Skip to main content

Pengertian Kerangka Teori, Fungsi dan Syarat-syarat Membuat

kerangka teori

Setiap pembuatan penelitian atau observasi, hal pertama yang dilakukan terlebih dahulu adalah menyusun kerangka teori. Langkah ini dilakukan agar kegiatan bisa berjalan lancar sekaligus padat berisi dengan kegiatan berkualitas alias efisien dan efektif. Langkah yang cukup mudah dilakukan bagi para penulis yang sudah terbiasa melakukan penelitian atau observasi.

Dalam suatu metode ilmiah mengandung ciri yang berlandaskan pada kerangka konsep dan kerangka teori. Kedua jenis kerangka ini merupakan proses yang harus dilalui dalam memudahkan kegiatan penulisan ilmiah. Karena itu, penting untuk diketahui bahwa membuat kerangka teori adalah hal utama yang harus dilakukan terlebih dahulu dalam membuat penulisan ilmiah.

Apa Itu Kerangka Teori?

Kerangka teori adalah suatu gambaran atau rencana yang isinya mengenai penjelasan dari semua hal yang dijadikan bahan penelitian berlandaskan hasil penelitian yang dilakukan. Kerangka teori biasanya berisi mengenai relasi antara sebuah variabel dengan variabel yang lain, biasanya ada sebab akibat dari kedua atau lebih dari dua variabel.

Dari pengertian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa kerangka teori yang baik dibuat atau disusun terlebih dahulu sebelum menjalankan proses penelitian ilmiah. Bisa dibuat dalam bentuk skema maupun diagram, karena tujuannya untuk mempermudah penulis dalam memahami semua variabel yang menjadi landasan munculnya suatu karya ilmiah.

Kerangka teori juga dapat diartikan sebagai bentuk kesimpulan mentah dari masalah yang topiknya sudah ditentukan terlebih dahulu. Kemudian menjadi pedoman atau patokan penulis dalam menyusun karya ilmiah agar ketika menyusun karya ilmiah, penulis tidak melakukan pembahasan yang sia-sia atau keluar dari topik pembahasan utama.

Selain itu, kerangka teori juga menjelma sebagai pedoman bagi pembaca dalam memahami isi dari sebuah karya ilmiah. Tujuannya sederhana yakni agar para pembaca tidak salah ketika membaca dan memahami isi karya ilmiah ini. Tak hanya memudahkan penulis ketika membuat karya ilmiah ini tetapi juga membantu pembaca untuk bisa memahaminya.

Apa Saja Fungsi dari Kerangka Teori?

Kerangka teori memiliki peran dan fungsi yang sangat penting dalam membantu penulis ketika menyusun karya dan bagian lainnya. Namun bukan hanya itu saja fungsi yang dimiliki dalam sebuah kerangka ini, mengingat peran yang dipunyai sangat memengaruhi hasil karya yang dibuat oleh seorang penulis atau peneliti.

Berbeda dengan kerangka teori pada penelitian yang sifatnya eksplanasi, informasi dan pengetahuan yang didapat cenderung banyak dan bisa dijadikan sebagai dasar atau landasan untuk membuat karya ilmiah. Hal ini dikarenakan informasi dan pengetahuan yang didapat sudah banyak, sehingga membuatnya menjadi mudah untuk dijadikan tujuan dari dibuatnya penelitian.

Baca juga: Pengertian Teks Eksposisi, Unsur, Struktur dan Contohnya

Fungsi Utama Kerangka Teori

  • Menetapkan Suatu Ketentuan

Fungsi utama yang paling dasar adalah untuk menentukan dan menetapkan sejenis istilah-istilah atau glosarium yang paling berhubungan dengan penelitian. Bagian ini mempelajari seluruh makna dan istilah dengan intensitas muncul paling tinggi. Tujuannya sebagai klarifikasi beberapa teori yang dipakai peneliti untuk mengatasi masalah yang muncul saat penelitian.

  • Menyatukan Bagian

Yang kedua dari fungsi kerangka teori adalah untuk menyatukan beberapa poin setelah didapatkan dari proses penelitian. Tujuan dari menyatukan poin-poin ini adalah untuk mempermudah para pembaca yang berminat membaca karya ilmiah ini dan memahami isi yang dijelaskan oleh penulis di dalamnya.

  • Gambaran Latar Belakang

Membeberkan inti-inti karya ilmiah melalui latar belakang, yang nantinya membuat penulis menjelaskan alasan terkait mengapa dan bagaimana situasi dari suatu objek penelitian. Menjelaskan arti dan karakteristik dari topik yang dijadikan sebagai bahan karya ilmiah, selain itu menjaga dan menyimpan semua kesalahan untuk tidak terjadi pengulangan ke depannya.

  • Pembatas Penelitian

Penentuan kerangka teori membuat penulis lebih mudah dalam membahas topik yang diangkat dalam penulisan karya ilmiah ini. Karena tujuannya adalah agar topik bahasan dari penelitian tetap pada jalurnya atau trek yang sudah seharusnya dilewati. Alias pembahasan yang dilakukan tidak menyimpang dari batasan yang dimuat.

  • Informasi Metode

Salah satu cara bagi pembaca mengetahui dan memahami tentang metode yang digunakan oleh penulis dalam menyusun karya ilmiah. Metode yang dipilih dalam melakukan penelitian serta mencari informasi yang dibutuhkan untuk membuat karya ilmiah sesuai dengan topik atau bahan yang sebelumnya sudah dipilih.

Langkah-langkah Membuat Kerangka Teori yang Tepat

  • Menentukan Detail Variabel

Memahami, mempelajari dan menentukan variabel apa yang akan digunakan dalam penelitian menjadi langkah pertama dalam membuat kerangka teori. Membantu dalam mencari rujukan dan teori yang akan dicantumkan di dalam karya ilmiah nantinya. Setelah itu menentukan judul karya ilmiah, untuk memudahkan mencari variabel-variabel yang dipilih.

  • Mencari Referensi

Untuk membuat kerangka teori penelitian diperlukan referensi dan pedoman yang tepat dalam menyusun, cara yang digunakan bisa seperti membaca buku penelitian lain. Referensi dari buku seperti ensiklopedia, buku sekolah, sejarah, kamus dan lainnya juga bisa digunakan. Sementara untuk para mahasiswa biasanya mendapatkan referensi dari skripsi, tesis, jurnal dan penelitian lainnya.

  • Uraikan Jenis Teori

Menambahkan pengetahuan penelitian lain dengan mencantumkan jenis teori yang dipakai dalam proses penyusunan karya ilmiah. Selain itu juga proses penelitian yang dipakai untuk mendapat informasi sebagai penunjang dan pelengkap suatu karya ilmiah. Menguraikan teori diperlukan agar pembaca juga tidak kebingungan saat membacanya.

  • Kajian Teori dan Hasil Penelitian Detail

Mengkaji semua informasi baik itu teori maupun penelitian dari karya ilmiah secara detail, uraikan serta jabarkan seluruh teori dari hasil penelitian. Setelahnya melakukan kajian teori tersebut guna menghindari potensi adanya ketidakcocokan dengan objek penelitian yang sudah ditetapkan sebelumnya sebagai bahan.

  • Kajian Teori dan Hasil Penelitian Komparatif

Mengkaji teori dan hasil penelitian secara komparatif, digunakan untuk dapat menentukan teori atau hasil penelitian yang mana yang lebih tepat untuk karya ilmiah. Komparatif bisa dilakukan dengan menggabungkan dua teori atau lebih yang kemudian dijadikan satu kesatuan untuk nantinya bisa saling melengkapi.

  • Inti Permasalahan yang Dibahas

Menemukan inti permasalahan apa yang akan dibahas dalam karya ilmiah, perlu dijelaskan secara detail menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Kerangka pemikiran akan sangat mudah dijabarkan apabila inti permasalahan bisa dikenali dengan jelas. Karena itu penjelasan yang disampaikan juga harus jelas.

  • Periksa Pengertian, Teori Hingga Model

Langkah selanjutnya adalah melakukan pemeriksaan untuk evaluasi secara menyeluruh terkait teori apa yang akan digunakan. Selain itu model jenis apa yang dipilih, dengan tujuan adanya keselarasan antara informasi yang terdapat di dalam karya ilmiah yang dipakai. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh mulai dari pengertian hingga model yang dipilih.

  • Kontribusi Penulis dalam Penelitian

Guna mendapatkan hasil penelitian dengan kualitas yang sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan dalam proses pembuatan karya ilmiah. Penulis harus memperlihatkan kondisinya dalam melakukan proses penelitian, hal ini berguna memperkuat teori hingga metode yang dipakai penulis dalam menyusun karya ilmiah ini.

  • Kesimpulan Sementara

Kesimpulan sementara dipakai untuk menghasilkan beberapa kerangka teori, penulis bisa dengan mudah memilih dan menyortir kerangka tersebut mana yang akan dicantumkan dalam karya yang dibuat. Kebanyakan kerangka yang ada membantu penulis dalam pengembangan hipotesis atau kesimpulan sementara.

  • Susun Kerangka Berpikir

Kerangka pemikiran yang bersifat padat serta menyajikan kerangka dalam bentuk skema, membuat kerangka teori menjadi kerangka berpikir dalam memudahkan penulis untuk menyelesaikan karya ilmiah yang dikerjakan karena sebelumnya sudah menyaring poin-poin penting dari penelitian yang ingin dilakukan.

Syarat Menyusun Kerangka Teori

  • Susunan kerangka teori harus dilakukan secara rasional dan memakai semua variabel hingga elemen yang ada dalam karya ilmiah.
  • Menggunakan kutipan beserta sumber dari teori-teori yang digunakan dalam penyusunan karya ilmiah yang sedang disusun.
  • Mencantumkan semua isi kutipan serta sumber kutipan yang dicantumkan dalam karya ilmiah yang sedang dibuat.
  • Menggunakan empat teknik kutipan yang dipakai mengutip isi kutipan, di antaranya long citation, paraphrasing, shir citation hingga teknik short citation.
  • Menggunakan beberapa cara menulis sumber kutipan secara benar dan tepat, serta tidak asal-asalan sesuai dengan aturan.
  • Mencantumkan nomor pada setiap kutipan yang dimasukkan sesuai dengan kerangka, jadikan kelompok sesuai dengan nomor kerangka atau susunan dari kerangka teori.
  • Setelah disusun dengan tata susunan yang tepat, kutipan lebih baik diteliti kembali dari susunan kerangka teori hingga membuat struktur yang tepat.

Contoh Kerangka Teori Sederhana

Berdasarkan contoh yang ada, dapat diketahui bahwa hal yang akan ditemui penulis adalah mencari dan membuat pertanyaan yang berpotensi timbul hanya dari judul yang ada.Seperti apa itu kerangka teori, apa fungsinya, berapa jenis fungsi kerangka teori dan bagaimana cara membuat kerangka teori ini serta contoh yang ada, berikut contoh mudahnya.

  • Definisi limbah cair
  • Sumber limbah cair – karakteristik limbah cair
  • Pengelolaan limbah cair – primary treatment, secondary treatment dan tertiary treatment
  • Teori efisiensi pengelolaan limbah cair dan baku mutu.

Demikian penjelasan mengenai kerangka teori, mulai dari pengertian hingga contoh yang bisa digunakan atau diketahui dalam sebuah penelitian yang ada. Jurnal Sampoerna University memberi informasi tambahan bagi para mahasiswa dalam memperkaya perpustakaan ilmu pengetahuan, selain membantu dalam mengerjakan tugas mata kuliah tertentu.

Sampoerna University memberi fasilitas lengkap bagi para mahasiswa, tak hanya dalam pembelajaran di dalam kelas. Namun juga fasilitas bagi para mahasiswa ketika mempraktikan, sesuai dengan kurikulum internasional yang diterapkan Sampoerna University. Membentuk karakter pribadi mahasiswa sebagai lulusan terbaik dan mampu bersaing di level nasional dan internasional.

Referensi
Penerbit Buku Depublish – Kerangka Teori

X