Skip to main content

Cara Mudah Belajar Teori Kognitivistik dan Aplikasinya

By Februari 7, 2022Februari 11th, 2022Edukasi
girl learning making notes

Dalam dunia pendidikan diketahui salah satu teori yang digunakan seseorang dalam belajar, teori kognitif menjadi salah satunya. Teori kognitivistik lebih menekankan bahwa belajar merupakan suatu proses yang terjadi dalam pikiran manusia. Meskipun pada dasarnya belajar adalah proses usaha yang melibatkan aktivitas mental dalam diri manusia itu sendiri.

Teori kognitif sangat umum dikaitkan dengan proses belajar, proses belajar terjadi karena adanya variabel penghalang dalam aspek-aspek kognisi seseorang. Aubusel dan Brunner merupakan pengembang dari tokoh ini, proses interaksi aktif dengan lingkungan dilakukan guna memperoleh suatu perubahan, bisa dalam bentuk pengetahuan, pemahaman, tingkah laku hingga keterampilan.

Pengertian Teori Kognitivistik

Teori belajar kognitivistik mengakui pentingnya faktor individu dalam belajar tanpa mengesampingkan faktor ekternal, seperti lingkungan sehingga pengetahuan yang didapat bersifat non-objektif, untuk sementara waktu hingga selalu berubah. Dalam teori ini otak difungsikan sebagai alat mengintepretasi hingga munculnya makna yang unik.

Dalam teori ini juga mengenal konsep bahwa belajar merupakan hasil interaksi yang terus-menerus dari seseorang dan lingkungannya dalam melalui proses asimilasi dan akomodasi. Adanya teori ini, seorang siswa bisa memiliki pengetahuan dan pengalaman lebih luas dan hal itu akan dapat disimpan dalam ingatan mereka.

Teori kognivistik membuat siswa didik dilatih untuk berpikir secara cerdas ketika menyelesaikan masalah yang dihadapi. Pelajar dituntut untuk menggali pengetahuan secara mandiri, sesuai dengan penjelasan tokoh psikologi, Jean Piaget mengenai teori kognivitisme mengenai pentingnya menggunakan akal dan nalar saat belajar sesuatu.

Baca juga :Mengenal Multikulturalisme: Pengertian, Teori dan Karakteristik

Ciri-ciri Aliran Kognitivistik

Singkatnya kognitivistik adalah membuat peserta didik yang belajar tak hanya menghafal namun yang lebih penting adalah bagaimana seorang siswa menangkap makna dari proses pembelajaran yang sedang dilakukan. Hal itu membuat teori ini memiliki beberapa ciri khusus, berikut ini beberapa ciri dari aliran belajar kognitivistik.

  • Lebih mementingkan apa yang terdapat dalam diri manusia.
  • Fokus pada bagian-bagian belajar.
  • Mementingkan peranan kognitif.
  • Fokus pada kondisi waktu saat ini.
  • Mementingkan pembentukan struktur kognitif.

Ciri khas dari teori kognitivistik adalah memperoleh dan menggunakan bentuk-bentuk representatif yang mewakili objek tersebut ketika dihadirkan dalam diri seseorang. Bisa melalui tanggapan dan gagasan yang semuanya merupakan sesuatu bersifat mental. Jenis pengetahuan yang didapat oleh seorang siswa dalam penggunaan teori ini juga akan semakin luas.

Dalam arti kognitivistik, seseorang yang belajar memiliki kemampuan yang berbeda dan perbedaan itu bisa menimbulkan kesenjangan dari mereka. Disinilah dibutuhkan peran seorang guru yang bisa mengontrol dan membuat semua siswa berada dalam kondisi seimbang, meskipun guru selaku pembimbing tidak mampu mengontrol perbedaan yang muncul.

Kelebihan dan Kekurangan Kognitivistik

Setelah mengetahui apa pengertian dari teori kognitivistik, memahami kelebihan dan kekurangannya juga merupakan hal yang penting. Sebab, dengan begitu penerapan teori ini bisa lebih tepat sasaran.

Untuk lebih lengkapnya, simak ulasan mengenai kelebihan dan kekurangan kognitivistik di bawah ini.

Kelebihan Kognitivistik

  • Lebih mengutamakan pada pengembangan pengetahuan yang dimiliki setiap orang, pendidik hanya perlu memberi dasar materi dan kelanjutan belajar tergantung dari individu tersebut.
  • Pendidik mampu memaksimalkan ingatan peserta didik, hal ini diperlukan karena salah satu peran kognitif adalah menekankan pada daya ingat individu yang belajar.
  • Arti kognitivistik dari para ahli sama dengan kreasi atau pembuatan suatu hal baru atau sesuatu yang baru dari sesuatu yang sudah ada, siswa dituntut untuk berkreasi.
  • Mudah diterapkan dan sudah banyak diterapkan dalam dunia pendidikan di Indonesia, termasuk dalam segala tingkatan sekolah.

Kekurangan Kognitivistik

  • Kemampuan peserta didik soal ingatan berbeda-beda, dalam teori kognitivistik semua individu dianggap memiliki daya ingat yang sama.
  • Tidak memperhatikan cara siswa dalam mengembangkan pengetahuan dan cara dalam mencari pengetahuan tersebut.
  • Siswa dipastikan tidak akan mengerti materi yang diberikan sepenuhnya jika dalam pembelajaran hanya menggunakan teori ini.
  • Untuk sekolah kejuruan, siswa akan kesulitan dalam praktek kegiatan dan materi jika hanya menerapkan teori ini.
  • Perlu diperhatikan kemampuan peserta didik dalam mengembangkan materi yang sudah diterimanya, tidak akan berkembang jika hanya dibiarkan.

Aplikasi Teori Kognitivistik

  • Terdapat beberapa aplikasi yang bisa diterapkan dan dimanfaatkan dalam proses pembelajaran menggunakan teori kognitivistik, di antaranya sebagai berikut ini.
  • Guru harus paham bahwa semua siswa bukanlah orang dewasa yang mudah dalam memproses suatu pikiran.
  • Anak dalam masa pra dan awal sekolah dasar menggunakan benda-benda nyata atau konkret disertai dengan aktifnya siswa.
  • Guru menyusun materi menggunakan pola atau logika tertentu yang sederhana, sehingga mudah dipahami oleh siswanya.
  • Guru harus menciptakan proses pembalajaran yang bermakna, dengan memperhatikan perbedaan individual siswa guna mencapai keberhasilan.

Demikian pembahasan mengenai pengertian teori kognitivistik beserta aliran dan contoh aplikasinya. Ingin belajar lebih mendalam mengenai teori kognitivistik? Yuk belajar di Sampoerna University. Info lebih lanjut silahkan klik disini.

Referensi:

  1. Spada.uns.ac.id – Forum membahas Kognitivisme
  2. Kompasiana.com – Teori Belajar Kognitivisme
X