Skip to main content

Pengertian Buyer Persona: Manfaat, Konsep, dan Detail

By Juli 16, 2022Agustus 15th, 2022Artikel, Edukasi
buyer persona

Di dalam dunia bisnis dan pemasaran, terdapat berbagai macam istilah. Salah satunya adalah buyer persona. Buyer persona adalah salah satu elemen yang wajib diketahui ketika anda akan atau sedang melakukan bisnis. Jadi sederhananya buyer persona ini untuk mengetahui karakteristik konsumen yang ingin disasar dengan cara membuat gambarannya sendiri. 

Artikel ini akan menjelaskan lebih lanjut mengenai definisi, manfaat, dan detail dari Buyer Persona. 

Apa itu Buyer Persona?

Buyer Persona adalah penjelasan secara rinci mengenai orang yang akan dijadikan sebagai target konsumen. Penjelasan itu didapatkan dari hasil riset yang telah dilakukan. Jadi, buyer persona akan memberikan gambaran mengenai siapa konsumen yang cocok, masalah apa yang dialami oleh konsumen, sampai cara pengambilan keputusan pembelian. Sederhananya buyer persona adalah  

Pada dasarnya langkah ini dilakukan dengan cara membuat gambaran target konsumen secara rinci supaya bisa menentukan strategi pemasaran dan penjualan. Namun, untuk membuat gambaran itu tentunya harus benar-benar mendalami bagaimana kondisi calon konsumen

Dengan mengetahui dan memahami seperti apa kondisi konsumen, pengusaha atau pebisnis akan tahu langkah apa yang harus dilakukan untuk memasarkan dan menjual produknya sehingga dapat tepat sasaran. 

Apa Manfaat Buyer Persona?

Berikut ini adalah deretan manfaat dari penyusunan buyer persona:

  • Tepat Sasaran

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa buyer persona akan membantu para pebisnis untuk memahami konsumennya. Dengan mengetahui buyer persona anda akan selalu teringat mengenai penempatan dari produk anda di mata pelanggan. Anda akan mengetahui apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh pelanggan. 

Sebab, permasalahan yang kerap terjadi adalah pebisnis tidak tahu siapa konsumennya sehingga asal dalam memasarkan produknya. Hasilnya? mungkin jika anda beruntung bisa saja tepat sasaran, tetapi yang biasanya terjadi adalah pemasaran dan penjualan salah sasaran, sehingga strategi tidak efektif dan tujuan tidak tercapai.

Ide semenarik apapun jika tidak sesuai dengan kebutuhan konsumen maka juga tidak akan efektif. Misal anda ingin memasarkan produk sepatu olahraga, tetapi anda justru menjualnya di pameran yang audiensnya adalah lansia. Dari situ tentunya bisa kita bayangkan bahwa sangat jarang sekali orang tua akan membutuhkan sepatu olahraga. 

  • Mengetahui Perspektif Konsumen

Jadi, karena anda sudah mengetahui gambaran mengenai siapa konsumen yang anda sasar, maka kemungkinan anda akan bisa meredam ego anda sendiri dalam menjual produk. 

Perspektif konsumen ini perlu diketahui karena akan bermanfaat terutama dalam hal strategi pemasaran. Sebab, hal-hal yang menurut anda bagus, belum tentu akan bagus pula di mata konsumen. Bahkan bisa saja sebaliknya. 

Anda harus menyesuaikan dengan kebiasaan konsumen dalam membeli suatu produk agar penjualan pun juga kemungkinan akan meningkat karena pelanggan juga merasa relevan dengan gaya pemasaran anda. 

  • Efektif dalam Hal Iklan

Iklan merupakan salah satu strategi pemasaran yang wajib dilakukan. Bentuknya iklan pun ada berbagai macam. Iklan ini bertujuan untuk meningkatkan awareness dari para konsumen. 

Ketika membuat iklan, tentunya kita ingin menjangkau konsumen yang sesuai dengan target pasar kita. Apabila kita asal-asalan membuat dan menempatkan iklan, akan terasa sia-sia karena tidak tepat sasaran. Meskipun memang masyarakat tahu keberadaan produk kita. 

Misalnya, anda ingin memasarkan suatu produk dengan menggunakan jasa influencer yang menurut anda sangat bagus dan terkenal. Namun ternyata, influencer yang anda sewa itu pengikutnya tidak sesuai dengan target pasar anda. Alhasil, pemasaran pun tidak efektif karena tidak menjangkau target pasar anda. 

Oleh sebab itu, sangat penting bagi para pebisnis untuk mengetahui demografi rinci dari calon konsumennya. Karena hal ini akan bermanfaat dalam berbagai hal, tak hanya yang berkaitan dengan iklan. 

Baca juga: Pengertian CRM, Sistem, Komponen dan Tahapan

Konsep Buyer Persona Spring

Beautiful asian woman carrying colorful bags shopping online with mobile phone

Terdapat satu konsep yang berkaitan dengan buyer persona. Konsep itu adalah buyer persona spring. Konsep ini dikembangkan oleh para ahli bisnis seperti Aleksej Heinze, Tahir Rashid, Gordon Fletcher, dan Ana Cruz. Menurut empat orang itu, terdapat tiga poros buyer persona yang bisa dituju, yaitu: 

  • Konten

Konten maksudnya adalah apakah konten atau nilai dari produk anda relevan dengan konsumen anda? 

  • Channel

Channel maksudnya adalah kanal-kanal apa saja yang dikunjungi oleh konsumen anda. 

  • Data

Data maksudnya adalah hal-hal yang berkaitan dengan insight dari konsumen sehingga anda bisa menyesuaikan strategi. 

Dari tiga poros itu, kemudian akan dieksekusi melalui empat tahapan, yaitu: 

  • Planning. Planning maksudnya adalah rencana dari strategi.
  • Execution. Execution adalah kondisi ketika kita sudah mengaplikasikan rencana yang sebelumnya sudah dicanangkan.
  • Observation. Setelah diterapkan, selanjutnya adalah diamati apakah strategi yang diterapkan efektif.
  • Evaluation. Tahap terakhir adalah evaluasi yang berarti melihat sejauh mana keberhasilan dari strategi dan mencari tahu letak kesalahan untuk selanjutnya diperbaiki.

Detail Buyer Persona

Asian attractive female cafe staff wear uniform apron smiling cheerful welcome to cafe reataurant with confident and happiness with positive service mind after lockdown is over in shopfront entrance

Untuk menentukan buyer persona, terdapat beberapa hal yang harus anda susun dalam menentukan buyer persona. Di antaranya adalah: 

  • Data Pribadi

Data pribadi adalah gambaran data secara rinci mengenai konsumen. Untuk mengetahuinya, ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab, yaitu: 

  • Apa jenis kelamin konsumen?
  • Berapa usia konsumen? 
  • Dimana tempat tinggal konsumen? 
  • Apa pekerjaan konsumen? 
  • Berapa penghasilan konsumen?
  • Bahasa apa yang digunakan oleh konsumen sehari-hari? 

Semakin detail pertanyaan yang anda pikirkan maka akan semakin detail pula gambaran mengenai target pasar yang ingin disasar.

  • Tingkah Laku Konsumen (Behaviour)

Selanjutnya yang perlu dipikirkan adalah gambaran mengenai tingkah laku sehari-hari dari konsumen. Pertanyaan-pertanyaan yang harus dirangkai adalah: 

  • Apa hobi konsumen? 
  • Apa hal yang paling disukai?
  • Media sosial apa yang sering digunakan konsumen? 
  • Apa yang dilakukan konsumen ketika mempunyai waktu luang?
  • Kapan waktu konsumen menggunakan sosial media?
  • Topik apa yang diminati konsumen. 

Untuk mengetahuinya ada beberapa situs yang menyediakan insight mengenai sosial media, di antaranya adalah Hootsuite, Buzzsumo, dan Keyhole.co 

  • Kebiasaan Belanja

Selanjutnya adalah kebiasaan konsumen dalam hal berbelanja. Pertanyaan-pertanyaan yang bisa dipertanyakan adalah: 

  • Bagaimana konsumen mengetahui suatu produk?
  • Darimana konsumen mengetahui produk? 
  • Apa referensi konsumen dalam berbelanja? 
  • Siapa sosok yang menjadi inspirasi dalam berbelanja. 
  • Kesulitan yang Dirasakan

Kemudian adalah mengetahui permasalahan yang dirasakan oleh konsumen dalam hal berbelanja. Pertanyaannya adalah: 

  • Masalah apa yang kerap dihadapi saat berbelanja? 
  • Solusi yang dilakukan ketika mendapatkan masalah? 
  • Solusi seperti apa yang diinginkan oleh konsumen? 
  • Harapan yang Ingin Dicapai

Dan yang terakhir adalah mengetahui apa harapan yang ingin dicapai oleh konsumen. Misalnya adalah mengenai harapan perbaikan produk, tambahan fitur, sampai harga yang diharapkan oleh konsumen. 

Contoh Buyer Persona Sederhana

Jadi anda adalah seorang pengusaha yang ingin membuka usaha minuman ringan. Dari situ, gambaran buyer personanya adalah: 

Nama: Dika

Jenis Kelamin: Laki-laki

Usia: 27 tahun

Pekerjaan: Karyawan Swasta

Penghasilan: > Rp5.000.000

Pengeluaran sebulan: +- 4.000.000

Minuman kesukaan: Kopi dan Teh

Hobi: Olahraga

Media Sosial: Instagram dan Twitter

Kebiasaan: 

  • Bekerja dari pagi hingga sore.
  • Olahraga di akhir pekan
  • Tidak suka hal-hal yang ribet
  • Cashless
  • Terbiasa dengan teknologi

Demikian penjelasan mengenai buyer persona. Pembahasan mengenai hal ini tentu akan dijelaskan lebih dalam di Fakultas Bisnis Sampoerna University terutama di jurusan Digital Marketing. Sebab, dalam dunia pemasaran digital, buyer persona perlu sekali untuk diketahui agar strategi yang diterapkan tepat sasaran.

Referensi
Bitlabs

X