Skip to main content

Pengertian Affiliate Marketing, Cara Kerja, Hingga Kelebihan & Kekurangan

By September 14, 2022September 16th, 2022Artikel, Artikel - FOB
affiliate marketing

Affiliate marketing atau disebut sebagai pemasaran afiliasi tak hanya menguntungkan bagi para pengusaha atau pelaku bisnis namun juga affiliate marketer. Secara umum, istilah ini mengacu pada penggunaan afiliasi dalam membantu penjual menyampaikan produk atau jasa kepada konsumen dan di era perkembangan zaman seperti ini yang paling mudah dikenali adalah endorsement.

Menjadi sebuah metode pemasaran yang cara kerjanya mengharuskan pemilik suatu bisnis memberi komisi kepada seseorang yang berhasil melakukan promosi terhadap produk dan jasa yang ditawarkan. Indikator keberhasilan promosi di mana ketika seseorang yang menawarkan produk berhasil menjual produk tersebut dan memberi keuntungan.

Apa Itu Affiliate Marketing?

Affiliate marketing adalah program di mana seseorang harus mempromosikan dan menawarkan produk atau jasa dari sebuah perusahaan atau brand. Kemudian jika usahanya berhasil maka seseorang itu mendapatkan komisi dari setiap pembelian yang muncul. Besaran komisi yang didapatkan dihitung dari penjualan,meskipun ada yang dihitung dari patokan lain.

Metode ini dinilai sangat efektif dalam meningkatkan angka penjualan suatu produk, sebanyak 80 pesen brand atau merek akan menggunakan metode pemasaran apa itu affiliate marketing karena keunggulan yang dimiliki. Bahkan ketika dilakukan pengecekan di mesin pencari, maka akan menemukan banyak brand yang membuka program afiliasi baik kecil maupun besar.

Karena peminatnya banyak, sehingga memberikan penghasilan tambahan jika pembelian dilakukan lewat link afiliasi yang dibagikan. Semua orang bisa tergabung dalam program ini, tak harus dengan nama besar seperti selebritis dan artis terkenal. Namun sebelum itu, perlu memahami dengan benar seluk beluk dari affiliate marketing Indonesia.

Cara Kerja Affiliate Marketing

affiliate marketing

  • Daftar ke Program Affiliate Marketing

Hal pertama yang harus dilakukan adalah melakukan pendaftaran program affiliate marketing. Pendaftaran dilakukan lewat laman atau website masing-masing perusahaan, caranya ketik Affiliate Marketing kemudian diikuti brand perusahaan. Setelah itu akan muncul tautan yang akan menghubungkan ke server pendaftaran, seperti affiliate marketing shopee.

  • Bagikan Link Afiliasi

Setelah proses pendaftaran selesai, calon afliliator akan mendapatkan link afiliasi dan langkah selanjutnya adalah membagikan link tersebut. Bisa ke media sosial atau ke orang-orang terdekat dengan pesan singkat, link afiliasi juga dapat dibagikan pada kolom komentar sebuah unggahan atau postingan di media sosial.

  • Orang Mengklik Link dan Membeli Produk

Setelah link dibagikan, diharapkan pengguna media sosial atau sasaran target dari penyebaran link tersebut tertarik. Untuk mengetahui lebih jauh lagi terhadap produk yang ditawarkan, biasanya untuk mengecek harga dan review dari produk tersebut. Dan jika sudah merasa cocok, maka setelah link di klik akan langsung melakukan pembelian produk.

  • Transaksi Masuk Dicatat oleh Affiliate Network

Setiap konsumen yang sudah mengklik link dan melakukan pembelian terhadap produk dinamakan dengan transaksi masuk. Dan transaksi masuk nantinya akan tercatat oleh jaringan afiliasi lewat link afiliasi yang sudah dibagikan sebelumnya.

  • Pembelian Dikonfirmasi oleh Penjual

Langkah selanjutnya, apabila proses transaksi pembelian berhasil maka nantinya penjual akan memberi konfirmasi terkait pembelian. Selain itu proses pembelian produk juga akan berlangsung untuk kemudian dikirim ke pelanggan.

  • Mendapatkan Komisi

Apabila semua proses sudah selesai, maka afiliator akan mendapatkan komisi dari penjualan yang terjadi. Komisi yang diterima jumlahnya berbeda, tergantung dari harga produk yang terjual dan jumlah dari besaran persentase yang didapatkan. Persentase komisi yang diterima dari setiap produk juga berbeda-beda.

Baca juga: Social Media Marketing: Pengertian, Strategi, hingga Contohnya

Kelebihan dan Kekurangan Affiliate Marketing

Kelebihan Affiliate Marketing

  • Mudah dijalankan, hanya fokus pada kegiatan memasarkan produk dan tidak perlu terlibat ke proses pengiriman barang.
  • Membutuhkan modal yang terbilang kecil, bahkan bisa tanpa modal atau biaya sama sekali ketika dijalankan.
  • Penghasilan tambahan di luar dari pekerjaan tetap, karena memang dikerjakan sebagai pekerjaan sampingan.
  • Banyak produk yang bisa ditawarkan, tak hanya fokus pada satu produk tetapi juga beberapa produk lainnya.
  • Waktu yang fleksibel, menjadi kelebihan lain menjadi seorang afiliator marketing dengan waktu yang fleksibel untuk bekerja dari mana saja.

Kekurangan Affiliate Marketing

  • Kekurangan affiliate marketing pertama adalah besaran komisi tergantung penjualan dan persentase, arti lainnya adalah tidak memiliki pendapatan tetap.
  • Bersaing dengan affiliate marketing lainnya, kreatif diperlukan untuk bersaing dengan afiliator karena memang suatu produk tak hanya mengandalkan satu afiliator saja.
  • Membutuhkan kesabaran, waktu dan kerja keras untuk bisa membangun hubungan dengan audiens dan mendapatkan kepercayaan dan klik hingga pembelian.

Perbedaan Affiliate dan Reseller

affiliate marketing

  • Sistem Affiliate

Pada umumnya sistem affiliate marketing berbasis online, marketer bisa menjual produk dan jasa dari sebuah merek atau brand tanpa adanya syarat apa pun. Marketer hanya perlu melakukan pendaftaran tanpa harus membeli dan memiliki produk atau jasa yang ditawarkan dan seorang afiliator biasanya mendapat komisi sekitar 20 persen hingga 40 persen.

  • Sistem Reseller

Sistem reseller digunakan oleh para pelaku bisnis online dalam menjual produk dan jasa, dari sebuah merek dengan menggunakan syarat. Syarat yang harus dipenuhi sebagai reseller untuk membeli produk atau jasa, reseller biasanya mendapatkan komisi lebih besar yakni sekitar 30 persen hingga 80 persen dari jumlah penjualan.

Tips Sukses Menjadi Affiliate Marketer

  • Pilih dan Daftar Program Afiliasi Terbaik

Banyak brand dan perusahaan menawarkan program afiliasi, pastikan memilih program terbaik dan perhatikan kesesuaian produk yang ditawarkan dengan audiens dan niche. Selain itu perhatikan juga persentase komisi yang ditawarkan, kemudian pencairan komisi dan detail lain. Setiap brand dan perusahaan bisa berbeda syarat dan ketentuan.

  • Pahami Target Audiens dan Bangun Hubungan Positif

Memahami target audiens adalah hal penting, karena produk yang dipilih bisa tepat dan mudah dipromosikan. Sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan bisa menjawab permasalahan yang dialami, memahami audiens atau target bisa dengan melakukan riset. Termasuk mencari tahu kebutuhan mereka, kemudian membuat konten untuk direkomendasikan.

  • Review Produk dan Jasa dengan Menarik

Pelanggan meyakini suatu produk dan jasa yang ditawarkan, sehingga perlu dibuat review produk dengan semenarik mungkin. Bisa menceritakan mengenai pengalaman penggunaan produk dan jasa, seperti review dengan perbandingan dua produk satu jenis dari brand yang berbeda. Melakukan review dengan first impression terhadap produk juga sangat membantu.

  • Buat Konten yang Berkualitas

Langkah selanjutnya adalah membuat konten berkualitas, hal ini mengacu pada komisi yang ingin didapatkan. Tidak hanya fokus untuk mendapat komisi, kualitas konten harus dibuat sebaik mungkin karena nantinya dijadikan sebagai senjata utama menarik perhatian calon konsumen lewat promosi-promosi yang dilakukan.

10 Kesalahan Terbesar dalam Menjalankan Bisnis Affiliate Marketing

Umumnya program afiliasi memberi kesempatan besar bagi banyak orang, tak terbatas dengan umur mulai dari pemula hingga yang sudah profesional. Meski demikian, banyak faktor yang bisa membuat bisnis afiliasi ini tak berjalan dengan benar dan pada akhirnya gagal dijalankan. Berikut 10 kesalahan terbesar dalam menjalankan bisnis affiliate marketing.

  • Terlalu frontal dalam menjual, menawarkan produk dan berdampak pada konten yang terkesan terlalu dipaksakan.
  • Mengikuti program affiliate marketing lain, gagal melakukan fokus hal ini dipengaruhi karena terlalu banyak ikut program.
  • Penilaian salah dalam memilih program afiliasi, karena itu pentingnya melakukan riset terlebih dahulu sebelum terjun dalam bisnis ini.
  • Pengetahuan terhadap produk yang rendah, hal ini bisa berdampak buruk karena kepercayaan pelanggan bisa hilang.
  • Tidak melakukan lacak link affiliate, meskipun terbilang sepele namun hal ini sangat berdampak besar pada jalannya bisnis.
  • Tidak melakukan perbandingan mengingat review memiliki nilai dampak yang besar, khususnya dalam meyakinkan pelanggan.
  • Mudah tergoda dengan affiliate marketing yang baru, biasanya fitur dan bonus yang ditawarkan lebih banyak dari yang lama.
  • Tidak memiliki laman atau website sendiri, karena dalam dunia bisnis affiliate marketing sangat diperlukan memiliki website sendiri.
  • Website kurang menarik, hal ini membuat para pengunjung malas untuk masuk dan melihat penawaran produk hingga review.
  • Memilih affiliate dengan batas pembayaran tinggi, karena memang beberapa program menentukan ambang batas pembayaran.

Contoh Program Affiliate Marketing

  • Amazon Associates

Amazon Associates memiliki program affiliate marketing dengan meminta para afiliator untuk memasang iklan dalam situs mereka. Setiap pembelian yang dilakukan melalui link iklan tersebut, kemudian menghasilkan biaya referral yang dapat diklaim. Pertimbangan memilih amazon adalah karena popularitasnya sebagai contoh affiliate marketing.

  • Afiliasi Hostinger

Program afiliasi hostinger mempunyai banyak penawaran menarik, khususnya bagi para anggota baru yang mampu mempromosikan layanan hosting ke pengguna baru. Layanan ini menjanjikan komisi sebesar 60 persen tanpa batas, karena mudah untuk mempromosikan produk hostinger dengan kredibilitas sebagai salah satu provider web hosting terbaik Indonesia.

Demikian penjelasan mengenai affiliate marketing, mulai dari pengertian, cara kerja, kelebihan dan kekurangan sampai contoh program sebagai afiliator. Fakultas Bisnis Sampoerna University memberi kesempatan mahasiswa dan mahasiswi belajar ke luar negeri lewat kerjasama dengan universitas-universitas di Amerika Serikat.

Sampoerna University membentuk mahasiswa yang cakap dan terlatih guna mengisi lapangan pekerjaan di sektor manajemen bisnis, perbankan dan jasa keuangan di Indonesia. Program akademik Fakultas Bisnis Sampoerna University dirancang untuk memenuhi kurangnya talenta bangsa di sektor yang bersangkutan dan memastikan lulusan sanggup bersaing.

Untuk informasi lebih lanjut terkait pendaftaran, kurikulum, kunjungan, dan informasi seputar Sampoerna University silakan mengisi data di bawah ini.

Article Form

Referensi

Glints

X