Skip to main content

Pengertian Distribusi Frekuensi, Jenis, Bagian dan Contoh

By Mei 5, 2022September 9th, 2022Artikel, Artikel - FOB, Edukasi
tabel distribusi frekuensi

Menjadi cara yang memudahkan dalam mengatur, menyusun dan meringkas sebuah data dalam pekerjaan adalah dengan membuat distribusi frekuensi. Tabel distribusi frekuensi membantu dalam melihat isi dari data yang ada, melihat kekurangan yang berakibat memunculkan dampak kurang baik untuk pengukuran atau pencatatan data yang dimasukkan tadi.

Data yang dimasukkan ke dalam distribusi frekuensi merupakan bahan mentah, untuk kemudian dicari hasil dari pencatatan dan pengukuran terhadap bahan tersebut. Biasanya besar dari hasil yang diketahui sangat bervariasi, hal itu tergantung dari jumlah dari keseluruhan data yang masuk. Selain itu, pengolahan bahan mentah perlu dilakukan lebih dulu sebelum mencari hasilnya.

Pengertian Distribusi Frekuensi

Jika diartikan secara bahasa, distribusi frekuensi merupakan proses penyaluran frekuensi. Dalam ilmu statistika, frekuensi adalah berapa kali suatu variabel dilambangkan menggunakan angka atau bilangan. Kondisi yang dilakukan secara berulang kali dalam deret angka tersebut, frekuensi juga diartikan sebagai kekerapan, keseringan hingga jarang-jarang.

Distribusi frekuensi adalah kondisi yang menggambarkan adanya frekuensi mulai dari gejala yang muncul berupa angka, kemudian tersalur, terbagi hingga terpancar. Penyajian angka dalam penunjukkan frekuensi ini bisa berupa tabel, grafik dan gambar. Hingga kemudian muncul istilah yang paling sering disebut, yakni tabel distribusi frekuensi.

turned on flat screen monitor

Jenis-jenis Distribusi Frekuensi

Terdapat beberapa jenis distribusi frekuensi yang perlu diketahui, tentunya sebelum memutuskan untuk membuat tabel distribusi frekuensi. Berdasarkan jenisnya, distribusi frekuensi terbagi menjadi dua yakni numerik dan kategorial. Distribusi frekuensi numerik berisi deret hitung dan berdiri sendiri, sementara kategorial berisi data yang sudah dikelompokkan.

Kemudian distribusi frekuensi berdasarkan nyata dan tidaknya frekuensi, dari itu terbentuklah dua macam yakni distribusi frekuensi absolut dan relatif. Distribusi frekuensi absolut merupakan penyajian jumlah bilangan dalam menyatakan suatu banyak data di dalam kelompok. Sementara relatif merupakan penyajian data dalam jumlah presentasi juga menyatakan banyak.

Lebih lanjut, jenis distribusi frekuensi selanjutnya berdasarkan kesatuan di mana juga terdapat dua jenis dalam hal ini. Pertama adalah distribusi frekuensi satuan yang dipakai untuk menunjukkan banyak data pada kelompok. Dan yang kedua adalah distribusi frekuensi kumulatif, dalam hal ini memperlihatkan jumlah frekuensi beberapa kelompok sekaligus.0

Bagian-bagian Distribusi Frekuensi

Istilah class limits digunakan sebagai nilai-nilai yang membatasi antar kelas, merupakan batas semi dari setiap kelas. Ada dua batas kelas, khususnya untuk data-data yang sudah diurutkan lebih dulu, berisi batas kelas bawah (lower class limits) dan batas kelas atas (upper class limits). Namun di dalam kelas itu juga memiliki batasan-batasan lewat batas nyata kelas.

Batas nyata kelas diketahui tidak memiliki lubang agar masuknya angka tertentu dalam suatu kelas yang berbeda. Titik tengah kelas merupakan tanda yang mewakili kelas tersebut berada dalam data, berikut ini bagian-bagian dari distribusi frekuensi yang perlu diketahui dan dipahami dengan benar-benar serta sungguh-sungguh.

  • Interval pada kelas merupakan bagian yang tugasnya memisahkan kelas yang satu dengan yang lainnya.
  • Panjang interval kelas hingga luas kelas ditentukan oleh jarak antara tepi atas kelas dengan tepi bawah kelas tersebut.
  • Frekuensi kelas terdiri dari banyak data yang masuk ke dalam kelas tertentu dari data yang tidak bisa dipilih secara langsung alias acak.

Contoh Membuat Tabel Distribusi Frekuensi

Diawali dengan landasan dasar atau penyebab mengapa tabel distribusi frekuensi harus dibuat, pertama adalah kumpulan data besar bisa diringkas menjadi lebih padat atau kecil. Seseorang yang memakai tabel distribusi frekuensi dapat melihat beberapa gambaran terkait karakteristik data, karena itulah pembuatan grafik data sangat diperlukan.

Pembuatan tabel data distribusi frekuensi bisa menggunakan software canggih yang sudah tersedia di era saat ini, bahkan secara otomatis bisa membuat. Namun, dalam hal ini tetap harus dijabarkan terkait prosedur dasar yang perlu diketahui sebelum membuat tabel distribusi frekuensi dengan benar dan tidak asal-asalan, berikut contohnya.

  • Menguraikan data, diurutkan dari nilai yang paling kecil karena range data bisa diketahui dan mudah dalam proses perhitungan frekuensi di setiap kelasnya.
  • Menentukan range atau rentang atau jangkauan, range sama dengan nilai maksimal dikurangi nilai minimal yang ada.
  • Menentukan banyaknya kelas yang ingin dimasukkan, tidak boleh terlalu banyak ataupun sedikit dan kisarannya antara 5 dan 20.
  • Menentukan panjang dan lebar kelas, kemudian yang terakhir adalah menentukan nilai ujung bawah kelas.

Histogram, Poligon dan Kurva

Histogram adalah salah satu bagian penting dari grafik dengan model batang, memperlihatkan skala horisontal yang berisi nilai-nilai data kelas. Kemudian skala vertikal menunjukkan nilai frekuensi yang ada, tinggi batang pada grafik ini sesuai dengan berapa nilai frekuensi. Batang satu dan lainnya saling berdampingan, tidak memiliki jarak.

Poligon frekuensi merupakan grafik yang visualnya memakai segmen garis terhubung ke titik yang berada di atas sesuai dengan petunjuk nilai frekuensi. Frekuensi juga menentukan titik-titik yang dilalui garis yang meluas ke kanan, karena itu dimulai dari awal hingga akhir bentuk segmen garis membentuk sumbu horizontal.

Kurva distribusi frekuensi atau juga disingkat dengan kurva frekuensi memiliki beberapa ciri-ciri, khususnya yang sudah dihaluskan. Selain itu kurva ini juga memiliki beberapa bentuk, seperti simetris, condong, bentuk huruf J atau J terbalik, bentuk huruf U, bimodal, multinomial dan uniform. Beberapa bentuk dari kurva ini menunjukkan frekuensi yang berbeda-beda.

Baca juga: Pengertian Biaya Produksi: Unsur, Jenis, dan Contoh

Macam-macam Distribusi Frekuensi

  • Distribusi Frekuensi Biasa

Pertama adalah distribusi frekuensi biasa, hal yang perlu diperhatikan dalam jenis ini berisi jumlah dari frekuensi dari setiap kelompok data yang ada. Dalam jenis ini juga diketahui bahwa ternyata distribusi frekuensi terdapat dua jenis, yakni numerik dan kategori atau peristiwa.

  • Distribusi Frekuensi Relatif

Berisi nilai-nilai antara frekuensi yang ada dengan jumlah pengamatan, distribusi frekuensi relatif menyatakan berapa banyak data yang ada dalam suatu interval atau kelompok. Untuk kemudian dapat diketahui dengan cara membagi frekuensi total dengan data yang ada.

  • Distribusi Frekuensi Kumulatif

Jenis ketiga dari distribusi frekuensi adalah kumulatif, yakni berisi jumlah frekuensi yang ditunjukkan melalui kurva dan dinamakan dengan ogif. Dalam distribusi frekuensi jenis ini terdapat dua macam kumulatif, pertama adalah kurang dari dan yang kedua lebih dari.

Terdapat dua jenis distribusi frekuensi kumulatif, pertama disebut dengan distribusi frekuensi kumulatif kurang dari. Artinya distribusi frekuensi yang berisi jumlah dari frekuensi yang ada dengan nilai di bawah nilai batas kelas suatu interval.

Kemudian yang kedua adalah distribusi kumulatif lebih dari, yang berisi data distribusi frekuensi dengan jumlah frekuensi yang nilainya lebih dari nilai batas kelas suatu interval. Perbedaan kedua jenis distribusi frekuensi kumulatif ini hanya pada isi dari nilai yang ada.

Contoh: Distribusi Frekuensi Kumulatif Kurang Dari

Distribusi Frekuensi Kumulatif Kurang Dari

Contoh: Distribusi Frekuensi Kumulatif Lebih Dari

Distribusi Frekuensi Kumulatif Lebih Dari

Demikian penjelasan mengenai distribusi frekuensi, mulai dari pengertian, jenis, macam bentuk hingga contoh yang ada. Menjadi hal yang perlu dipahami dengan seksama agar setiap pemahaman bisa didapatkan, Sampoerna University mengajak para mahasiswa dalam proses belajar sambil melaksanakan praktek di dalam kelas.

Sehingga kemampuan berpikir para mahasiswa akan terasah lebih cepat dan pemahaman mengenai materi pelajaran termasuk tentang distribusi frekuensi bisa diatasi dengan mudah. Sampoerna University menerapkan kurikulum standar internasional, di mana para mahasiswa diajak untuk selangkah lebih maju ketimbang perguruan tinggi lainnya.

Pelajari lebih lanjut terkait program studi, metode pengajaran dan seputar informasi akademik yang ada di Sampoerna University dengan mengisi data dibawah ini dan team kami akan siap melayani.

Article Form

Referensi
Penelitianilmiah.com – Distribusi Frekuensi

X