Skip to main content

Pengertian Struktur Modal, Tujuan, Teori dan Perbedaan

By Juli 2, 2022Agustus 15th, 2022Artikel, Artikel - FOB, Edukasi
struktur modal adalah

Pengaruh besar yang dimiliki terhadap posisi keuangan secara langsung pada perusahaan adalah membuat begitu pentingnya struktur modal. Berupa pengaturan mengenai penggunaan modal dalam menjalankan suatu bisnis, hingga bagaimana perkembangan bisnis tersebut berjalan. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi struktur dari permodalan ini.

Struktur modal menjadi hal penting dalam langkah optimalisasi kinerja dan kualitas dari suatu perusahaan. Pola pikir dalam mengembangkan perusahaan dan bisnis juga berpengaruh besar pada struktur modal yang dimiliki. Karena itu banyak pengusaha sukses dengan banyak perusahaan yang tak mudah dalam menjalankan perusahaan mereka, selain tekad juga kerja keras.

Pengertian Struktur Modal

Struktur modal adalah sekumpulan uang pokok yang dijalankan untuk usaha, pengaturan terkait keuangan dalam menjalankan usaha dari sumber-sumber berbeda dalam jangka waktu yang panjang. Struktur modal berkaitan dengan kombinasi dari saham, ekuitas, modal saham preferensi, surat utang hingga pinjaman jangka panjang.

Selain itu ada pula laba yang tertahan dan sumber dana jangka panjang, semua itu dikumpulkan oleh perusahaan. Kondisi ini yang membuat perusahaan dalam melakukan pengawasan secara ketat, hingga masa depan dari kondisi keuangannya terjaga dalam waktu yang lama. Selain itu terdapat beberapa definisi mengenai struktur modal oleh beberapa ahli.

  • Menurut Gerstenberg

Seorang ahli bernama Gerstenberg menyebutkan struktur modal sebagai proses peningkatan kapitalisasi suatu perusahaan. Hal ini mencakup berbagai sumber daya yang bisa dikuasai, termasuk dalam hal ini pinjaman, cadangan, saham hingga obligasi.

  • Menurut John J. Hampton

John J. Hampton mengartikan struktur modal sebagai proses campuran dari suatu dampak, yang muncul karena hutang. Selain itu kondisi juga terjadi karena ekuitas terhadap pembiayaan aset suatu perusahaan.

  • Menurut I. M. Pandey

Seorang ahli terkemuka, mengemukakan bahwa struktur modal adalah gabungan berbagai sumber dana dalam jangka panjang yang terdiri dari beberapa elemen. Seperti utang, saham preferensi hingga ekuitas yang berstatus cadangan maupun surplus.

Tujuan Struktur Modal

Tujuan dari adanya struktur modal adalah melakukan pencampuran atau kolaborasi dari sumber-sumber dana. Dana yang permanen maupun aktivitas dari kegiatan operasional perusahaan tersebut, kondisi ini dilakukan agar perusahaan mampu mencapai nilai optimal karena struktur modal bisa menjaga kualitas dan reabilitas perusahaan dalam kegiatan ekonomi.

Teori Struktur Modal

Struktur modal membutuhkan pengetahuan terperinci dan sistematis, hal ini muncul karena teori struktur modal. Teori ini menjadi landasan yang digunakan menjalankan struktur modal tertentu, namun dalam prosesnya menjadi lebih terkontrol. Bahkan seimbang dan sesuai dengan pengetahuan ilmiah yang muncul dan memiliki rumus struktur modal.

Contoh Teori yang Mendasari Struktur Modal

Front view finance business elements assortment

  • Teori Pendekatan Tradisional

Fokus teori ini pada pengelolaan dan pemetaan yang dilakukan secara optimal, karena struktur modal memiliki pengaruh sangat kuat terhadap nilai perusahaan. Kondisi ini membuat struktur modal bisa diubah dan disesuaikan dengan mendapatkan hasil optimal dalam suatu perusahaan.

  • Teori Pendekatan Modigliani dan Miller

Teori ini mengusulkan tiga proposisi penting, pertama struktur modal tidak relevan dengan nilai perusahaan yang membuat nilai perusahaan identik akan tetap sama dan bertahan. Tidak berpengaruh pada keuangan. Informasi pajak, sangat penting untuk peningkatan saat mengetahui pajak yang tertanggung.

Ketiga adalah biaya kebangkrutan dalam struktur modal, aset bisa dijual dengan harga yang sesuai di pasaran. Earning before interest atau EBIT yang tidak dipengaruhi oleh utang perusahaan, karena itu adanya investor sangat berpengaruh pada pentingnya price takers.

  • Teori Trade Off

Pandangan yang melihat penentuan struktur modal harus optimal, faktor yang dibutuhkan seperti biaya keagenan, pajak dan kesulitan keuangan. Perusahaan tetap bertahan, teori ini menegaskan memperhatikan efisiensi pasar. 

  • Teori Pecking Order

Teori ini memiliki sudut pandang, tingkat keuntungan yang didapat suatu perusahaan jumlahnya besar. Kondisi ini membuat perusahaan punya sedikit hutang, ini memunculkan beberapa preferensi secara runtut pada teori ini. Beberapa di antaranya seperti perusahaan memilih pemasukan internal laba, perkiraan investigasi menghitung rasio pembayaran.

  • Teori Asimetri Informasi dan Signaling

Menjadi satu-satunya teori yang menyebut jika pihak dan anggota perusahaan tidak memiliki informasi yang sama pada munculnya risiko. Kondisi ini menyampaikan dua pandangan, dari Myers dan Majluf yang menyebut adanya perbedaan perolehan informasi. Kemudian signaling dalam pandangan yang menjelaskan pengembangan modal.

Baca juga: Pengertian Resesi Ekonomi, Penyebab dan Dampak yang Muncul

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal

Finance business elements assortment with businessman

  • Struktur Aktiva (Tangibility)

Merupakan suatu cara dalam pemenuhan alokasi dana dalam setiap komponen aktiva, yang tetap maupun lancar. Weston dan Brigham, menjadi struktur aktiva sebagai perimbangan atau perbandingan muncul antara aktiva tetap dengan total aktiva. Pemenuhan modal tergantung pada kondisi aktiva suatu perusahaan.

  • Growth Opportunity

Merupakan peluang dari perusahaan dalam tumbuh ke depan, beberapa ahli menyebutnya dengan berbagai pendapat berbeda. Growth opportunity adalah titik balik perubahan aktiva, dari perusahaan tersebut karena akan cenderung melakukan investasi yang menguntungkan sendiri.

  • Ukuran Perusahaan (Firm Size)

Ukuran perusahaan sangat memberi pengaruh terhadap struktur modal perusahaan, aktivitas yang muncul lalu membuat adanya pengembangan struktur modal yang terlihat dari kemajuan atau besar kecilnya suatu perusahaan. Kondisi ini bisa membuat perusahaan tumbuh dan berkembang, seiring adanya pencapaian yang lebih tinggi.

  • Profitabilitas

Profit atau keuntungan tinggi biasanya memiliki modal internal yang tinggi, selain itu adanya alokasi dana cadangan. Perusahaan dalam hal ini memiliki status jauh dari hutang dari pihak luar, ini yang membuat kemudian adanya pengaruh struktur modal pada perusahaan yang sedang berjalan ini.

  • Risiko Bisnis

Membuat banyak perusahaan harus berhati-hati, terutama soal menentukan modal dan dikarenakan risiko timbul membuat adanya hambatan. Akhirnya memunculkan pengaruh negatif terhadap sistem pendanaan internal, kondisi yang membuat hambatan tidak mudah dalam menentukan suatu permodalannya.

Fungsi Struktur Modal

Coin stack above graph with glasses

  • Maksimalisasi Pengembalian

Pengaturan struktur modal sangat memengaruhi peningkatan laba saham, hal ini sangat baik dan membuat pemilik saham bisa mendapatkan pengembalian adanya optimalisasi. Pemilik saham bahkan bisa memulihkan adanya peminjaman serta membuat mereka terhindar dari adanya kondisi berutang.

  • Fleksibilitas

Modal bisa memberikan pergerakan ekspansi hutang lebih dinamis, meski bisa disesuaikan dengan strategi dan kondisi bisnis yang diinginkan.Kondisi ini membuat perusahaan bisa mendapatkan pergerakan kemajuan yang signifikan.

  • Solvabilitas

Likuiditas perusahaan terjaga adanya struktur modal yang baik, hal ini terjadi jika perusahaan bisa menghindari beban adanya pembayaran bunga dalam hal utang yang tidak direncanakan. Karena itu, membuat adanya kas milik perusahaan lenyap.

  • Meningkatkan Nilai Perusahaan

Investor mencari perusahaan dengan memiliki struktur modal baik, investor lebih suka menanam uang terhadap perusahaan yang memiliki tata peraturan modal yang terjaga dengan baik. Apabila perusahaan mampu menciptakan, sehingga saham dan sekuritas bisa terus meningkat.

  • Mengurangi Risiko Keuangan

Proporsi keuangan dan ekuitas harus tetap dijaga agar seimbang, salah satunya dengan memiliki struktur modal yang baik. Perusahaan kemudian terhindar dari kondisi krisis keuangan dan membuat perusahaan akan menjauh dari kebangkrutan.

  • Meminimalkan Biaya Modal

Dirancang dalam memenuhi modal hutang dalam jangka panjang merupakan strategi yang manis, sering dilakukan oleh perusahaan demi persiapan perusahaan di masa depan. Kondisi ini membuat perusahaan mampu memperkecil adanya biaya pinjaman yang biasa diperlukan.

  • Alat Perencanaan Pajak

Dana diambil perusahaan sebagai dana utang yang dijadikan modal, hal ini cenderung mengakibatkan kesulitan jangka panjang ketika tidak memiliki struktur modal yang baik. Kondisi yang disebabkan nilai pajak, semakin meningkat hingga pinjaman yang terus muncul karena itu pentingnya mengatur struktur modal.

  • Pemanfaatan Dana Optimal

Struktur modal yang baik membuat perusahaan lebih leluasa dalam menyusun rencana, dalam rangkaian yang sistematis dan strategis. Kondisi yang membuat perusahaan, akibatnya menghasilkan output optimal dari laba yang muncull.

Perbedaan Struktur Modal, Struktur Keuangan dan Struktur Aset

Tiga istilah ini biasanya diartikan sebagai hal yang sama, meskipun pada kenyataannya sangat berbeda. Struktur modal merupakan adanya imbangan dari utang dan ekuitas modal dengan yang harus dimiliki perusahaan. Struktur keuangan merupakan cara perusahaan dalam memberi biaya aktiva seperti hutang, saham dan hasil investasi.

Struktur keuangan fokusnya kepada kekayaan bersih pada pemilik suatu perusahaan, selain itu adanya kewajiban yang harus ditanggung. Sementara yang dimaksud dengan struktur aset dikatakan sebagai perimbangan atau perbandingan adanya seluruh kekayaan antara aktiva tetap dan lancar dari sebuah perusahaan.

Demikian penjelasan mengenai struktur modal, mulai dari pengertian, teori, faktor yang memengaruhi hingga fungsi yang diberikan dari struktur modal. Pemahaman mengenai salah satu komponen penting dalam dunia bisnis, dijelaskan lebih dalam dan mendetail pada jurnal Sampoerna University sebagai tambahan referensi bagi para mahasiswa.

Fakultas Bisnis Sampoerna University menerapkan kurikulum internasional, memberi fasilitas lengkap bagi para mahasiswa. Selain mendapat fasilitas lengkap, Sampoerna University juga memiliki tenaga pengajar berkualitas. Para mahasiswa dan mahasiswi Sampoerna Academy dipersiapkan bersaing tak hanya di level nasional, melainkan juga internasional.

Referensi
Jurnal.id

X