Skip to main content

Kajian Pustaka: Pengertian, Tujuan, dan Langkah Penulisan

By Mei 22, 2022Agustus 15th, 2022Artikel, Edukasi
kajian pustaka adalah

Suatu penelitian atau karya tulis ilmiah diwajibkan agar memenuhi aspek keilmiahan. Artinya, penelitian harus berdasarkan kaidah ilmu pengetahuan dan tidak asal dibuat. Salah satu penentu keilmiahan dari penelitian adalah keberadaan kajian pustaka

Kajian pustaka ini juga sering disebut sebagai landasan teori. Jadi, setiap penelitian wajib mencantumkan kajian pustaka supaya relevansi dari penelitian dapat diketahui. 

Apa itu Kajian Pustaka? 

Pengertian kajian pustaka adalah suatu kumpulan dari teori yang dipilih untuk menjadi bahan referensi, literatur, dan dasar dalam sebuah penelitian atau karya tulis ilmiah. Tujuannya adalah untuk menjawab permasalahan dari suatu penelitian.

Kajian pustaka wajib dituliskan agar menunjang keakuratan dari penelitian. Sebab pada bagian ini memuat tentang uraian literatur yang menjadi pokok bahasan untuk menyelesaikan suatu permasalahan. 

Bagian ini bisa dibilang menjadi nyawa dari suatu penelitian, pasalnya pada bagian ini akan menentukan keberlangsungan penelitian selanjutnya. Nantinya, jika kajian pustaka sudah dipilih dan dituliskan dengan benar dan sesuai topik penelitian, akan lebih mudah untuk mendapatkan gambaran besar untuk menyelesaikan penelitian sesuai dengan tujuan. 

Kajian pustaka sendiri umumnya terletak pada Bab II pada struktur karya tulis ilmiah. 

Adapun bentuk dari literatur yang bisa digunakan dalam  penelitian dapat berbentuk seperti artikel, jurnal, buku, laporan tesis, laporan disertasi, situs terpercaya, majalah, wawancara, sampai laporan dari pemerintah.

Pengertian Kajian Pustaka Menurut Para Ahli

Beberapa ahli juga menyampaikan pengertian dari kajian pustaka. 

  1. Muh Fitrah, M,PS & Dr. Lutfhiyah, M.Ag

Menurut keduanya, kajian pustaka merupakan suatu tindakan untuk mendalami, mencermati, dan menelaah ilmu pengetahuan.

  1. Pohan (2007)

Pohan menyatakan bahwa kajian pustaka adalah suatu kegiatan mengumpulkan data ilmiah utamanya dalam bentuk teori, metode, atau, penelitian sebelumnya dalam bentuk jurnal, buku, naskah dokumen, dll yang ada di dalam perpustakaan. 

  1. Nyoman Kutha Ratna (2010)

Nyoman memaparkan tiga definisi mengenai kajian pustaka, di antaranya: 

  • Kajian pustaka adalah bahan bacaan yang sudah pernah dianalisis dan dibaca, dalam bentuk sudah dipublikasikan atau koleksi pribadi.
  • Suatu bagian yang berisi tentang kumpulan teori yang fungsinya untuk menganalisis objek penelitian. Nantinya, peneliti akan menggabungkan kajian pustaka dengan kerangka teori.
  • Kajian pustaka merupakan bahan yang memiliki keterkaitan dengan objek penelitian. 
  1. Nazir (2005)

Menurut Nazir, kajian pustaka adalah suatu studi literatur yang artinya mencari sumber data dari bahan sekunder yang berfungsi untuk menunjang penelitian. Selain itu juga digunakan untuk meninjau sejauh mana ilmu yang terkait dengan penelitian berkembang serta sejauh mana kesimpulan pernah dibuat. 

Baca juga: Apa Itu SKS dalam Perkuliahan? Dan Kaitannya dengan KRS

Tujuan Penulisan Kajian Pustaka

  • Untuk meninjau topik yang akan diteliti melalui literatur.
  • Mengetahui konsep dari teori yang telah diimplementasikan untuk dijadikan literatur pada penelitian yang akan dituliskan. 
  • Memahami permasalahan dan kontroversi yang terkait dengan topik penelitian.
  • Sebagai penentuan sikap ketika penelitian yang dihasilkan ternyata tidak sesuai dengan tujuan utama dari penelitian.
  • Mengetahui peneliti-peneliti sebelumnya yang melakukan penelitian serupa. 

Manfaat Kajian Pustaka

Setiap peneliti wajib menuliskan kajian pustaka karena ada beberapa manfaat yang akan didapatkan. Seperti: 

  1. Sebagai Solusi

Solusi maksudnya adalah kajian pustaka seperti yang dijelaskan berisi tentang literatur atau referensi melakukan penelitian. Dengan demikian, penulis akan mendapatkan gambaran mengenai kerangka berpikir yang jelas sehingga mendapatkan  solusi dari permasalahan yang berdasarkan dengan kajian dari literatur itu. 

  1. Pengembangan Instrumen

Kajian pustaka juga dapat dijadikan sebagai dasar untuk melakukan pengembangan teori yang tersusun berasal dari indikator-indikator dari hasil solusi yang ditemukan. 

  1. Menentukan Sikap

Dengan adanya landasan literatur atau referensi, penulis dapat menentukan kriteria dari penelitian. Maksud dari kriteria adalah keberhasilan, kesesuaian, kegagalan, saran penelitian, sampai kesimpulan. 

  1. Verifikasi Hasil Penelitian

Dengan adanya kajian pustaka, maka penelitian dapat diverifikasi dengan cara dibandingkan dengan literatur yang sudah ada. Dengan demikian akan ditemukan kesimpulan dari penelitian tersebut. 

kajian pustaka adalah

Jenis Kajian Pustaka

Kajian pustaka memiliki beberapa jenis yang membedakan. Perbedaan itu terletak pada metode penelitiannya. 

  1. Kuantitatif

Kajian pustaka kuantitatif tentunya digunakan dalam penelitian kuantitatif. Jadi kajian pustaka dalam penelitian ini berarti gagasan atau variabel yang saling berhubungan dan berkaitan dengan hipotesis yang menjelaskan hubungan antar variabel. 

Dalam kajian pustaka kuantitatif peneliti dapat melakukan pembahasan dengan alasan dengan menegaskan teorinya dalam bentuk hipotesis berhubungan, pernyataan jika-maka, serta dalam bentuk visual.

  1. Kualitatif

Jenis ini digunakan pada penelitian kualitatif, dimana penulis menggunakan landasan teori untuk menjelaskan perilaku tertentu, pedoman meneliti, serta poin akhir penelitian. 

  1. Campuran

Kajian pustaka ini digunakan pada penelitian yang menggunakan metode campuran antara kuantitatif dan kualitatif atau disebut juga dengan mix-method. 

Kajian pustaka dalam penelitian jenis ini dapat dilakukan dengan menggabungkan, memverifikasi, mengumpulkan, serta menganalisis data kuantitatif dan kualitatif dengan rancangan metode yang berbeda. 

  1. Teori Normatif

Kajian pustaka ini digunakan pada penelitian yang menggunakan teori normatif. Jadi, kajian pustaka ini akan lebih cocok digunakan untuk penelitian ilmu sosial yang pada dasarnya dapat diuji secara empiris.

Langkah Penulisan Kajian Pustaka

  1. Identifikasi Penelitian

Langkah pertama dalam menulis kajian pustaka adalah dengan mengidentifikasi pokok-pokok penting yang terdapat di dalam penelitian. Identifikasi harus dilakukan dengan tepat karena akan menentukan pilihan literatur yang sesuai. 

  1. Mencari Penelitian yang Relevan

Setelah itu mencari penelitian yang relevan dengan penelitian yang ditulis dalam bentuk buku, jurnal, dan lain sebagainya. Cara cepat untuk mencari literatur adalah dengan membaca bagian abstrak tulisan agar mengetahui garis besar literatur, sehingga ketika misalnya berada di perpustakaan tidak perlu membutuhkan waktu lama untuk mencari-cari literatur. 

  1. Pencatatan poin penting

Setelah itu, buat catatan mengenai poin-poin penting dari literatur misalnya dengan menandai bagian yang penting itu. Urutan pencatatan penting dilakukan agar variabel topik juga sesuai nantinya. 

  1. Meringkas

Setelah dicatat poin pentingnya, selanjutnya adalah membuat ringkasan dari literatur yang telah dibuat sebelumnya.

  1. Menulis Kajian Pustaka

Selanjutnya adalah menyusun kajian pustaka tersebut secara sistematis dengan dasar teori dan konsep yang berkaitan dengan variabel penelitian. 

  1. Menulis Pandangan Umum

Kemudian langkah terakhirnya adalah penulis bisa menulis pandangan umum yang sesuai dengan materi yang dibahas berdasarkan literatur yang sebelumnya telah dipilih. 

Selain itu, penulis juga dapat menjelaskan mengenai orisinalitas pada tema penelitian yang sudah dipilih.

Contoh Kajian Pustaka

contoh kajian pustaka

Sumber

Demikian penjelasan mengenai kajian pustaka. Dalam menyusun kajian pustaka, harus dilakukan dengan baik dan benar. Di Sampoerna University terdapat mata kuliah inti Pendidikan Umum yang membekali mahasiswanya dengan kerangka pendidikan interdisipliner berdasarkan kurikulum pendidikan tinggi berstandar Amerika Serikat dan dipandu oleh standar pendidikan Indonesia. 

Ada 6 kompetensi yang dijadikan landasan pendidikan umum dan mata kuliah inti. Di mana lulusan Sampoerna University setidaknya dapat mencapai kompetensi dalam berpikir kritis, komunikasi yang efektif, pemahaman etika, pembelajaran global, literasi informasi dan kuantitatif.

Referensi
Media Indonesia – Kajian Pustaka adalah

X