanya.

 

Pengertian Pertumbuhan Ekonomi

Secara umum pertumbuhan ekonomi adalah keadaan di mana naiknya pendapatan dari munculnya kenaikan produksi barang dan jasa. Namun kenaikan pendapatan ini tidak dibandingkan dengan adanya pertumbuhan jumlah penduduk. Hal ini bisa dilihat dari hasil peningkatan dalam berbagai bidang, seperti teknologi.

Pertumbuhan ekonomi juga disebut sebagai proses dalam perekonomian negara yang berlangsung dalam kurun waktu tertentu, arah yang dituju adalah kondisi perekonomian yang lebih baik. Sebuah negara bisa dikatakan sudah mengalami pertumbuhan ekonomi jika kehidupan masyarakatnya menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Ketika mengetahui tingkat pertumbuhan ekonomi, pemerintah kemudian dapat membuat perencanaan mengenai penerimaan negara dan pembangunan ke depannya. Di samping itu para pelaku sektor usaha, tingkat pertumbuhan ekonomi bisa dijadikan sebagai dasar dalam membuat rencana terkait pengembangan produk hingga sumber daya yang ada.

Baca juga: Serba-serbi Laporan Keuangan: Pengertian, Tujuan, Karakteristik

 

Faktor Pertumbuhan Ekonomi

· Sumber Daya Manusia

Faktor ini mampu mempercepat atau juga memperlambat proses laju pertumbuhan ekonomi, jika tingkat pengangguran tinggi maka dampak terhadap masyarakat adalah kemiskinan yang semakin menjamur. Kondisi ini juga akan berdampak pada permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa.

· Sumber Daya Alam

Keberadaan sumber daya alam yang ada di suatu negara juga harus dibarengi dengan kemampuan sumber daya manusia. Keterbatasan pengelolaan SDA membuat berbagai perusahaan yang beroperasi dalam bidang pengelolaan bahan mentah diharuskan untuk melakukan impor.

· Kemajuan Iptek

Negara bisa dikatakan maju dalam perekonomian jika mengalami peningkatan, salah satunya pemakaian ilmu pengetahuan dan teknologi. Termasuk dalam suatu perusahaan yang lebih mengedepankan penggunaan teknologi terhadap produksi barang dan jasa.

· Tingkat Inflasi

Inflasi sangat mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi, naiknya berbagai barang dan jasa akan berpengaruh pada produktivitas bahan baku. Karena hal itu menyebabkan adanya kenaikan biaya operasi perusahaan dalam pemasokan bahan baku.

· Tingkat Suku Bunga

Perkembangan dan pertumbuhan ekonomi cenderung membuat tingkat suku bunga juga akan mengalami peningkatan sebab terdapat peningkatan pendapatan masyarakat. Suku bunga tinggi memiliki pengaruh yang buruk pada bisnis yang memakai modal pinjaman.

 

Ciri-ciri Pertumbuhan Ekonomi

Menurut Simon Kuznets terdapat sedikitnya enam ciri atau karakteristik dalam pertumbuhan ekonomi modern dari analisisnya. Analisis merupakan produk nasional serta komponen yang di dalamnya berisi tenaga kerja, penduduk dan lain sebagainya. Berikut enam ciri-ciri yang ada dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

  • Adanya laju pertumbuhan penduduk, diikuti dengan produk per kapita yang cepat.
  • Terdapat kenaikan produktivitas dalam masyarakat.
  • Adanya perubahan struktural yang tinggi.
  • Muncul urbanisasi dalam suatu negara.
  • Adanya ekspansi menuju ke negara yang dianggap lebih maju.
  • Muncul kondisi arus barang, modal serta manusia antar berbagai bangsa di dunia.


Contoh Pertumbuhan Ekonomi

  • Adanya perkembangan terkait pembangunan pabrik besar seperti pembangkit listrik dalam suatu wilayah.
  • Adanya kerja sama ekonomi dengan beberapa negara lain, bisa dalam bentuk organisasi maupun antarnegara.
  • Ekspor suatu produk ke negara lain atau bahkan berbagai negara di dunia dan proses ini terjadi berkelanjutan.
  • Beberapa produk yang menjadi unggulan bisa menjadi konsumsi suatu negara lain, atau bahkan kebutuhan pokok.


Pengertian dan Cara Menghitung Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi bisa dikatakan sebagai kenaikan aktivitas ekonomi masyarakat yang bisa menimbulkan peningkatan jumlah produksi barang serta jasa hingga peningkatan dari pendapatan nasional. Pertumbuhan ini bisa dipakai sebagai indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi yang terjadi dalam masyarakat.

Salah satu cara untuk melakukan perhitungan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan menggunakan hitung nilai uang. Nilai uang bisa didapat dalam produk domestik bruto (PDB), untuk menghitung jumlah dari PDB diperlukan data semua jenis produksi dari bisnis dalam suatu negara, setelah itu melakukan pendataan terhadap semua jenis produk tersebut.

Pengukuran atau perhitungan dari pertumbuhan ekonomi tak dapat dilaksanakan setiap waktu, karena pengumpulan data dari PDB sangat sulit untuk dilakukan. Sehingga biasanya untuk menghitungnya bisa dilakukan dalam setiap tiga bulan sekali hingga satu tahun sekali untuk mendapatkan hasilnya.

Pertumbuhan ekonomi dalam sebuah negara bisa dihitung dengan menggunakan cara membandingkan, contohnya untuk ukuran nasional, Gross National Product (GNP), tahun yang berjalan dengan tahun sebelumnya. Berikut rumus yang dapat digunakan untuk menghitung, rumus pertumbuhan ekonomi suatu negara, R(t-1, t) = (PDB – PDB-1)/PDBT-1 X 100%.

Teori Pertumbuhan Ekonomi

Seiring perkembangan dari pertumbuhan ekonomi, muncul juga berbagai teori dari hal ini yang secara umum tujuannya adalah untuk menjelaskan siklus pertumbuhan sekaligus faktor-faktor yang berpengaruh secara langsung. Tentu terhadap adanya peningkatan dari perekonomian nasional, berikut ini beberapa teori yang ada.

  • Teori Pertumbuhan Ekonomi Klasik

Teori klasik sudah berkembang dari abad ke-18 dan pencetusnya adalah tokoh terkemuka bernama Adam Smith. Menurutnya perekonomian penduduk dalam suatu negara akan meraih titik tertinggi saat menggunakan sistem liberal. Sistem ini memiliki dua unsur utama, yakni pertumbuhan penduduk dan yang dihasilkan.

Teori klasik ini lahir sebagai tonggak pertama dalam pemikiran ilmu ekonomi yang juga digunakan sebagai disiplin ilmu. Teori ini muncul karena adanya kelemahan serta kekurangan dari teori ekonomi sebelumnya.

  • Teori Ekonomi Neoklasik

Dikenal sebagai model pertumbuhan ekonomi Solow-Swan karena awal kemunculannya juga diperkenalkan oleh Adam Smith. Namun setelah itu dikemukakan kembali oleh Robert Solow dan T.W Swan, yang menyatakan bahwa ada tiga faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, di antaranya modal, tenaga kerja dan perkembangan teknologi.

  • Teori Pertumbuhan Ekonomi Historis

Kemunculan teori adalah hasil dari pengembangan sejumlah ahli ekonomi, seperti Karl Bucher, Werner Sombart dan Frederich List dengan pandangan yang berbeda-beda. Meski begitu pusatnya berada di titik yang sama, yakni pada kegiatan ekonomi masyarakat. Menurut Karl, hubungan antara produsen dan konsumen mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional.

Hubungan tersebut muncul dalam kota, masyarakat, tingkat rumah tangga hingga dunia, sementara Werner Sombart telah mengelompokkan peran masyarakat dalam pertumbuhan ekonomi. Dari tahapan perekonomian tertutup, tahapan pertumbuhan industri hingga tahapan kapitalis.

  • Teori Pertumbuhan Ekonomi Kuznets

Pertumbuhan ekonomi merupakan peningkatan jangka panjang dari kemampuan suatu negara, tujuannya untuk memberikan berbagai jenis barang ekonomi terhadap masyarakat. Pertumbuhan ekonomi dapat dicapai dengan menggunakan tiga faktor. Yakni peningkatan ketersediaan barang, perkembangan teknologi dan penggunaan teknologi.

Demikian penjelasan mengenai pengertian pertumbuhan ekonomi, faktor, contoh dan teori yang digunakan. Sampoerna University bersama Fakultas Bisnis membangung mahasiswa berkompeten yang memahami bagaimana perkembangan ekonomi suatu negara, tak hanya berfokus pada Indonesia tetapi juga dunia.

Sampoerna University bertujuan memenuhi kebutuhan individu yang cakap dan terlatih untuk mengisi lapangan pekerjaan di berbagai sektor bisnis. Program akademik Fakultas Bisnis Sampoerna University dirancang memenuhi setiap kebutuhan yang diperlukan mahasiswa. Dengan begitu talenta yang dimiliki bangsa siap bersaing untuk pekerjaan.

Pelajari lebih lanjut terkait program studi, metode pengajaran dan seputar informasi akademik yang ada di Sampoerna University dengan mengisi data dibawah ini dan team kami akan siap melayani.

Article Form
X