08 Apr 2022

Apa Itu Penelitian Studi Kasus? Pengertian, Tujuan dan Contohnya

Artikel,

Artikel - FAS,

Artikel - FET,

Artikel - FOB,

Artikel - FOE,

Edukasi,

Menjadi salah satu penelitian bidang akademik dan kerap digunakan dalam penelitian, penelitian studi kasus termasuk dalam satu di antara beberapa jenis penelitian kualitatif yang sering digunakan penelitian. Utamanya penelitian yang melibatkan subjek penelitian dari kelompok masyarakat tertentu, sekaligus mendalami karakter maupun aspek sosial tertentu.

Meskipun metode penelitian yang satu ini termasuk masih asing, sehingga perlu mempelajari dasarnya terlebih dahulu. Jenis penelitian ini juga digunakan untuk metode penelitian kuantitatif, walau tak sebanyak saat digunakan dalam penelitian kualitatif. Studi kasus juga digambarkan sebagai investigasi intensif dan sistematis dari suatu individu.

Pengertian Penelitian Studi Kasus Menurut Para Ahli

  • Robert K. Yin

Definisi studi kasus menurut Robert K. Yin adalah proses pencarian pengetahuan guna menyelidiki dan memeriksa fenomena yang terjadi dalam kehidupan nyata. Studi kasus bisa digunakan saat fenomena dan kehidupan nyata memiliki batas yang samar atau tidak jelas. Studi kasus juga memiliki berbagai sumber yang dijadikan sebagai alat pencarian dan bukti.

  • Polit dan Hungler

Merupakan fokus dalam menentukan dinamika terkait pertanyaan mengapa individu berpikir dan bertindak, selain itu mengembangkan diri dan menilai bahwa fokus tersebut adalah sesuatu yang penting untuk dicari.

  • Susilo Rahardjo dan Gudnanto

Studi kasus merupakan metode dalam mengetahui dan memahami seseorang menggunakan praktek inklusif dan menyeluruh atau komprehensif. Lewat praktek yang dilakukan, peneliti akan mengumpulkan individu yang dijadikan sebagai subjek penelitian. Penggalian informasi secara mendalam akan dilakukan peneliti demi pemahaman secara detail.

  • Bimo Walgito

Studi kasus adalah metode yang ditujukan untuk menyelidiki dan mempelajari peristiwa atau fenomena tentang sesuatu. Sesuatu atau individu yang dijadikan sebagai objek ini nantinya diteliti lebih lanjut, sementara hasil penyelidikan dapat berbentuk beberapa laporan seperti biografi hingga riwayat hidup dan membutuhkan banyak informasi.

  • Winston M. Tellis

Tellis menyebutkan bahwa studi kasus adalah salah satu cara penelitian yang mempunyai unit analisis yang mengacu pada tindakan individu maupun lembaga ketimbang dengan diri individu maupun lembaga itu sendiri. Studi kasus berfokus pada tindakan atau perilaku yang dihasilkan sehingga menghindari ketidakjelasan pada individu atau lembaga tertentu.

Baca juga: Penelitian Deskriptif, Tujuan Hingga Contohnya

Tujuan Penelitian Studi Kasus

Tujuan Umum

  • Menggambarkan kondisi individu, penelitian ini mencoba memperlihatkan secara detail terkait kondisi yang dialami oleh individu dengan statusnya sebagai subjek penelitian. Individu ini bisa berupa perorangan, bisnis, organisasi, lembaga tertentu dan yang lainnya.
  • Melakukan identifikasi masalah utama pada kasus, peneliti mampu melakukan identifikasi dalam berbagai masalah dan menentukan masalah yang menjadi masalah utama dari suatu kasus menggunakan metode ini.
  • Melakukan analisis kasus menggunakan konsep teoritis dan teori yang digunakan untuk identifikasi berbagai masalah dan menentukan masalah yang menjadi  masalah utama dari suatu kasus tersebut atau yang sedang diteliti.
  • Analisa kasus menggunakan konsep teoritis, merupakan teori yang masih relevan dari bidang disiplin ilmu tertentu, sehingga penggunaannya diperlukan dalam meneliti suatu individu dengan masalah yang sedang dialami.
  • Memberi rekomendasi terkait tindakan yang bisa menjadi penyelesaian dari suatu kasus, atau dapat dikatakan peneliti mampu merekomendasikan solusi dari masalah dan penyebab yang membuat muncul masalah tersebut.

Tujuan Spesifik

  • Di bidang psikologi sebagai informasi yang lebih mendalam terkait segala sesuatu yang berhubungan dengan otak manusia, termasuk perilaku dan pemikiran secara kognitif.
  • Bidang sosiologi untuk mendapat informasi mendalam, namun tidak memperhatikan perilaku maupun interaksi yang terjadi di dalam atau antara suatu organisasi, bisa komunitas atau kelompok.
  • Melakukan eksperimen seperti halnya sejumlah teori yang mampu menghasilkan teori baru, para ilmuwan memiliki kesempatan mengembangkan hipotesis dan melakukan penelitian studi kasus.

Jenis-jenis Penelitian Studi Kasus

  • Studi Kasus Eksplanatori

Studi kasus yang dipakai oleh peneliti saat tak lagi bisa menemukan atau memiliki kendali atas fenomena yang diteliti. Sehingga muncul pertanyaan mengapa dan bagaimana atas peristiwa tersebut, studi kasus diketahui berfokus pada fenomena dalam kehidupan nyata dan penerapannya sangat cocok dengan fenomena maupun suatu kelompok individu yang tak bisa dijelaskan.

Tujuan utama dari metode penelitian studi kasus eksplanatori adalah untuk menunjukkan data yang tak bisa dijelaskan sebelumnya. Selain itu, penelitian ini juga digunakan untuk melakukan deskripsi investigasi kausal terhadap suatu peristiwa yang tengah diteliti.

  • Studi Kasus Eksploratori

Metode penelitian yang tujuannya menjawab pertanyaan apa dan siapa, untuk pengumpulan data berasal dari dua sumber yakni data eksplorasi dan data tambahan. Data tambahan bisa diperoleh peneliti dari wawancara, eksperimen, kuesioner dan lain sebagainya. Metode ini sangat cocok digunakan untuk penelitian formal berskala besar.

Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan lebih banyak informasi latar belakang ketimbang studi kasus biasa. Memerlukan kegiatan ekstra untuk mendapat data tambahan dan mendapatkan hasil penelitian yang lebih baik, selain itu tujuan untuk memberi lebih banyak waktu kepada peneliti mencerna dan memahami informasi yang didapat.

  • Studi Kasus Deskriptif

Studi kasus deskriptif yang diterapkan dengan tujuan melakukan analisis urutan peristiwa yang terjadi di masa lalu. Topik dalam jenis penelitian biasanya mencakup bidang budaya atau disebut juga sebagai bidang sejarah. Tujuan dari metode ini adalah untuk membandingkan teori atau penemuan baru dengan teori dan penemuan yang sudah ada di bidang yang sama. Sehingga dapat diketahui mana yang paling benar dengan melihat analisis urutan dari peristiwa tersebut.

Bentuk-bentuk Studi Kasus Berdasarkan Permasalahan Penelitian

  • Studi Kasus Instrumental Tunggal

Desain penelitian studi kasus ini juga disebut single instrumental case study, suatu bentuk penelitian yang dilakukan dengan menggunakan sebuah kasus guna memberi gambaran terkait suatu hal. Peneliti akan mencoba mencari isu baru untuk menarik perhatian, setelah itu dikaji. Suatu kasus untuk jaminan sarana atau instrumen dalam menyusun penggambaran kasus.

Peneliti akan menemukan kasus yang diakibatkan oleh isu yang diangkat, kasus ini kemudian digambarkan atau dipaparkan dengan sangat jelas. Sehingga pembaca hasil penelitian mampu mengetahui bahwa kasus yang diangkat merupakan instrumen penting dalam suatu kasus.

  • Studi Kasus Jamak

Kebalikan dari studi kasus instrumen tunggal, peneliti hanya akan menggunakan atau mempelajari satu kasus. Sementara pada studi kasus jamak, sehingga jumlah kasus yang dipelajari atau diteliti lebih dari satu. Sederhanannya studi kasus jamak diartikan sebagai penelitian yang menggunakan banyak isu maupun banyak kasus dalam satu penelitian yang dilakukan.

Hal ini dikarenakan pembahasan dan kegiatan penelitian lebih terfokus, sehingga fokus utamanya terdapat pada isu dan beberapa kasus yang menyertainya. Fokus pada satu kasus kemudian diteliti dalam beberapa isu di lokasi tersebut. Penelitian dengan metode ini terbilang kompleks karena melibatkan isu yang lebih banyak.

  • Studi Kasus Mendalam

Studi kasus mendalam merupakan bentuk penelitian studi kasus yang diterapkan pada suatu kasus yang memiliki keunikan yang cukup tinggi ketimbang kasus pada umumnya. Kasus ini sejak awal sudah membuat para peneliti menaruh minat dalam meneliti, bentuk penelitian ini mirip dengan penelitian naratif tapi dengan prosedurnya sendiri lebih rinci.

Ciri-ciri Penelitian Studi Kasus yang Baik

  • Merupakan strategi penelitian dan penyelidikan empiris yang dilakukan untuk menyelidiki fenomena dalam konteks kehidupan nyata.
  • Studi kasus berdasarkan pada investigasi mendalam terhadap satu individu, kelompok dan peristiwa guna melakukan eksplorasi penyebab prinsip yang mendasarinya.
  • Studi kasus sebagai analisis deskriptif dan eksploratif dari seseorang atau individu, kelompok atau peristiwa yang sedang terjadi.
  • Penelitian berupa studi kasus tunggal dan ganda, termasuk bukti penelitian kuantitatif tergantung pada berbagai sumber bukti dan manfaat dari pengembangan proposisi teoritik sebelumnya.
  • Sebuah analisis terhadap orang, kelompok, peristiwa, keputusan, periode, lembaga atau sistem lain yang dipelajari secara holistik dengan satu arah metode atau lebih.

Kelebihan dan Kekurangan Penelitian Studi Kasus

Kelebihan

  • Studi kasus bisa mengungkap hal-hal spesifik, detail dan rinci dan bisa dijelaskan dengan penelitian yang lain. Penelitian studi kasus juga bisa menguak makna di balik permasalahan atau fenomena yang diteliti dengan kondisi sesuai fakta.
  • Tak hanya sekadar memberi laporan secara faktual, namun juga memberi suasana dan pikiran yang mampu dikembangkan lebih menjadi bahan-bahan penelitian lain untuk selanjutnya digunakan sebagai bahan penelitian.

Kekurangan

  • Untuk penelitian kuantitatif, metode studi kasus dipersoalkan karena segi reliabilitas, validitas dan generalisasi.
  • Studi kasus tidak selalu cocok dengan menggunakan penelitian kuantitatif, karena tujuan yang digunakan untuk menggeneralisasi.
  • Studi kasus bersifat observasional yang mengharuskan peneliti untuk terjun langsung, sehingga bisa mendapatkan data yang valid.

Langkah-langkah dalam Penelitian Studi Kasus

  • Pemilihan Kasus

Pemilihan kasus harus berdasarkan alasan yang matang, sehingga penelitian berjalan dengan proses-proses penelitian teratur sesuai prosedur dan bisa mencapai tujuan penelitian. Kasus harus bisa disesuaikan pada bidang-bidang dengan tujuan penelitian, selain itu kasus yang dijadikan permasalahan harus masuk akal dan memiliki latar belakang jelas.

  • Pengumpulan Data

Dilakukan dengan mendapatkan data-data yang sesuai dengan penelitian, pengumpulan data bisa disesuaikan dengan penelitian. Observasi, wawancara, analisis dokumen, survei dan beberapa di antaranya menjadi pilihan yang bisa dipakai. Selain itu juga harus memperhatikan objek yang diteliti, sehingga data yang didapatkan mampu dibuktikan atau diuji secara valid.

  • Analisis Data

Dilakukan setelah mendapatkan data berdasarkan teknik-teknik pengumpulan data yang sesuai, setelah data dikumpulkan sehingga peneliti akan melakukan analisis dan mengorganisasi serta melakukan klarifikasi temuan-temuan yang ada. Teknik analisis data yang dipakai juga harus jelas, sehingga tak menemukan masalah.

  • Perbaikan

Dilakukan guna hasil penelitian bisa sempurna, sehingga perbaikan diperlukan meskipun data-data yang sudah dikumpulkan kemudian diklasifikasi. Tujuannya untuk penguatan atau penyempurnaan hasil penelitian, peneliti ternyata membutuhkan data-data baru sehingga peneliti harus terjun ke lapangan dalam mendapatkan data.

  • Penulisan Laporan

Langkah ini harus dilakukan secara urut sehingga bisa dipahami dengan mudah, selain itu penulisan laporan terhadap penelitian juga harus komunikatif dengan memakai bahasa baku, efektif dan efisien serta jelas.

Contoh Penelitian Studi Kasus

Penelitian Studi Kasus Psikologi

  • Studi Kasus Penerimaan Seorang Ayah terhadap Anak Autis, penelitian oleh Ade Surya Febrianto dan Ida Darmawati dari Program Studi Psikologi Universitas Negeri Surabaya.
  • Studi Kasus Kematangan Sosial pada Siswa Homeschooling, penelitian oleh Lisa Rahmi Ananda dan Ika Febrian Kristiana dari Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro.

Penelitian Studi Kasus Bidang Sosiologi

  • Penelitian Tentang Konflik Sosial di Kampung Nelayan (Studi Kasus di Pantai Utara Kota Cirebon, Jawa Barat) Penelitian oleh Soni A. Nulhaqim dan Maulana Irfan, Diana Harding dan Dyana C. Jatnika dari Departemen Kesejahteraan Sosial FISIP dan Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran.
  • Penelitian mengenai Perilaku Kaum Muda dalam Konflik (Studi Kasus di Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran) penelitian oleh oleh Dewi Sri Leni Indah, Darsono dan Risma M. Sinaga dari Pascasarjana Pendidikan IPS FKIP Universitas Lampung.

Demikian penjelasan mengenai penelitian studi kasus, pengertian, tujuan, hingga contoh yang ada dan sudah digunakan. Sampoerna University memberi informasi lebih detail melalui jurnal-jurnal yang dibagikan kepada mahasiswa. Termasuk salah satunya jurnal dalam penelitian, sehingga mahasiswa Sampoerna University lebih mudah dalam melakukan penelitian.

Sampoerna University menyediakan fasilitas lengkap untuk para mahasiswa, menggunakan kurikulum berstandar internasional. Kurikulum internasional dan soft skills relevan yang diajarkan Sampoerna University membantu para lulusan tak hanya dibutuhkan oleh perusahaan nasional tetapi juga perusahaan internasional.

Referensi
Dunia Dosen – Penelitian Studi Kasus

 

Recent More

Feb, 21 2024

Sampoerna University dengan bangga merayakan pencapaian luar biasa mahasiswa kami pada bulan Januari 2024,...

Feb, 05 2024

Sampoerna University, sebagai institusi pendidikan tinggi berstandar dunia, meraih prestasi membanggakan dengan menduduki peringkat...

Perbedaan dan Keunggulan Tokopedia Vs Shopee

Jan, 30 2024

Di Indonesia, ada dua marketplace terbesar, yaitu Tokopedia dan Shopee. Kedua marketplace ini memiliki...

Admission
Admission
Schedule a Visit
Schedule a Visit
Contact Whatsapp
Contact Whatsapp