Skip to main content

Cross Sectional: Arti, Ciri, Jenis, dan Contohnya

By November 4, 2022Desember 6th, 2022Artikel
cross sectional

Cross sectional merupakan salah satu jenis metode penelitian yang kerap dipakai oleh para peneliti. Studi cross sectional menjadi salah satu pilihan untuk peneliti saat ingin melakukan penelitian kuantitatif.

Di Sampoerna University, penelitian yang dilakukan oleh civitas academy sangat didukung penuh. Dengan metode apapun yang dipilih, selama tetap memperhatikan norma dan etika akademik berdasarkan prinsip otonomi keilmuan dalam visi dan misi Universitas Sampoerna.

Lalu sebenarnya, apa itu cross sectional study dan bagaimana ciri-ciri serta jenisnya? Simak penjelasan lengkap tentang cross sectional berikut ini!

Pengertian Cross Sectional

Jika ditranslasi ke dalam Bahasa Indonesia, arti cross sectional adalah potong-lintang atau lintas seksional. Bisa dibilang, penelitian cross sectional adalah jenis penelitian observasional dengan melakukan pengamatan data-data populasi hanya satu kali pada saat yang bersamaan alias data potong lintang.

Metode cross sectional adalah metode penelitian deskriptif dan analisis, dengan penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif. Pada dasarnya, pendekatan cross sectional adalah dengan melakukan survei, observasi, dan pengumpulan data langsung dalam satu waktu.

Dalam penelitian ini peneliti mengumpulkan data dari banyak sampel individu yang berbeda dalam satu titik waktu, mengamati variabel tanpa bisa lagi mempengaruhinya.

Penelitian ini banyak digunakan dalam penelitian di bidang ekonomi, psikologi, kedokteran, epidemiologi, hingga ilmu sosial. Studi ini memberikan gambaran sampel atau populasi pada suatu titik waktu tertentu.

Contohnya misal dalam penelitian di bidang kesehatan, ada penelitian yang mengamati hubungan faktor-faktor risiko dengan dampaknya. Caranya adalah dengan mengukur korelasi faktor dan dampak tersebut pada suatu saat yang sama.

Penelitian cross sectional berbeda dengan penelitian longitudinal yang mengamati subjek penelitian dalam suatu periode tertentu. Salah satu kelemahan studi ini adalah nilai prediksi atau daya ramal yang lebih lemah dibandingkan penelitian lain.

Pengertian Cross Sectional Menurut Para Ahli

cross sectional

Notoatmodjo (2002) mengatakan penelitian ini adalah penelitian yang dipakai untuk mempelajari dinamika korelasi antara faktor resiko dengan efeknya, serta dengan suatu pendekatan pengamatan atau dengan teknik pengumpulan data lain dalam satu waktu tertentu.

Ciri-Ciri Cross Sectional

Berikut ini adalah ciri-ciri penelitian cross-sectional:

  1. Berlangsung pada satu titik waktu tertentu.
  2. Riset tak melibatkan manipulasi variabel penelitian.
  3. Metode penelitian membuat peneliti bisa melihat banyak karakteristik sekaligus dalam satu waktu.
  4. Kerap digunakan untuk melihat karakteristik yang terjadi dalam populasi tertentu.
  5. Bisa memberi informasi soal apa yang terjadi dalam populasi.

Karakteristik Studi Cross Sectional

Berikut ini adalah karakteristik yang dimiliki penelitian in:

  1. Studi ini bisa dilakukan dengan set variabel yang sama selama suatu periode tertentu.
  2. Penelitian yang sama mungkin melihat variabel minat yang sama, tetapi setiap penelitian bisa mengamati serangkaian subjek lain yang baru.
  3. Analisis ini menilai sesuatu selama satu contoh dengan titik awal dan titik akhir yang sudah ditentukan. Berbeda dengan studi longitudinal yang variabelnya bisa berubah selama penelitian ekstensif.
  4. Memungkinkan untuk melihat satu variabel independen sebagai fokus penelitian cross sectional dengan satu atau lebih variabel dependen.

Jenis Studi Cross Sectional

cross sectional

Penelitian ini dibagi menjadi dua jenis: Penelitian deskriptif dan penelitian analitik.

  1. Penelitian Deskriptif

Penelitian ini bisa saja sepenuhnya penelitian deskriptif. Sebuah survei deskriptif cross sectional bisa digunakan untuk menilai seberapa sering, luas, atau hal lain yang terjadi dengan variabel yang terjadi di seluruh demografis tertentu.

  1. Penelitian Analitik

Studi cross sectional analitik digunakan untuk menyelidiki hubungan dua parameter yang terkait atau juga tidak terkait. Metodologi ini tidak mudah, karena variabel dan hasil luar bersifat simultan, begitu juga dengan studi yang dilakukan.

Baca juga: Variabel Dependen: Arti, Ciri-Ciri, dan Cara Membuat

Kelebihan dan Kekurangan Cross Sectional

Ada beberapa kekurangan dan kelebihan dari penelitian ini:

Kelebihan

  1. Karena hanya mengumpulkan data dalam satu titik waktu tertentu, penelitian relatif lebih murah dan tak memakan banyak waktu.
  2. Memungkinkan untuk mengumpulkan data dari banyak subjek penelitian dan membandingkan perbedaan antar-kelompok.
  3. Mampu menangkap momen tertentu dalam waktu tertentu. Sensus misalnya, bisa memberikan gambaran tentang kondisi negara saat itu.
  4. Relatif cepat untuk dilakukan.
  5. Peneliti bisa mengumpulkan semua variabel sekaligus.
  6. Beberapa hasil bisa diteliti sekaligus.
  7. Prevalensi untuk semua faktor bisa diukur.
  8. Cocok untuk studi analisis deskriptif.
  9. Peneliti bisa menggunakan studi ini sebagai batu loncatan untuk penelitian selanjutnya.

Kekurangan

  1. Tak mudah membangun hubungan sebab-akibat, karena hanya mewakili pengukuran satu kali saja dari dugaan sebab dan akibat.
  2. Tidak bisa dipakai untuk menganalisis perilaku selama jangka waktu tertentu, atau menetapkan trend jangka panjang.
  3. Mungkin tak mewakili perilaku grup secara keseluruhan. 

Studi Cross Sectional vs Longitudinal

Ada perbedaan mendasar dari penelitian cross sectional dengan longitudinal, meski keduanya merupakan penelitian kuantitatif.

Dalam penelitian cross sectional, peneliti akan mengumpulkan sebuah variabel pada suatu titik waktu tertentu. Sedangkan dalam studi longitudinal, penelitian mencakup beberapa sesi dan variabelnya bisa berubah-ubah.

Peneliti akan lebih memilih penelitian cross sectional saat ingin menemukan titik-titik umum antar variabel. Sedangkan studi longitudinal dilakukan karena sifatnya yaitu untuk membedah penelitian dari studi cross sectional secara lebih lanjut.

Contoh Cross Sectional

cross sectional

Berikut ini adalah beberapa contoh penelitian cross sectional dari beberapa bidang:

  1. Bisnis: Studi untuk memahami individu dari status sosial ekonomi berbeda dari satu segmen geografis menanggapi perubahan dalam suatu penawaran produk.
  2. Retail: Studi pada pria dan wanita dalam rentang usia tertentu guna mengungkap persamaan dan perbedaan tren pengeluaran terkait jenis kelamin.
  3. Pendidikan: Studi memahami siswa yang mendapat nilai dengan kisaran tertentu dalam kursus pendahuluan yang sama dalam kurikulum baru.
  4. Psikologi: Studi yang melibatkan banyak kelompok orang yang tak punya variabel minat serupa, tetapi punya variabel lain yang relevan.
  5. Perawatan kesehatan: Studi memahami anak-anak usia 2-12 tahun yang rentan terhadap kondisi kekurangan kalsium.
  6. Marketing: Studi tentang gender dan penjualan telepon untuk mengetahui apakah jenis kelamin tertentu lebih condong membeli telepon dengan bentuk dan warna tertentu.
  7. Pengobatan: Penelitian tentang hubungan kanker yang diderita oleh orang-orang dalam usia, etnis, lokasi geografis, dan latar belakang sosial tertentu.

Demikian penjelasan lengkap mengenai arti, ciri-ciri, jenis, hingga contoh penelitian cross sectional. Untuk bisa menjalankan metode ini, Sampoerna University melalui unit Center for Research and Community Service (CRCS) di bawah Kantor Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan memberikan fasilitas penuh untuk mahasiswa maupun dosen yang sedang menjalankan penelitian.

Sejauh ini, akademisi Sampoerna University sudah menerbitkan beberapa jurnal internasional seperti penelitian Prof. Teddy Mantoro yang berjudul “Personalized Adaptive System for Elderly Care in Smart Home Using a Fuzzy Inference System” dalam International Journal of Pervasive Computing and Communications (IJPCC), Vol. 14, edisi 3, November 2018 (Scimago Journal & Country Rank Q3). 

Tertarik menjadi bagian dari Sampoerna University? Silakan hubungi kami melalui link ini ya!

Untuk informasi lebih lanjut terkait pendaftaran, kurikulum, kunjungan, dan informasi seputar Sampoerna University silakan mengisi data di bawah ini.

Article Form

Referensi

Wikipedia

X