Skip to main content

Pengertian Supply Chain Management, Prinsip Hingga Proses Bisnis

By Maret 31, 2022Agustus 15th, 2022Artikel, Artikel - FET, Artikel - FOB, Edukasi
supply chain management

Supply chain management atau disebut juga manajemen rantai pasokan merupakan bidang yang sangat penting dalam dunia bisnis karena langsung terhubung dengan daya saing suatu perusahaan. Para pelaku bisnis tentu memiliki tujuan dalam perusahaan dalam memperoleh keuntungan, dalam mencapai tujuan yang dicapai perusahaan harus cermat dalam me-manage produk.

Bagi para pengusaha yang baru memulai bisnis, tak salah mempelajari dan memahami mengenai manajemen rantai pasokan. Karena dengan mempelajari dan memahami hal ini, pengusaha bisa mengambil langkah yang tepat agar usaha yang dijalankan sebagai maju dan memberi dampak berupa keuntungan yang ditargetkan sebelumnya.

Pengertian Supply Chain Management

Supply-chain management isometric vector banner or poster

Secara sederhana, konsep supply chain management adalah strategi yang berhubungan dengan kegiatan produksi, shipping dan distribusi produk dari perusahaan kepada pelanggannya. Konsep ini berhubungan dengan bagaimana cara yang diterapkan seorang manajer rantai pasok dalam meningkatkan skala produktivitas, kualitas dan efisiensi operasional perusahaan tersebut.

Supply chain dan apa itu supply chain management merupakan dua hal berbeda, supply chain adalah jaringan antara perusahaan dan pemasok saja. Sementara supply chain management adalah rangkaian dari proses pengelolaan, pemasok dan pelanggan. Sistem ini muncul sebagai fondasi yang mendukung pemenuhan kebutuhan konsumen sesuai bisnis.

Rantai pasokan dalam bisnis bisa berbeda, versi paling dasarnya yakni mencakup perusahaan, pemasoknya dan pelanggan dari perusahaan ini. Namun untuk perusahaan yang lebih besar maka cakupannya juga semakin luas. Supply chain management juga merupakan pengembangan lebih lanjut dari manajemen distribusi produk untuk memenuhi permintaan konsumen.

Manajemen rantai pemasok ini merupakan pendekatan terintegrasi antar fungsi maupun lintas organisasi dalam produksi dan mengantar produk ke pelanggan. Menekankan pada proses aliran

barang atau jasa dari supplier, manufaktur, retailer hingga konsumen. Aktivitas ini masuk ke dalam satu kesatuan tanpa sekat pembatas yang besar hingga mekanisme informasi transparan.

Merupakan konsep menyangkut pola pendistribusian produk yang mampu menggantikan pola-pola dalam distribusi produk secara optimal. Pola ini berkaitan dengan aktivitas distribusi, jadwal produksi dan logistik. Tak hanya melibatkan manufaktur dan supplier, namun melibatkan banyak pihak termasuk konsumen, retailer, wholesaler, produsen sampai transporter duduk.

Komponen Dasar Supply Chain Management

Erial photography of container terminal

  • Plan

Kesuksesan manajemen rantai pasokan terletak pada proses penentuan strategi, tujuan dari proses perumusan yakni agar tercapai efisiensi dan efektivitas pada biaya dan kualitas produk yang sudah sampai ke tangan konsumen terjamin.

  • Source

Perusahaan wajib memilih supplier bahan baku terbaik dan mendukung bagian proses produksi yang dilakukan. Karena itu, manajer supply chain management harus bisa menetapkan harga, mengelola pengiriman, pembayaran bahan hingga menjaga hubungan baik dengan supplier.

  • Make

Ini merupakan tahap manufacturing, manajemen rantai pasokan akan melakukan penyusunan jadwal aktivitas yang dibutuhkan dalam proses produksi, uji coba, pengemasan hingga persiapan pengiriman produk yang bisa berupa barang dan jasa.

  • Deliver

Perusahaan harus memenuhi pesanan dari permintaan konsumen, mengelola jaringan gudang penyimpanan, memilih distributor ketika akan menyerahkan produk ke konsumen hingga mengatur sistem pembayaran yang akan digunakan.

  • Return

Harus mampu membuat jaringan yang fleksibel serta responsif untuk suatu produk, bisa itu barang atau jasa. Yang cacat dari konsumen dalam membentuk layanan aduan konsumen, dengan masalah produk demikian.

Perusahaan memerlukan laporan informasi bisnis secara rutin sehingga membuat pimpinan perusahaan bisa mengetahui perubahan performa bisnis yang sudah dilakukan apakah sesuai dengan tujuan awal supply chain management yang sudah ditetapkan.

Tujuan Supply Chain Management

Berada pada biaya minimum dan tingkat pelayanan yang maksimum, manajemen ini mempertimbangkan segala fasilitas yang berpengaruh terhadap barang atau jasa yang dihasilkan dan biaya yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

Secara umum tujuan dari manajemen rantai pasokan adalah memenuhi kebutuhan konsumen dan menghasilkan keuntungan. Dalam prosesnya, untuk memenuhi target tujuan ini biaya yang harus dikeluarkan harus sangat diperhatikan.

Memenangi persaingan pasar, dalam memenangi persaingan pasar dibutuhkan rantai pasokan yang mampu menyediakan kebutuhan barang atau jasa yang murah, selain itu juga berkualitas, tepat waktu dan variatif.

Rencana dan koordinasi semua kegiatan yang terdapat dalam supply chain sehingga nantinya akan tercapai pelayanan terhadap pelanggan secara maksimal, namun biaya yang dikeluarkan relatif rendah untuk ukuran perusahaan tersebut.

Memaksimalkan nilai keseluruhan, yang dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan pelanggan serta meminimalkan biaya secara keseluruhan. Biaya yang dimaksud dalam hal ini termasuk pemesanan, penyimpanan dan transportasi.

Manfaat Supply Chain Management

Aerial photography of container terminal

  • Kepuasan Konsumen

Adalah target dari kegiatan produksi setiap barang atau jasa yang dihasilkan perusahaan, konsumen yang dimaksud adalah pelanggan setiap dalam jangka panjang. Membuat konsumen tetap setia dengan kepuasan pelayanan yang diberikan perusahaan.

  • Tingkatkan Pendapatan

Artinya semakin banyak pelanggan setia yang didapat dan menjadi mitra bisnis perusahaan maka dampaknya akan meningkatkan pendapatan perusahaan tersebut. Sehingga produk yang dihasilkan perusahaan tidak akan percuma karena diminati konsumen.

  • Menurunkan Biaya

Mengurangi biaya-biaya pada jalur distribusi, penekanan pada penurunan biaya termasuk dalam manfaat dari perencanaan manajemen rantai pasokan. Artinya mulai dari proses pengiriman hingga barang sampai ke tangan konsumen biaya harus diperhatikan dengan baik.

  • Pemanfaatan Aset Tinggi

Sumber daya manusia akan semakin terlatih dan terampil, mulai dari pengetahuan hingga keterampilan dalam bekerja. Tenaga manusia memang diberdayakan dalam penggunaan teknologi, hal ini sudah menjadi tuntutan dalam penerapan supply chain management.

  • Peningkatan Laba

Keuntungan perusahaan akan semakin naik apabila yang terjadi adalah semakin meningkatkan jumlah konsumen, kebutuhan konsumen akan dipenuhi lewat produksi barang atau jasa dari perusahaan. Jika laba meningkat, maka kesejahteraan karyawan juga bakal terdampak.

  • Perusahaan Semakin Besar

Dengan mendapatkan keuntungan dari proses distribusi, produknya semakin lama akan semakin besar. Sehingga perusahaan tumbuh lebih kuat dan berdampak pada perusahaan yang akan semakin maju dan berkembang dengan keuntungan tersebut.

Baca juga: Industri Kreatif: Pengertian, Manfaat, dan Contohnya

Prinsip-prinsip Supply Chain Management

Prinsip supply chain management adalah sinkronisasi dan koordinasi aktivitas dengan aliran barang atau jasa, hal ini dilakukan dalam suatu organisasi maupun antar organisasi. Contoh supply chain management dalam produk manufaktur, suatu kompleksitas yang penanganannya membutuhkan campur tangan semua pihak termasuk bagian lain, berikut prinsip-prinsipnya.

  • Menyesuaikan relasi logistik untuk melayani konsumen yang berbeda.
  • Melakukan segmentasi konsumen berdasarkan kebutuhannya.
  • Mendengar dan mengamati sinyal pasar dan dijadikan sebagai sinyal tersebut, sebagai dasar dalam perencanaan kebutuhan sehingga hasil prediksi konsisten dan alokasi sumber dana bisa optimal.
  • Membedakan barang atau jasa yang sesuai dengan kebutuhan konsumen dan mempercepat konversi sepanjang jaringan rantai pasok.
  • Mengembangkan strategi teknologi pada manajemen rantai pasok dalam mengambil keputusan hirarki dan memberi gambaran jelas aliran produk.
  • Penerapan adopsi pengukuran kinerja secara keseluruhan, tujuannya meningkatkan pelayanan terhadap konsumen akhir.

 

Proses Bisnis SCM

Manajemen rantai pasok akan melibatkan perusahaan-perusahaan lain, baik itu dari bahan baku hingga distributor produk. Apabila dua perusahaan membina hubungan baik, aktivitas kedua perusahaan itu juga akan terhubung dan menjadi sebuah kesatuan. Keberhasilan supply chain management memerlukan fungsi individual untuk menyatukan kegiatan pada proses bisnis.

Keberhasilan manajemen rantai pasok juga memerlukan dukungan, baik itu dari sumber daya manusia, kepemimpinan, komitmen dalam merubah, memahami sejauh mana perubahan yang perlu dilakukan. Selain itu menyetujui visi dan proses inti manajemen rantai pasokan, komitmen pada perlunya sumber daya dan kekuasaan atau wewenang dalam mencapai tujuan.

Supply chain management melibatkan begitu banyak proses, mulai dari persiapan produksi hingga pemenuhan kebutuhan konsumen. Berikut ini beberapa proses yang ada dalam manajemen rantai pasok suatu perusahaan.

  1. Customer relationship management (CRM)
  2. Customer service management (CSM)
  3. Demand Management
  4. Customer Demand Fulfillment
  5. Manufacturing Flow Management
  6. Procurement
  7. Pengembangan Produk dan Komersialisasi
  8. Retur

Demikian penjelasan mengenai supply chain management, mulai dari pengertian, manfaat, tujuan hingga proses yang ada di dalamnya. Sampoerna University dengan Fakultas Bisnis menjaring banyak mahasiswa dengan talenta berbisnis mumpuni. Selain itu memberi ilmu pengetahuan mahasiswa awam yang ingin menguasai dunia bisnis.

Sampoerna University menerapkan kurikulum berstandar internasional yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa Indonesia. Selain mendapatkan ilmu pengetahuan secara detail, relasi yang dimiliki Sampoerna University memberi kesempatan bagi mahasiswa Indonesia bersaing tak hanya dalam negeri tetapi juga dunia bisnis internasional.

Referensi
Hasmicro.com – Pengertian SCM

X